THR Sepanjang Tahun

Posting Komentar

Tak terasa minggu terakhir ramadhan sedang ditapaki, menandakan ramadhan akan segera meninggalkan umat, dengan janji akan datang kembali tahun depan, dengan seizin Sang Empunya masa. Semoga perjumpaan tahun depan, Allah masih mengamanahkan umur sehingga kita bersua kembali dengan tamu mulia.
Banyak harapan yang dipanjatkan kepada Allah agar ramadhan ini tidak berlalu begitu saja, tanpa kesan mendalam, sia-sia. Seperti halnya ibadah haji yang ingin mabrur, Tentunya ibadah puasa pun harus makbul, diterima dengan predikat baik oleh Allah, tidak zonk, tergerus amal minus yang menguranginya -seperti ghibah yang tak terasa-.
THR, ‘Tetap Harus Ramadhan’ adalah indikasi bahwa ibadah kita bukan kategori euforia ramadhan semata, ‘Tetap Harus Ramadhan’ bukan berarti memaksakan ramadhan akan ada selalu, karena perputaran bulan akan membawa kita kepada idul fitri sebagai tanda datangnya syawal. Namun, semangat untuk mempertahankan segala bentuk ibadah seperti halnya ghiroh bulan ramadhan  adalah kuncinya.
Jika sebelas bulan diluar ramadhan, dan ibadah kita seperti gencarnya ibadah pada bulan ramadhan, patut disyukuri, bahwa kita bisa mempertahankan ‘Tetap Harus Ramadhan’. Shaum senin-kamis yang tak henti, tilawah yang terus terjaga, shalat malam menerus, dan sedekah yang berkelanjutan adalah beberapa contoh amal ibadah yang bisa dijadikan cerminan seberapa kuat kita mempertahankannya diluar ramadhan.
Semoga kita bisa mempertahankan slogan ‘THR’ untuk dijadikan semangat beribadah dalam menggapai esensi hidup, menggapai ridho-Nya. Walaupun ramadhan akan segera berpulang, namun semangat ‘THR’ tak kan pernah berakhir. Semoga.

Yonal Regen
a Father of four, educator at Raudlotul Ulum School and author of Narasi Ayah Guru

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email