Kumpulan Cerpen Feminisme dalam Bidadari-bidadari Bumi dari Ganda Pekasih

18 komentar
Kumpulan Cerpen Feminisme

Bulan lalu ikut program tantangan membaca buku yang diadakan oleh Komunitas ODOP (One Day One Post) yang bertajuk RCO atau Reading Challenge ODOP selama 4 pekan. Di setiap pekannya minimal kita harus menyelesaikan 1 buku, jadi 1 bulan 4 buku. Uniknya di RCO ini setiap pekannya tema dan atau genre buku yang akan kita baca ditentukan oleh panitia, seperti di salah satu pekannya kita diharuskan membaca jenis buku yang di luar kebiasaan membaca kita.

Sempat kebingungan dengan buku yang akan dibaca sesuai dengan yang ditantangkan oleh tim RCO. Saya sendiri memang suka membaca banyak jenis buku, termasuk fiksi seperti cerpen dan novel, tapi fiksi seperti apa ya, yang tidak biasa yang belum pernah atau jarang saya baca?

Akhirnya coba mencari ke rak buku punyanya istri tercinta. 

Setelah beberapa saat memilah dan memilih judul, sepertinya ada 1 judul buku yang unik: Bidadari-bidadari Bumi yang ditulis Ganda Pekasih. 

Sempat bertanya juga ke istri, dari mana dapat buku Bidadari-bidadari Perempuan ini. Katanya beli dari toko buku online yang sering menjual buku-buku lawas.

Yang membuat buku ini di luar zona nyaman buku-buku bacaan saya adalah bukunya berupa kumpulan cerpen feminisme, bahkan di sampulnya saja ditulis jelas kalau buku ini adalah sebuah persembahan untuk perempuan Indonesia. Selanjutnya buku yang akan saya baca dari penerbit  By Pass ini adalah terbitan tahun 2012 untuk edisi cetakan pertamanya, which is 14 tahun lalu. 

Membaca buku kumpulan cerpen feminisme terbitan lama dengan 15 ragam cerita tentang perempuan setebal 199 halaman, maksimal dalam 1 pekan? Ok, tantangan diterima!

Apa itu Kumpulan Cerpen Feminisme?

Pada dasarnya kumpulan cerpen feminisme adalah kumpulan cerita pendek yang tema intinya berfokus pada perjuangan perempuan untuk mendapat kesetaraan. Karena temanya feminisme, maka tentu saja karakter utama dalam setiap ceritanya adalah sosok perempuan.

Pada umumnya tema cerpen feminisme berpusat seputar hak, kesetaraan, aturan adat yang merugikan, kemiskinan, bahkan kekerasan pada perempuan. Resolusi ceritanya tentang bagaimana perempuan bangkit melawan ketidakadilan, mengejar mimpi dan menuntut kesetaraan.

Cukup berat sepertinya tema ini. Tapi memang menantang juga untuk dibaca tamat dalam 7 hari. So, let's read it!

Dari Ganda Pekasih untuk Perempuan Indonesia

Setelah bulan sebelumnya menamatkaan bacaan Novel Almond dari penulis Korea Sohn Won-Pyung yang mengusung tema Alexitimia, bulan ini lanjut estafet membaca kumpulan cerpen tentang perempuan berjudul Bidadari-bidadari Bumi dari penulis Indonesia, Ganda Pekasih.

Tak sedikit yang mengira kalau nama Ganda Pekasih ini adalah seorang perempuan. Padahal ia adalah seorang penulis laki-laki.

cerpen feminisme

Ganda Pekasih merupakan penulis cerpen, novel dan skenario. Karya-karyanya sudah banyak dimuat di majalah yang hit di era tahun 2000-an awal seperti Aneka, Hai, Kawanku, Gadis, dan Femina. Ada yang familiar dengan nama-nama majalah ini? 😎

Ketika buku Bidadari-bidadari Bumi lahir pada tahun 2012 ia sudah menerbitkan 14 buku sebelumnya berupa novel dan kumpulan cerpen. Rata-rata bukunya diterbitkan di penerbit mayor seperti Mizan Group dan Elexmedia Komputindo.

Ganda Pekasih juga dikenal sebagai penulis skenario kenamaan pada masanya. Skenarionya banyak digunakan pada sinetron-sinetron di televisi nasional seperti Rahasia Ilahi di Trans TV yang pernah booming di awal tahun 2000-an.

Di cover buku Bidadari-bidadari Bumi Ganda Pekasih menuliskan bahwa buku ini adalah sebuah persembahan untuk perempuan Indonesia. Bahkan di di halaman awal sebelum daftar isi ia menguatkan persembahannya dalam ungkapan yang manis.

Kalau berpanjang-panjang tentang bidadari-bidadari bumi, rasanya akan beratus-ratus lembar kertas pun tak akan cukup untuk menuliskan kelembutan, cinta dan belaian kasih sayangnya yang luhur

15 Cerita Perempuan dengan Sudut Pandang yang Unik

Dalam Bidadari-bidadari Bumi Ganda Pekasih menyiapkan cerita pendek sebanyak 15. Semua tokoh utamanya tentu saja adalah perempuan.

15 Cerpen dalam Bidadari-bidadari Bumi mempunyai tema yang beragam dan sudut pandang yang unik. Ada tentang seorang ibu, anak perempuan, bahkan waria.

Salah satu kisah menarik dalam buku Bidadari-bidadari bumi adalah cerpen yang berjudul Sebatas Perempuan. Dalam kisah kedua dari 15 cerita ini mengisahkan Nina, seorang gadis, anak pertama dari 3 bersaudara. Saat usianya akan menginjak masa SMA, ia dilamar oleh Kepala Desa yang sudah tua dan beristri banyak. Nina berontak dan kabur dari kampungnya.

Nina menyeburkan diri ke sungai di malam hari. Bukan untuk bunuh diri. Tetapi dia berencana mengikuti arus sungai sampai ke hilir demi tak mau dinikahkan dengan orang yang seharusnya jadi paman atau bahkan kakeknya.

Long Story Short, Nina selamat di hilir sungai. Ia mencari kerja di kota dan bertahun kemudian nasib membawanya untuk bekerja ke luar negeri. Di negeri jiran. Menjadi TKW.

Nina rindu kepada keluarganya setelah bertahun-tahun tak ada pertemuan. Maka tepat setelah 15 tahun dari kaburnya Nina dari kampung halaman, ia kembali ke sana, ke rumah keluarganya. 

Aku akhirnya cepat-cepat berjalan. walaupun tidak kelihatan ada yang berubah dari desa ini, tapi lima belas tahun mustahil tak ada yang berubah di dalamnya, pikirku. Aku terus berjalan dengan koper dan tasku untuk beberapa ratus meter bersama kabut yang mulai turun. (Halaman 33)

Bagaimana keluarga Nina menyambutnya anak sulung mereka?

Kesan setelah Membaca Bidadari-bidadari Bumi

Buku Kumpulan Cerpen Bidadari-bidadari Bumi

Kisah Nina dalam Sebatas Perempuan hanya satu contoh dari sudut pandang cerita perempuan dalam Bidadari-bidadari Bumi. Masih ada 14 cerita lainnya yang juga unik dan membuat penasaran untuk tak beranjak dari kursi baca.

Terima kasih teman-teman dari Komunitas ODOP yang punya beragam program literasi, termasuk tantangan membaca buku ini. Untuk tim Reading Challenge ODOP juga salut sih punya tantangan membaca yang unik di setiap pekannya dan yang pasti memotivasi banget untuk mengkonsistensikan diri membaca buku.

Kalau bukan karena tantangan dari RCO, entahlah, apakah saya akan membaca buku kumpulan cerpen feminisme dari Ganda Pekasih ini. Wallahu a'lam. Walaupun tak bisa menyelesaikan tantangan sampai pekan terakhir dan gugur di pekan ketiga, tapi bersyukur banget karena ikut program RCO ini dan menerima tantangan membacanya, akhirnya tahu ada buku tentang perjuangan dari sudut pandang perempuan.

Pada akhirnya buku kumpulan cerpen ini jadi pembelajaran bahwa memang laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama pada porsinya masing-masing. Setiap kekurangan yang ada pada diri kita bukan untuk ditelisik dan ditelanjangi menjadi aib, tetapi kita saling lengkapi agar hidup menjadi harmoni.

Related Posts

18 komentar

  1. Kumpulan cerpen Bidadari-bidadari Bumi karya Ganda Pekasih ini tampaknya menyajikan kisah-kisah yang emosional dan penuh perenungan, seperti kisah Nina dalam Sebatas Perempuan. Refleksi akhir tulisan juga mengena sekali: perbedaan bukan untuk dijadikan celah, melainkan untuk saling melengkapi agar hidup menjadi harmonis.

    Keren sekali konsistensinya dalam mengikuti Reading Challenge ODOP (RCO). Semangat terus untuk tantangan membaca buku-buku berikutnya, Pak!

    BalasHapus
  2. Masya Allah...ikutan RCO juga ya Pak Yo. Hebat banget masya Allah..udah selesai apa masih lanjut challengenya ini pak? Setelah buku dibaca, langsung ditulis di blog. Jadi dapet semua yaa kan tugasnya hahaha..keren Pak ketua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah selesai Mbak Yun. Program RCO ini 4 pekan di bulan Juli saja, next kita sudah siapkan program lainnya

      Hapus
    2. Berarti setahun sekali ya RCO ini? Kirain ini program bulanan kemarin tuh..semoga nanti aku bisa ikut meramaikan program ODOP ini deh tahun depan. Amiin

      Hapus
  3. Wah satu minggu satu buku...salut pak . Biku-buku tema tentang perempuan selalu menarik, utamaya masalah kesetaraan gender atau pemberdayaan wanita. Itu ceritanya akhirnya gimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerpennya ada 15, Bu. Jadi akhir ceritanya beragam, ada yang happy, sad dan open ending juga. Jadinya cukup beragam juga

      Hapus
  4. Wah biasa bidadari surga sekarang bidadari bumi. Penasaran mau baca ini buku mas yonal. Bagus ya

    BalasHapus
  5. Terkadang ada jenis buku yang kita baca setelah mendapat tantangan. Namun, namanya juga buku, ya, insyaallah tetap ada insight yang didapat. Saya pun demikian saat tantangan RCO untung membaca jenis buku yang jarang dibaca. Setelah mencari-cari, akhirnya saya memutuskan buku kumpulan puisi. Karena tantangan itu, saya jadi bisa menamatkan buku karya Chairil Anwar.

    BalasHapus
  6. Buku kumpulan cerpen yang bercerita tentang perempuan dan ditulis oleh para perempuan. Kisahnya member pandangan menarik ya kang dan memang sudah seharusnya laki laki dan perwmpuan hak nya sama dalam bidang apapun baik pendidikan dan bidang lainnya. Buku yang menarik jadi kepengen membcaanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kumpulan cerpen ini ditulis Ganda Pekasih dan dia laki-laki, Teh. Jadi, bukan ditulis oleh para perempuan

      Hapus
  7. Begitu baca judulnya langsung, wah menarik nih. Pas baca kata waria langsung emmm... Sebentar sebentar sebentar...... Yah, perspektif orang memang berbeda, termasuk penulis hehe. Tapi untungnya Pak Yonal nggak nulis tentang itu. Ini cerpen fiksi kan ya? Bayangkan aja kalo jadi Nina, dia hanyut berapa hari bisa sampai ke Malaysia? Kok aku sedih bayanginnya. Belum lagi perjuangan 15 tahun bertahan hidup jadi TKW di negeri orang, dengan luka yang dia bawa, pasti tidak mudah sekali. Jadi ikut penasaran gimana ceritanya pas Nina pulang kampung. Ini hepi ending kan Pak? Aku jadi penasaran soalnya. Udah lama juga gak baca kumpulan cerpen, kayaknya terakhir pas kuliah dulu, baca kumpulan cerpen horor-fantasi. Terus nggak bisa tidur, wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Alfia, di antara 15 kumpulan cerpen perempuan ini ada satu yang karkter utamanya waria. Saya sendiri kurang paham alasan penulis memasukan karakter ini dikumpulan cerpen bertema feminisme.

      Iya, Buku ini kumpulan cerpen fiksi. Tak ada keterangan base on the true story.

      Nina hanyut sampai ke hilir sungai, bukan sampai di Malaysia. Di cerpennya emang tidak disebutkan bagaimana proses ia bertahun-tahun kemudian sampai bisa bekerja sampai di Malaysia

      Hapus
  8. Saya juga ikut RCO pak, dan berhasil menyelesaikan 4 tantangannya
    alhamdulillah sembuh juga reading slump saya, beberapa waktu sempat vakum baca buku, sekarang jadi kangen kalau ga baca buku
    Buku-buku itu banyak membuka wawasan saya walaupun yang ditulis antologi aka keroyokan seperti cerpen feminisme, karena sudat pandang tiap penulis itu beda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya hanya sampai pekan ke-3 dan gugur di pekan terakhir karena berbarengan masuk sekolah dan langsung hectic dengan persiapan kurikulum :(

      Tapi alhamdulillah menjadi 3 pekan berkesan. Sepakat sih, ampuh banget menghalau reading slump RCO ini

      Hapus
  9. Duhhh baca artikel ini langsung ngelirik ke tumpukan novel yang masih berplastik yang belum sempat di baca..

    Ngebayangin perjuangan Nina bisa sampe ke Malaysia itu pasti nggak mudah dan mungkin sulit untuk di bayangkan.. Yahh Alhamdulillah nya ini fiksi, semoga kisah seperti Nina di kehidupan yang sudah pahit ini tidak pernah terjadi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ada beberapa buku yang belum sempat dibaca. Kalau semangat baca sedang turun, membaca kumpulan cerpen bisa menjadi pemancing sebelum keinginan membaca buku tebal muncul kembali.

      Hapus
  10. GAnda Pekasih salah satu penulis yang namanya digaungkan sebagai penulis dengan pesan gender yang amat kuat. Membaca ulasan ini terasa seperti diajak flashback ke masa saya baru belajar menulis cerpen.

    BalasHapus
  11. 15 cerita pastinya minimal ada 15 sudut pandang yang berbeda dari penulisnya. ternyata tidak hanya perempuan yang dimaksud bidadari di buku ini ya, ada yang bercerita tentang waria juga, bukan bermaksud diskriminasi pak, hanya penasaran saja dengan cerita yang diusung penulisnya

    BalasHapus

Posting Komentar