a journey

Apa Menu Buka Puasamu?

15 komentar

makanan dan minuman ikon buka puasa

Ramadan memang istimewa, keberkahannya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam saja, tetapi saudara-saudara non muslim pedagang makanan contohnya, dapat merasakan berkah Ramadan dengan banyaknya umat Islam yang mencari penganan untuk berbuka puasa.

Iya, buka puasa memang menjadi momen istimewa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, waktu magrib seakan menjadi waktu kemenangan untuk orang yang berpuasa. Momen keberhasilan setelah melaksanakan puasa oleh sebagian orang ditandai dengan mempersiapkan menu buka puasa yang istimewa.

Ikon Makanan dan Minuman di Buka Puasa

Ada istilah, rumput tetangga lebih hijau dibanding dengan rumput di halaman sendiri. Istilah tersebut adakalanya berelasi dengan makanan. Kadang-kadang kita merasa makanan yang kita beli lebih enak dibandingkan makanan yang dibuat di rumah. Demikian pun dengan makanan untuk berbuka puasa. Orang Indonesia biasa menyebutnya dengan takjil. Banyak masyarakat berburu takjil di luar untuk pembuka puasanya. Selain untuk mengisi waktu sore menunggu waktu magrib, pencari takjil juga beralasan lainnya yaitu agar buka puasa tak monoton dalam hal menunya.

Sisi positif berburu takjil adalah dapat meringankan beban sosok ibu yang masak di rumah. Adakalanya seorang ibu kehabisan ide menu apa yang harus dipersiapkan. Di sisi lain, adakalanya kita harus lebih peka. Menghargai sosok yang telah mempersiapkan semua menu istimewa versinya untuk berbuka puasa. Jangan sampai kita memuji makanan takjil yang kita beli dari luar, sedang makanan rumah kita anggap biasa saja.

Mari hargai dan nikmati penganan takjil yang tersedia di rumah. Alih-alih berburu makanan di luar, alangkah eloknya jika kita meluangkan waktu, membantu memasak di dapur dan mempersiapkan buka puasa bersama keluarga tercinta. Diantara sekian banyak ikon menu buka puasa, mungkin beberapa daftar di bawah ini adalah salah satu item yang ada di meja makan kita di waktu magrib. So, let's check these out. 

1. Sirop

Sirop adalah salah satu ikon yang biasanya ada di bulan Ramadan. Ia seakan merajai tangga dalam daftar menu buka puasa. Sirop menjadi alternatif dalam hal berbuka dengan yang manis. Bentuknya yang cair ditambah es batu, seakan menjadi obat mujarab penghilang dahaga.

Bersyukurlah kita jika masih dapat memasukkan sirop dalam daftar menu Ramadan, karena di luar sana, masih banyak saudara kita yang menjadikan sirop dalam buka puasa hanya sebatas angan.

Akan sangat indah jika kita dapat berbagi, walau hanya dengan sebotol sirop. Agar manisnya berbuka tidak hanya dirasakan kita, dan ini bukan hanya masalah manis secara zahir, tetapi indah dan manisnya berbagi, walau masih di tengah pandemi.

2. Es Buah

Es buah juga menjadi salah satu ikon yang selalu hadir di bulan Ramadan. Padahal keberadaan es buah ini juga selalu ada dijajakan selain bulan Ramadan, tapi di bulan suci ini, pelanggan es buah seakan bertambah, mengantre di sore hari menjelang buka puasa.

Come what way, dalam semangkuk es buah, kita dalam mempelajari filosofi hidup yang luar biasa. Demikian dalam Bahasa Arab ada sebuah kalimat yang berbunyi:

yahtalitun walaa yatamayyazuun
yang artinya lebih kurang: bercampur tapi tak berbaur. Sepertinya halnya es campur. Dengan ragam buah di dalamnya, dicampur sirop, susu, dan es sebagai pelengkap cita rasanya. Buah-buahan di dalam es campur tidak kehilangan identitas rasa masing-masing.

Anggur tetap berasa anggur, apel tidak berubah menjadi alpukat, dan pir tetap konsisten dengan manis ala dirinya. Yang istimewa adalah, buah-buahan tersebut bersatu di suatu wadah dengan pelengkap lainnya, sehingga menimbulkan sensasi rasa yang segar.

Kita bisa belajar dari semangkuk es buah. Indonesia yang sangat majemuk, ibarat wadah yang sangat besar. Di dalamnya ada ragam agama dan budaya yang sangat luar biasa.

Islam tetaplah Islam, Kristen tetap dengan kepercayaannya, dan agama lain pun tetap pada jalannya masing-masing. Janganlah mengusik satu sama lain. Memberikan kesempatan beribadah dengan ajarannya masing-masing adalah salah satu bentuk menghargai dan menghormati. Tak elok jika kita berani mengusik hal kepercayaan.

Indah nian kita hidup dalam kedamaian. Hidup berdampingan, berjabat tangan, dan saling menguatkan, tapi tak kehilangan jati diri dan kepercayaan religi masing-masing.

3. Gorengan

menu lebaran
Gorengan menjadi salah satu menu wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa. Rasanya yang renyah dan gurih memang sangat familier di mulut masyarakat.

Ragam gorengan yang sangat banyak variasinya, membuat ibu bisa berkreasi untuk membuat gorengan, pun kalau mau membeli, membuat pilihan menjadi lebih banyak alternatifnya. Bakwan, goreng pisang, goreng tempe, dan gehu (Toge dan tahu) adalah sebagian dari banyaknya jenis gorengan yang bisa dipilih.

Mengonsumsi gorengan secara berlebihan tidaklah baik. Kandungan lemak dalam minyak gorengnya tak bagus untuk tubuh, karena banyak mengandung kolestrol. Bagi yang sudah kadung hobi mengonsumsi gorengan, alangkah baiknya diimbangi dengan penawarnya. Salah satu yang baik adalah vitamin C alami yang bisa kita dapatkan dari semua jenis jeruk. Satu jeruk Pontianak, atau air teh yang diseduh dengan jeruk lemon sangat baik untuk tubuh.

Semoga ibadah puasa ini menjadikan kita lebih sehat sesuai dengan apa yang di sabdakan Nabi dalam hadisnya. 

Puasalah, maka sehatlah engkau  

Bukan sebaliknya, tubuh kita menjadi ringkih karena pola makan buka dan sahur yang tidak baik.

4. Kolak

Berbagai jenis kolak muncul di bulan Ramadan ini. Yang paling mashur tentu saja kolak pisang. Beberapa ibu kreatif biasanya juga menambah bahan-bahan lain sepeti kolang-kaling atau candil. Kolak biasanya memang hadir di bulan Ramadan, sangat jarang penampakannya di bulan-bulan selain Ramadan.

Tambahan santan dan pamanis dari gula menjadikan kolak banyak digemari oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu menu untuk berbuka puasa. Bila tak sempat membuat pun, penganan ini banayak dijajakan oleh para pedagang di waktu sore menjelang buka puasa.

5. Teh Hangat

Suatu ketika pernah berkunjung ke salah satu rumah handai taulan di daerah yang disebut Pasir Datar. Daerah di bawah kaki gunung gede yang sangat elok pemandangannya. Selain dimanjakan dengan lukisan alam yang luar biasa ala pegunungan, yang membuat jatuh cinta adalah suguhan dari pribumi, teh hangat yang diberi air lemon plus irisannya.

Dari momen itu, teh hangat ditambah air lemon menjadi salah satu minuman favorit. Hangatnya air teh ditambah perasan air lemon itu menjadi kombinasi yang ternyata tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyehatkan. Lemon yang tinggi vitamin C sangat baik untuk metabolisme tubuh, namun rasa masamnya yang kuat banyak membuat orang enggan mengonsumsinya. Air teh hangat bisa jadi kombinasi untuk mengurangi rasa masamnya, ditambah sedikit gula untuk pemanisnya.

Tak terkecuali di Ramadan ini. Air teh hangat yang ditambah perasan air lemon menjadi alternatif hidangan yang ada di meja makan, baik saat berbuka maupun sahur. Racikan minuman ini bisa menjadi salah satu alternatif agar tubuh kita tetap terpenuhi asupan vitamin walau dalam kondisi puasa.

Penutup

Demikian beberapa ikon makanan dan minuman yang menghiasi menu buka puasa di masyarakat. Jangan lupa, diantara sekian makanan dan minuman favorit tersebut, sisipkan juga kurma sebagai makanan sunah yang sangat baik dikonsumsi di waktu buka puasa.

Kenapa kurma?. Karena dalam buah Nabi tersebut banyak sekali kandungan baik yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Menurut informasi dari klikdokter beberapa kandungan yang terdapat dalam kurma adalah:

  • Kalori: 281 kcal per 100gr
  • Lemak total: 0.03 gr
  • Karbohidrat total: 5.33 gr
  • Serat: 0.6 gr
  • Gula: 4.5 gr
  • Protein: 0.17 gr
  • Vitamin B6: 0.012 mg
  • Zat besi: 0.07 mg
  • Magnesium: 3 mg
  • Potassium: 47 mg

Setiap orang pastinya mempunyai kesukaan makanan yang berbeda, yang akan membuat menu meja makan kita beragam di saat buka puasa. Jangan lupa juga berbagi terhadap tetangga jika kita mempunyai makanan berlebih agar keberkahan bulan suci ini bisa lebih terasa.

So, Selamat menunggu berbuka puasa. Then, apa menu buka puasamu hari ini?

Salam







Related Posts

15 komentar

  1. Hai kak, salam kenal ya. Perkenalkan nama saya Izzuddin, saya anak baru di 1M1C 😊

    Artikelnya sangat relate dengan saya kak, soalnya kalau buka puasa menunya gak jauh-jauh dari 4 ini 😂

    Walaupun terkadang cuma laper mata aja 😆

    BalasHapus
  2. Suka sama filosofi es campurnya 😊. Dari semua menu buka puasa. Gorengan susah ditinggalin. Dikurangi sih, tapi bikin lagi, bikin lagi haha. Soalnya enak. Alhamdulillah, dari awal puasa sampai hari ini baru satu kali beli camilan. Selebihnya bikin sendiri.

    BalasHapus
  3. No 3 dan 4 sih yang paling kusuka. Kalau sirup dan es campur nggak begitu doyan. Kolak pun lebih senang yang versi setup, yang tanpa santan gitu. Lebih segaaaar.

    BalasHapus
  4. Saya seringnya makan takjil setelah taraweh pak, kalau magrib lebih memilih makan berat langsung hehe
    Tapi memang si harus pintar-pintar jaga napsu, sukanya beli ini itu tapi nggak bisa ngabisin karena kenyang

    BalasHapus
  5. Baru tahu semakna itu es campur. Benar sih mau isinya apapun rasanya tetap sama. Aku beli es satu cup aja gak habis buat takjil. Padahal kalau hari biasa habis-habis saja hehehe.

    BalasHapus
  6. Sedalam itu yaa makna ternyata dibalik Es Buah, aku baru ngeh juga.

    Gorengan sama sirup adalah menu berbuka yang wajib ada niih di rumahku, hehehe.
    Kalau yang lainnya sih sunat aja, kwkwkw

    BalasHapus
  7. Gorengan tetap juara di daftar takjil kesukaanku pak yonal. Ga ada yg bisa ngalahin nikmatnya gorengan

    BalasHapus
  8. Selama bulan ramadan, aku sangat membatasi konsumai gorengan di rumah nih pak hahahaha lebih pilih buat kudapan lain, kecuali kepepet sih

    BalasHapus
  9. wahh pastinya no 3 dan 4 langsung ser ser dehh mas perut keroncongan hhehe

    selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1442H mas

    BalasHapus
  10. Banyak yang bilang, sebaiknya hindari gorengan buat berbuka luasa karena alasannya nikin sakit tenggorokan.
    Bener ngga nya, aku ngga tau juga, mas.

    Mungkin kalau buat profesinya seorang penyanyi, iya juga sih ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, setelah komenku dilihat ulang ..., ada typo-nya .. , haha.

      Hapus
    2. Kita juga yang bukan penyanyi, untuk alasan kesehatan, disarankan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi gorengan ya mas

      Hapus
  11. benar banget kadang beli takjil di luar sisi positifnya itu meringankan beban ibu masak sama sekalian nglarisin dagangan yang jualnya hehe

    kalau aku suka banget ama buah buahan...ditaruh kulkas dulu uda langsung dimakan. Dibikin sop buah seger juga...tapi kalau kebanyakan minum sirop kadang kenyang duluan sebelum ketemu nasi hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwah bener tuh, bikin sop buah buat buka puasa emang mantap ya mbak

      Hapus

Posting Komentar