Review Film Perempuan Tanah Jahanam

23 komentar

review impetigero

Film bertema horor mengalami pasang surut di kancah perfilman Indonesia. Para penikmat film sempat merasakan kebosanan dengan alur cerita horor di film-film horor yang biasa-biasa saja. Sepertinya kegundahan yang sama dirasakan oleh Joko Anwar, sutradara Perempuan Tanah Jahanam yang telah sukses membangkitkan kembali kejayaan film dengan tema horor tidak hanya di Indonesia, namun melanglang buana ke berbagai belahan negara di dunia dengan membawa cerita antimainstream dari film yang dibintangi oleh Tara Basro ini.

Kepiawaian Joko Anwar

Setelah sukses dengan Pengabdi Setan dan Ratu Ilmu Hitam, Joko Anwar kembali menggebrak perfilman tanah air dengan film horor urban legend yang kental dengan budaya Jawa di film yang siapkan dengan matang ini. 

Selain bertindak sebagai sutradara, Joko Anwar juga berlaku sebagai penulis skenario di film yang mengambil shooting di beberapa daerah di Jawa Timur ini. 

Kepala Desa dan juga dalang Ki Saptaji
Pic from IG @tanahjahanam 


Dengan kepiawaiannya, Joko Anwar juga mendapatkan para pemain yang pas untuk film horor thriller ini, selain Tara Basro sebagai pemeran utama, ada Marissa Anita yang walaupun masih sebagai pendatang baru di belantika perfilman Indonesia, namun aktingnya suguh ciamik, tak mengecewakan sama sekali. Di jajaran pemain laki-laki, ada Ario Bayu yang berperan menjadi seorang kepala desa dan juga dalang, juga ada Cristine Hakim yang melengkapi luar biasanya para pemain film ini. Tak ketinggalan, aura mistis film ini juga sangat ditunjang oleh wajah Asmara Abigail yang sangat memberikan kontribusi kehororan film yang tayang perdana pada Oktober 2019, dengan kata-kata yang menjadi trending  'kerasa nggak?' dari sosok ratih yang diperankannya.

Sinopsis

Cerita bermula dari Maya yang diperankan oleh Tara Basro yang berniat kembali ke kampung halamannya di Harjosari, kembalinya ia ke kampung juga dilandasi faktor ekonomi yang sudah tak mendukungnya setelah ia berhenti bekerja sebagai petugas tol. Walau Maya mencoba berwirausaha dengan berdagang pakaian di los pasar dengan temannya Dini (diperankan oleh Marissa Anita), akhirnya ia menyerah karena ternyata pasar sepi yang berimbas pada kebangkrutan tokonya. Akhirnya ditemani Dini, ia membulatkan tekad untuk pulang ke kampung sembari berharap ada peninggalan berharga dari orang tuanya yang dapat menopang kehidupannya kelak.

Setelah perjalanan jauh yang ia tempuh, tibalah Maya dan Dini di Harjosari, sebuah kampung yang sangat jauh di pedalaman, dengan indikasi belum adanya penerangan listrik di kampung ini. 

Perjalanan keduanya di Harjosari menjadi panjang ketika bertemu dengan tokoh-tokoh di kampung yang dianggap terkutuk itu, ada kepala desa yang juga seorang dalang, Ki Saptadi (Ario Bayu) dengan ibunya Nyi Misni (Cristine Hakim), ada juga Ratih yang diperankan oleh Asmara Abigael, si penjaga warung berwajah polos tapi misterius  di Harjosari.

Maya akhirnya harus menuntaskan teka-teki hidupnya di kampung yang sangat jauh dari perkotaan ini, ia harus melepaskan kutukan hidupnya yang juga dianggap sebagai salah satu penyebab Harjosari menjadi terkutuk juga, ia harus pula mencari kebenaran tentang informasi siapa sebenarnya sosok orang tuanya yang hanya meninggalkan rumah tua di kampung angker ini.

Master of Horor

Film horor ini memang unik, betapa tidak, kita tidak menemukan banyak sosok hantu menyeramkan di setiap scene-nya. Namun, walaupun tanpa sosok makhluk menyeramkan yang biasa menjadi entitas film horor, kesan horor tidak pernah lepas sekejap pun selama kita menyaksikan film ini, karena alur cerita yang tak mudah ditebak membuat penonton akan penasaran tentang apa, siapa, dan bagaimana akhir dari cerita di film ini.

Wayang dalam perempuan Tanah Jahanam
Pic from IG @tanahjahanam


Dengan alur cerita yang tidak biasa, di balut urban legend dari tanah jawa dengan wayang kulitnya dan para pemeran yang sangat pas dengan karakter-karakter yang dibawakannya, film yang melakukan pengambilan gambar lebih kurang 1 bulan ini memang pantas mendapatkan pujian luar biasa di tanah air. Banyak para penikmat film horor terpuaskan setelah selesai menonton film ini, juga para selebritis yang diundang dalam gala premiere-nya banyak yang terkagum-kagum dengan tangan dingin sang sutradara.

Tidak hanya di dalam negeri, dengan judul Impetigore untuk versi internasional, film ini juga banyak diulas positif di luar negeri. Bahkan banyak para pengulas yang mengatakan bahwa film yang dibuat dengan bekerja sama dengan sebuah production house Korea Selatan, CJ Entertainment ini tak kalah dengan film Holywood sekelas Midsommar.

Perempuan Tanah Jahanam Go International

Kini setelah lebih satu tahun dari penayangan perdananya di Indonesia, film yang di produksi oleh Rafi Film dan Base Entertainment, juga kerja sama dengan Ivanhoe Pictures ini, menurut informasi dari instagram @tanahjahanam, sampai saat ini masih terus di putar di beberapa negara di Asia, seperti di Thailand dan di Kamboja.

Perempuan tanah jahanam di Thailand
Pic from IG @tanahjahanam 


Dengan nama Impetigore, film ini menjadi karya Joko Anwar yang juga banyak menjadi nominasi penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri. Setelah memecahkan rekor dengan mendapat 17 nominasi di Festival Film Indonesia (FFI), kini Anugerah Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang di prakarsai Kemenparekraf  juga menjadikannya nominasi kategori film.

Untuk tahun 2021 yang akan datang, film ini masih akan memperlihatkan taringnya dengan menjadi satu-satunya secara resmi menjadi perwakilan Indonesia  di kancah perhelatan internasional, Academy Award ke 93.

Bangga Buatan Indonesia

Dari sisi seni perfilman, Indonesia patut berbangga dengan film yang sudah dipersiapkan selama 10 tahun oleh Joko Anwar ini. Terbukti dengan banyaknya apresiasi yang diterima dari dalam dan luar negeri, membuktikan bahwa film Indonesia tak kalah bersaing dengan film-film dari negara lain.

So, bagi teman-teman yang belum menonton film yang memacu adrenalin ini, don't worry, di go play film ini masih dapat di tonton loh. Then, feel the sensation jahanamnya Perempuan Tanah Jahanam.


 

  


Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

23 komentar

  1. Waduh...horor
    Meski gaya penulisannya ngajak banget buat nonton. Tapi saya cari aman aja ahh

    BalasHapus
  2. Jarang banget nonton film horor, tapi bolehlah dimasukin ke list, hehe

    Btw, keren banget filmnya.. tak disangka ini Indonesia punya ^^

    BalasHapus
  3. Awalnya pengen skip aja begitu tahu ini film horor, tapi ulasan pak Yo, bikin orang baca sampai akhir.

    BalasHapus
  4. Nah, horor Indonesia yg begini nih masih bisa dinikmati, dan terasa real story nya gitu. Aku langsung cari dong filmnya, hihi..

    BalasHapus
  5. film ini bagus, dari segi cerita dan pemerannya. ada plot twistnya juga. keren lah. cuman saya ga kuat sama scene scene berdarah darahnya, di kuliti dan di penggal kepala. duh ngeri

    BalasHapus
  6. Wah..baca nya aja horror. Gimana dg nonton aslinya.. Aku sih salut dengan penulis dan sutradara yg udah berhasil ngangkat budayaJawa. Indonesia keren ya..

    BalasHapus
  7. Jadi ingin nonton versi luar negerinya

    BalasHapus
  8. aku belum nonton filmnyaa
    udah lama pula gak nonton film horor

    BalasHapus
  9. nonton film horor bikin suka kebayang adegannya. cukuplah baca disini aja. hihi takutt..

    BalasHapus
  10. waduh aku nyerah duluan kalau film horor, tokoh-tokohnya maupun adegannya bisa berputar-putar di kepala berhari-hari. tapi jempol untuk ulasannya pak yonal. angkat topi setinggi-tingginya.

    BalasHapus
  11. Wah saya sudah menonton film ini bang, recomend lah buat teman teman yang belum mmenonton film ini.

    BalasHapus
  12. jadi pengen nonton juga tapi takut ngga bisa tidur 😭

    BalasHapus
  13. Saya lebih suka baca horor daripada nonton horor pak hehe
    Kalau nonton bakal kebayang-bayang soalnya, kalau baca kan bisa mengendalikan imajinasi biar nggak kemana-mana

    BalasHapus
  14. Aslinya sih penakut, tapi Krn penasaran sama ulasannya pak Yonal jd keterusan sampe akhir dan ujung² nya aku penasaaaaraaan 🤭
    Pen nonton, tp takuttt wkwkwk

    BalasHapus
  15. mantul pa yonal, sy jg pecinta film horor, misteri ataupun thriller

    BalasHapus
  16. Jadi ingat dulu di kampus pernah pentas teater judulnya, Tanah Jahanam. bukan horor sih.. duuh, serem saya nmau nonton horor. hehe

    BalasHapus
  17. Kalo joko anwar yang bikin, emang udah nggak diiragukan lagi suasanya aih :(

    BalasHapus
  18. Dari judulnya menarik sekali, pas baca kerasa pengen nonton jadinya

    BalasHapus
  19. Aku tu pengen banget nonton film ini, beberapa kali diajakin temen nontin di bioskop, tapi aku tolak. Mending nonton horor luar negri daripada horor indonesia.. hantunya nyeremin. Saya penakut. Hahaa

    BalasHapus
  20. Rasanya pernah kutonton tpi lupa ceritanya wkwk.
    Baca ini baru ngeh.
    Btw aku BCA tengah malem lumayan juga auranya

    BalasHapus

Posting Komentar