a journey

4 Tradisi di Bulan Ramadan

8 komentar
kebiasaan di bulan ramadan

Ramadan mempunyai keunikan yang luar biasa. Banyak aktivitas dan ibadah yang hanya ada di bulan Ramadan ini membuat Ramadan begitu spesial di hati umat Islam. Kebiasaan-kebiasaan warga melakukan aktivitas khas Ramadan ini menjadikannya seakan-akan menjadi tradisi di bulan Ramadan.

Selain dalam masalah ibadah, Ramadan juga mempunyai hal unik dalam beberapa aktivitas yang biasanya hanya ada di bulan Ramadan. Dalam hal ibadah, tarawih dan tadarus adalah dua hal yang biasanya rutin umat Islam lakukan di bulan Ramadan ini. Yang juga kentara di bulan Ramadan ini tentu saja adanya sahur dan buka puasa sebagai perpindahan waktu makan, dini hari untuk sahur dan magrib untuk buka puasa.

Tradisi-tradisi Yang Ada di Bulan Ramadan

Tahun kedua Ramadan dengan kondisi pandemi covid-19 di Indonesia tampaknya berbeda dengan tahun pertama. Jika pada tahun 2020, pemerintah tidak merekomendasikan untuk melaksanakan ibadah seperti tarawih di masjid, tahun ini, salat yang khusus ada di bulan Ramadan ini sudah diperbolehkan dilaksanakan di masjid dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan yang ketat.

Tak jauh dari masalah ibadah, beberapa kegiatan di bulan Ramadan yang dilaksanakan di luar ruangan pun sepertinya sudah banyak dilakukan oleh warga. Dari beberapa tradisi yang ada di bulan Ramadan, beberapa diantaranya akan dikupas di tulisan ini. Let's check these out

1. Ngabuburit

Sebagai orang sunda, kata ngabuburit sudah sangat familier di telinga, karena kata ngabuburit memang berasal dari Bahasa Sunda, dari akar kata burit yang berarti sore. Ngabuburit sendiri berarti mengisi waktu sore, menunggu waktu berbuka puasa. Saat ini ngabuburit sepertinya menjadi kata yang menasional. Setiap orang, di mana pun di Indonesia, yang mengisi waktu sorenya untuk menunggu waktu berbuka puasa pasti menamainya dengan ngabuburit.

Ngabuburit biasanya dilakukan dengan sekedar jalan-jalan santai atau membeli penganan ringan untuk berbuka puasa. Namun, akan sangat elok sepertinya jika ngabuburit diisi dengan hal-hal yang lebih positif selain sekedar jalan-jalan sore saja. 

Beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu sore hari menjelang buka puasa seperti membaca buku. Membaca buku favorit bisa menjadi penghilang penat, penyegar dan nutrisi bagi otak. Hal yang tak kalah bermanfaat selain membaca buku adalah membaca al-Quran. Membaca al-Quran disertai arti, apalagi tafsir, akan sangat memperkaya pengetahuan kita tentang dunia Islam.

Apa pun ngabuburit versimu, yakinkan itu adalah sesuatu yang bermanfaat, agar ibadah puasa kita bertambah keberkahannya. 

2. Berburu Takjil 

Waktu ngabuburit salah satunya biasa dilakukan warga mencari penganan untuk berbuka puasa. Orang Indonesia biasa menyebutnya dengan takjil. Banyak masyarakat berburu takjil di luar untuk pembuka puasanya. Selain untuk mengisi waktu sore menunggu waktu magrib, pencari takjil juga beralasan lainnya yaitu agar buka puasa tak monoton dalam hal menunya.

Sisi positif berburu takjil adalah dapat meringankan beban sosok ibu yang masak di rumah. Adakalanya seorang ibu kehabisan ide menu apa yang harus dipersiapkan.

Di sisi lain, adakalanya kita harus lebih peka. Menghargai sosok yang telah mempersiapkan semua menu istimewa versinya untuk berbuka puasa. Jangan sampai kita memuji makanan takjil yang kita beli dari luar, sedang makanan rumah kita anggap biasa saja.

Mari hargai dan nikmati penganan takjil yang tersedia di rumah. Alih-alih berburu makanan di luar, alangkah eloknya jika kita meluangkan waktu, membantu memasak di dapur dan mempersiapkan buka puasa bersama keluarga tercinta.

3. Tidur Siang

Ada kalimat yang berbunyi bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah. Benarkah?. Ya, kalimat itu benar untuk orang yang memilih tidur daripada berbuat maksiat ketika sedang berpuasa. Yang tidak boleh sama sekali adalah menjadikan kalimat tersebut untuk pembenaran kita menghabiskan waktu untuk rebahan, santai-santai, dan tidur sepanjang hari tanpa melakukan apa pun. 

Bukan berarti tidak boleh tidur di bulan Ramadan pada siang hari, namun harus tetap memperhatikan waktu. Jadi, boleh tidak sih tidur di siang hari di bulan Ramadan?. Jawabannya adalah boleh, bahkan disunahkan tidur sejenak pada siang hari. Tujuannya adalah untuk meringankan kepenatan pikiran di tengah-tengah aktivitas kita.

Tidur siang juga banyak dilakukan warga karena perpindahan pola makan. Sarapan yang biasanya dilakukan jam 6-7 pagi, berpindah ke jam 3-4 dini hari. Kegiatan ibadah pada malam hari seperti tarawih pun menjadikan alasan siang hari untuk dijadikan istirahat dengan tidur sejenak.

4. Petasan

Petasan biasanya kita temui di acara hajatan nikah atau sunatan, tetapi di bulan Ramadan ini, kita biasa menemui banyaknya penjaja petasan beraneka ragam di jalan-jalan. Puncak banyaknya warga yang menyalakan petasan tentu saja di malam takbir, atau di hari akhir bulan Ramadan menjelang Idul Fitri.

Anak-anak biasanya paling semangat menyalakan petasan di bulan Ramadan, biasa dinyalakan di malam hari baik sebelum atau sesudah tarawih. Anak-anak biasa berkumpul di halaman masjid meramaikan malam-malam di bulan Ramadan.

Penutup

Demikian 4 tradisi di bulan Ramadan yang banyak dilakukan oleh warga untuk mengisi hari-hari di bulan suci ini. Beberapa bermanfaat, namun beberapa juga harus mempertimbangkan kondisi sekitar. Seperti menyalakan petasan, harus dilihat benar kondisi lingkungan. Sebelum memberi izin atau mendampingi anak-anak menyalakan petasan, make sure tetangga sekitar tidak ada yang sedang sakit atau baru mempunyai bayi, sehingga tidak terganggu dengan suaranya. So, be wise.

Salam





Related Posts

8 komentar

  1. Ulah poho kang, bebeledugan alias meriam bambu.. 😂😂😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muhun kang, bedil lodong sudah agak langka ya sekarang mah

      Hapus
    2. Kalau ngga salah, di Jawa Tengah bedil lodong itu disebutnya mercon bumbung [petasan yang disulut di dalam bambu, suaranya kenceng heboh 😊]

      Dulu aku sering main itu waktu nginap di desa simbah buyutku.

      Hapus
    3. Tiap wilayah namanya keren-keren ya

      Hapus
  2. Hai mas yonal, salam kenal.

    Urang sunda oge nya? baru ngeh. Burit itu artinya sore emang ya. Jadi senang juga karena kata ngabuburit udah dijadikan bahasa indonesia.

    Dari keempat tradisi itu aku yang jarang banget itu berburu takjil. Waktu kecil baru ngeh kalau ada yang namanya pasar sore dan banyak penjual takjil di sana. Ternyata seru juga ya berburu takjil itu. Cuma sy seringkali diingatkan ibu utk tidak beli beli, karena ibu saya buat sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal oge teh Ghina

      Muhun teh, dari Sukabumi.
      Alhamdulillah ada ibu yang mempersiapkan segalanya untuk kebutuhan buka dan sahur kita

      Hapus
  3. Btw tren TikTok yang bangunin orang sahur itu gimana di daerah A Yonal? Kalau dulu di Bandung, ada juga sih info dari masjid buat sahur dan juga Imsak, terus habis itu dibarengi dengan sirine imsak. Cuman nggak seheboh tren ini yang "bising".

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dulu di tempat tinggal saya ramai sekali di masjid orang membangunkan untuk sahur sembari tadarus quran juga. Sekarang pindah di daerah tempat tinggal istri, suasananya jauh lebih sepi, tak ada suara-suara di mesjid memeriahkan suasana sahur. Di jerman gimana teh Ren puasanya?

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email