a journey

77 Hari Luar Biasa di Event OPREC ODOP

22 komentar
OPREC ODOP

24 November 2020 menjadi salah satu hari bersejarah, karena kelulusan peserta Open Recruitment Komunitas One Day One Post (OPREC ODOP) diumumkan beserta terbitnya sertifikat kelulusan dan disahkannya menjadi anggota ODOP Batch 8. Kelulusan itu tidak datang serta merta, karantina on line yang berlangsung selama 77 hari cukup membuat banyak peserta yang berguguran di tengah jalan, sehingga hanya menyisakan 61 peserta yang bertahan sampai tahap akhir kelulusan.

Bagi teman-teman yang penasaran seperti apa event yang diketuai oleh Kak Florensia Prihardini dan Kang Azwar Ibrahim ini, baca sampai tuntas ya artikel ini, siapa tahu bisa tertarik dan mempunyai gambaran untuk mengikuti program open recruitment ODOP di batch 9.

77 Hari Yang Luar Biasa

Bagi teman-teman yang penasaran kapan dibuka kembali event open recruitment untuk batch 9 bisa mem-follow instagram Komunitas ODOP, di sana biasanya akan di post setiap acara-acara yang akan di laksanakan oleh komunitas di bidang literasi ini.

Nah, selagi mempersiapkan diri untuk mengikuti event yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali ini, sila membaca pengalaman luar biasa menghabiskan 77 hari di karantina on line yang membuat hidup kita menjadi seperti roller coaster, full adrenalin dan penuh tantangan luar biasa.

Apa Sih Oprec Itu?

Event OPREC diadakan untuk menjaring anggota baru untuk bergabung bersama Komunitas One Day One Post. Biasanya event ini diadakan setiap satu tahun sekali, tetapi pernah juga diadakan dua kali dalam satu tahun. 

pengumuman pembukaan OPREC ODOP
pic from IG komunitas.ODOP


Sebelum diterima jadi peserta OPREC, kita terlebih dahulu harus mendaftar di form yang disediakan panitia secara on line, kemudian kita diharuskan membuat sebuah essai dengan tema adaptasi kebiasan baru di bidang literasi. Waktu itu essai dengan judul Iqro saya submit sebagai salah satu persyaratan pendaftaran. 

Tepat 31 Agustus 2020, pengumuman peserta yang diterima OPREC tayang di instagram Komunitas ODOP. Ada 99 nama yang terpilih, yang terdiri dari berbagai kalangan, ada mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, karyawan, dan lain-lain. 

Selain dari latar belakang profesi yang beragam, peserta OPREC ODOP ini juga berasal dari kota-kota seluruh nusantara, bahkan beberapa di antaranya juga berasal dari luar negeri. Ada teh Reni Novita yang berdomisili di Jerman, dan kak Aprilia Prihatini dari Qatar, Dubai.

Setelah resmi diterima jadi peserta open recruitment, kita akan dimasukkan ke dalam grup WA yang berisi peserta dan seluruh panitia penanggung jawab acara. Selama satu minggu kita beramah tamah untuk lebih mengenal satu sama lain, baru seminggu kemudian kita benar-benar digodok di kawah candradimuka  seluk beluk kepenulisan.

Syahdan, para peserta diminta untuk memilih platform yang akan menjadi media menulis. Ada instagram, facebook dan blog. Saya memilih blog. Alasannya sederhana, saya tidak suka tulisan terekspos. Facebook dan instagram bisa dilihat oleh seluruh teman yang terkoneksi, sedang blog lebih privasi, pikir saya pada awalnya. Oh iya, di squad blog kita di temani oleh dua penanggung jawab (PJ) yaitu mbak Nimas Achsani dan Gus Syaifudin.

Oh iya, masih ingat dengan sambutan tetua ODOP, Mas Heru Sang Amurwabumi, ia mengatakan bahwa peserta peserta oprec ODOP diprediksi hanya bertahan pada angka 30-40 orang di akhir karantina jika para peserta tidak dapat beradaptasi untuk mengikuti alur dan sistem yang berlaku selama karantina. Dan ya, setiap minggu beberapa peserta mulai berguguran satu demi satu, hingga akhirnya hanya tersisa 61 peserta yang dinyatakan selesai sampai finish program tersebut.

Siapa yang tereliminasi setiap minggunya?. Mereka yang tak dapat mengumpulkan poin minimal 14 tiap pekan. Poin tersebut diambil dari perhitungan menulis setiap hari yang bernilai 2 poin, dan jika rajin mengikuti diskusi dan kelas setiap malamnya, poin akan bertambah, apalagi jika bisa melaksanakan tugas khusus mingguan, poin akan berlipat nilainya menjadi 4.

Malam-malam Yang Penuh Dengan Ilmu

Senin, 7 September 2020, hari dimulainya perjuangan. Malam itu pertama kalinya para peserta diberi materi tentang penulisan, juga menjadi hari pertama untuk menjalankan syarat untuk diterima menjadi anggota ODOP, yaitu menulis setiap hari dengan tema bebas di platform media sosial masing-masing yang selanjutnya setiap tulisan akan diberi poin 2 ketika disetorkan via Google form yang disediakan para panitia.. 

Materi pertama adalah tentang Writing for Healing yang dibawakan oleh seorang Psikolog, Jatu Anggraeni. Materi ini yang membuka wawasan diri ini, bahwa menulis bisa menjadi sarana untuk menjaga kewarasan, namun juga yang krusial adalah bahwa tulisan harus menjadi penyambung kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang lain juga. Dari sanalah mulai terubah pemahaman 'menulis untuk diri sendiri'.

Malam-malam selanjutnya, peserta OPREC selalu penuh dengan kegiatan pertemuan on line. Jadwal oprec selama seminggu adalah

Senin : Tugas Mingguan

Setiap Senin sore kita akan diberi tugas untuk menulis dengan tema yang diberikan oleh panitia, jenis tulisan meliputi fiksi maupun non-fiksi. Pengerjaan tugas pekanan ini diberi waktu sampai Jumat sore, dan jika kita berhasil melaksanakan tugas ini, panitia akan memberi poin empat sebagai reward kepada setiap peserta. 

Beberapa tema tugas mingguan yang pernah diberikan panitia adalah:

Selasa dan Kamis: Materi Penulisan

Yang istimewa dari event oprec ini adalah pemberian materi dua kali dalam seminggu. Narasumber yang didatangkan setiap Selasa dan Kamis ini adalah mereka yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

Beberapa materi yang diterima oleh peserta adalah:
  • Serba-serbi Komunitas oleh Florensia Prihardini
  • Dasar-dasar Fiksi oleh Dimar Mahaka
  • Mengasah Insting Penulis oleh Irwan Ahmad Akbar
  • Non-fiksi oleh Rita Altair
  • Kekuatan Judul oleh Machtumah Malayati
  • Optimasi Sosial Media oleh Jihan Mawaddah
  • Menyusun Paragraf Pembuka oleh Ahmad Ikhtiar
  • Mengenal Blog oleh Marita Ningtyas
  • Writepreneur oleh MS.Wijaya
  • Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik oleh Sabrina Anggraeni Laksama
  • Teknik Menulis Artikel oleh Vyda Umma
  • Swasunting oleh Renita Oktavia
  • Mengenal Penerbit oleh Ilham Miftahudin
  • Membuat Opini oleh Suden Basayev
  • Peran Susastra Dalam Masyarakat oleh Dita Dyah
  • Konflik dan Ending Cerita oleh Ajeng Maharani
  • Outline Fiksi dan Non Fiksi Oleh Sakifah dan Heru Sang Amurwabumi
  • Penulis Pemula oleh Ahmad Solahudin
Bagaimana dengan materi yang di sajikan? sangat ndaging kan?

Rabu: Satu Jam Lebih Dekat (SJLD)

Untuk lebih mengenal antar peserta yang memang tidak sedikit, panitia mengadakan acara satu jam lebih dekat yang di singkat SJLD. Pada acara ini biasanya panitia memilih 3-4 orang peserta untuk menjadi bintang satu malam.

Sebelum pelaksanaan SJLD, bagian tim konseling ODOP, kak Dita Diah dan Mas Wakhid Syamsudin akan menghubungi peserta terpilih untuk mengisi kuisioner dasar dan foto yang menarik versi peserta yang nantinya akan ditayangkan ketika acara berlangsung. Selanjutnya, teman-teman yang lain membaca biodata dan bertanya beberapa hal ingin diketahui pada setiap bintang.

Acara SJLD ini biasanya berlangsung dengan santai. Walaupun tim konseling sudah memberikan arahan untuk boleh tidak menjawab bila ada pertanyaan pribadi atau menyinggung perasaan, tetapi karena para peserta yang notabene sudah dewasa, sudah bisa menjaga batasan-batasan pertanyaan privasi yang dapat mengganggu jalannya acara SJLD. 

So, acara SJLD ini membuat peserta akan semakin akrab satu sama lain dan perlahan merasakan ikatan kekeluargaan yang hangat di keluarga besar ODOP.

Jumat: Bedah Tulisan

Nah, ini waktu yang mendebarkan untuk sebagian besar peserta, karena tiba-tiba tulisan kita tanpa diberi tahu sebelumnya akan muncul sebagai salah satu tulisan yang di bedah oleh seluruh peserta. Akan banyak masukan, saran, koreksi atau bahkan pujian terhadap tulisan yang disajikan. 

Di antara 7 hari dalam seminggu, peserta bisa istirahat dari program kelas malam pada hari Sabtu dan Minggu. Tapi tetap saja, menulis setiap hari tidak berhenti, ia tetap berjalan sebagai tugas untuk para peserta oprec tanpa terkecuali.

Setelah berjibaku selama 77 hari dengan belajar untuk terus konsisten menulis, akhirnya tibalah pengumuman kelulusan di malam selebrasi. Alhamdulillah 61 peserta dinyatakan lulus dan berhak menjadi anggota ODOP Batch 8. Semua peserta mengucap syukur bisa sampai pada titik ini, karena hampir setengah dari rekan-rekan yang mendaftar di awal acara telah gugur di jalan.

Pada malam selebrasi kelulusan, acara banyak di isi dengan hiburan ala on line, kolaborasi antara peserta dan panitia. Beberapa teman ada yang membuat puisi syukur, puisi akrostik dan ada saya sendiri membuat pantun yang dipersembahkan khusus untuk para panitia sebagai rasa terima kasih.

Berikut Pantunnya

Jalan-jalan ke Sukabumi
Bertemu Kang Ibrahim bertebal alis
Jika kamu peduli literasi
Yuk mari belajar menulis

Ke Semarang membeli Dop
Bertemu mas Martin dan mbak Marita
Yuk bergabung bersama ODOP
Agar biasa menulis dan membaca

Gus Syaif ke toko baja
Mbak Nimas membuat epilog
Di ODOP ada apa saja?
Yang keren ada Squad Blog!

Kak Flo anak Jaksel yang Top
Mbak Sakifah  ahli Ekonomi
Terima kasih keluarga besar ODOP
Semoga selalu sehat nan bestari

peserta terbaik

Oh ya, panitia juga mengumumkan peserta terbaik dengan beberapa kategori, di antaranya peserta dengan poin terbanyak di setiap squad, baik facebook, instagram maupun blog. Ada juga pemilihan peserta terbaik dengan kategori terfavorit, tersopan, terinspirasi, terheboh, tergigih, dan terkritis.

Sertifikat ODOP untuk peserta OPREC

Terakhir, sertifikat kelulusan akhirnya di share juga untuk seluruh peserta. Ah, bahagia rasanya melihat nama kita terpampang di antara nama-nama peserta lain. Serasa tak sia-sia 77 hari menghabiskan waktu bersama di OPREC ODOP ini, sebaliknya banyak ilmu yang telah diterima oleh seluruh peserta secara percuma-cuma. Ya, acara ini diadakan dengan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Luar biasa.

Untuk kenang-kenangan, salah satu teman di squad blog, Mas Teguh Prasetyo yang biasa disebut Cak Min membuatkan kolase video para peserta squad blog. Isinya luar biasa kreatif dan akan menjadi salah satu pengingat, kenangan yang indah bersama teman-teman di squad blog.

Demikian pengalaman bersama event OPREC ODOP  yang luar biasa ini. Bagi teman-teman yang tertarik untuk bergabung, bisa terus up date informasi terbaru via media sosial Komunitas ODOP baik facebook maupun instagram. Sampai bertemu di event OPREC ODOP Batch 9 ya.

 




Related Posts

22 komentar

  1. Mantap, videoku masuk disini euy. Hehehe

    BalasHapus
  2. Tak menyangka bisa sampai pada titik ini.... Selamat untuk kita semua... Kangen ngejar setoran wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... tahniah untuk kita semua

      Hapus
  3. Terharu aku membacanya. Selamat bergabung di ODOP, Mas.

    BalasHapus
  4. Pingin daftar ODOP juga deh ...bisa konsisten nggak yahhh nanti

    BalasHapus
  5. Waahhh semakin menariq, pengen ikutan jugaaa..
    Semoga tahun depan bs berjodoh niih sama kelas ODOP nya..

    BalasHapus
  6. Keren pak, selamat ya sudah lulus.
    Gka salah kta temenku, idol 8 lebih ketat dan ngeri hiii wkwk.
    Konsisten itu adalah no 1 ketika ikut odop.
    Selamat juga untuk pserta2 yg lainπŸ˜„

    BalasHapus
  7. Serasa de javu waktu baca tulisan ini. Jadi inget masa lalu #eaa, Saya ODOP bacth 5 lho, pak.
    Selamat buat kelulusannya Pak Yonal. Selamat datang di keluarga besar ODOP

    BalasHapus
  8. Selamat ya Bang Ronal, lengkap euy ini. Kayak laporan keuangan 😁😁

    BalasHapus
  9. Terima kasih pak yonal ringkasan perjalan ODOPnya
    Buat rujukan tulisan 🀭

    BalasHapus
  10. Jadi punya bayangan kegiatan odop itu seperti apa

    BalasHapus
  11. Selamat atas kelulusannya, Pak Ronal. Terima kasih sudah diberi pandangan mengenai ODOP. Bener-bener harus siap tahan banting, nih.

    BalasHapus
  12. keren pa yonal, mantul.
    sy jg mau ikut ODOP nanti ya kabar kabari even nya di grup

    BalasHapus
  13. selamat sudah lulus dan jadi yang paling inspiratif, Pak Yonal! aku lagi nungguin batch 9 nya nih hihi

    BalasHapus
  14. Ternyata sudah terbiasa menulis tepat waktu ya Pak yo menejemen waktunya pasti bagus

    BalasHapus
  15. Wah kok jadi ngerasa ikut deg-deg an dengan aura kawah candradimuka event ini. Patut di coba juga nih.

    BalasHapus
  16. Asik banget kayaknya sesi SJLD 😁

    BalasHapus
  17. luar biasa pak yonal, rajin banget nih pantes jadi teladan. semoga ketularan spiritnya

    BalasHapus
  18. mantap semoga aku ada kesempatan juga buat ikutan odop

    BalasHapus
  19. terharu aku baca tulisan pak Yonal, buat semakin bangga sih karena bisa mencapai titik ini, barenga sama temen-temen yang lain juga rasanya bener-bener mantep dan pengen banyak orang yang tahu tentang komunitas sekeren ODOP, jangan ngaku suka nulis kalau belum kenal ODOP /plak hehhee

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email