Martin Setiawan: Blogger dan Programmer

6 komentar

profil Martin Setiawan Seorang blogger yang juga Programmer


Selama hampir dua bulan bergabung dengan OPREC -Open Recruitment- yang diadakan oleh Komunitas One Day One Post (ODOP) dan juga satu bulan mengikuti kelas Blogspedia Coaching for Newbie bimbingan coach Marita Ningtyas, banyak sekali hikmah yang dapat diambil. Selain membiasakan habit menulis, manfaat lainnya adalah bertambahnya relasi dari berbagai latar belakang. Salah satu orang hebat yang juga ikut bersama di program ODOP dan blog coaching ini adalah Martin Setiawan, seorang programmer handal yang jatuh cinta terhadap dunia blogging yang akhirnya membawanya juga menjadi seorang blogger. 

Nah, berikut beberapa informasi tentang sosok ayah dua anak ini yang akan kita kupas tuntas di sini. Let’s check these out. 

Perjalanan Martin Setiawan 

Lahir di kota Semarang, Martin kecil tumbuh dengan masa sekolah yang diwarnai perundungan. Menginjak remaja ia bersekolah di sebuah SMK negeri, tepatnya di SMK 4 Semarang dengan mengambil jurusan instalasi listrik. 

Setelah lulus dari SMK, ia melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Manajemen Informatika. Di tempat kuliahnya pula ia bertemu dengan sosok yang meluluhkan hatinya, yang kemudian ia perjuangkan dengan sepenuh hati agar dapat menjadi pendamping hidupnya. Usahanya tak sia-sia, sosok perempuan yang ia cintai akhirnya menjadi partner hidupnya sampai saat ini, dilengkapi dengan dua buah hati menggenapi kebahagiaan keluarga ini. 

Sosok Pekerja Keras 


Selepas kuliah ia bertekad untuk tidak lagi menggantungkan hidup kepada orang tua, maka ia dengan sungguh-sungguh mencari pekerjaan. Tetapi mencari pekerjaan yang sesuai latar belakang pendidikan bukanlah hal yang mudah, maka ia pun tak sungkan untuk bekerja sebagai penulis buku, admin sebuah toko, bahkan menjadi cleaning service. 

Di tengah semangatnya dalam mengikhtiari hidup, ia berencana melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, dan niat baiknya berbanding lurus dengan janji Allah yang akan mendatangkan rezeki lebih ketika seseorang akan memasuki tahap berkeluarga. Tepat seminggu sebelum melangsungkan pernikahan, ia diterima bekerja sebagai programmer di sebuah rumah sakit negeri di Semarang. 

Martin Setiawan bersama istri dan dua buah hatinya

Petualang Sejati 


Setelah kelahiran anak pertamanya, ia meminta izin kepada sang istri untuk bekerja di luar daerah. Maka, setelah restu dikantonginya, ia bekerja di RSUD Kebumen Jawa Tengah selama satu tahun, setelah itu ia kembali berpindah ke rumah sakit lain, tepatnya ke RSUD Kendal, di sana ia bekerja sebagai programmer. Selepas dari RSUD kendal, ia magang di project yang dimiliki teman sesama programmer, selain itu ia juga magang di sebuah agensi yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat. Di bidang pemrograman keahliannya meliputi: 
  • Skil dalam Visual Basic 6 
  • Skill dalam Basic.net 
  • PHP code igniter 3 dan CMS Wordpress 
  • Database SQL Server, MySQL 

Walaupun aktivitasnya lebih banyak di belakang komputer, namun ia juga tak sungkan untuk berbagi ilmunya secara langsung. Ia pernah beberapa kali menjadi pembicara dalam acara yang berhubungan dengan dunia pemrograman. Beberapa acara yang pernah ia ikuti sebagai narasumber diantaranya adalah: 

  • Pemateri Bridging Vclaim di workshop organisasi perhimpunan pemerhati INACBG Indonesia .
  • Pemateri penggunaan aplikasi E-klaim dan analisa biaya klaim di workshop pembekalan mahasiswa Poltekes Semarang. 

Untuk menjaga silaturahmi di antara para programmer yang bergelut di SIMRS (sistem Informasi Rumah Sakit) ia dan kawan-kawannya membentuk grup diskusi pengembangan SIMRS di grup telegram IT-RS Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dengan terbuka mempersilahkan kepada setiap yang bekerja di rumah sakit dan ditugasi di bagian programmer untuk bergabung ke dalam grup telegram ia dibuatnya untuk saling belajar tentang alur dan implementasi SIMRS. 

Jatuh Cinta Kepada Dunia Blogging


Berawal dari suka mengantar sang istri ke acara-acara gathering blogger, Martin Setiawan mulai mengenal tentang blog dan juga blogger-blogger hit dari Semarang. Dari sanalah ia mulai tertarik untuk terjun ke dunia blogging. Namun karena kesibukannya sebagai seorang programmer, blognya kadang lama tak terisi konten apapun, hanya sesekali ia menulis, itu pun yang berhubungan dengan dunia pemrograman. Tapi ternyata tulisannya tentang dunia pemrograman ini paling banyak viewer-nya di antara konten yang ia tulis di blog, sehingga semangatnya menulis kembali menyala. 

Hampir empat tahun menulis di blog, ia merasa blog menjadi tempat curahan hatinya, karena ia merasa blog dapat menjadi wadah untuk mengekspresikan diri dalam bertutur kata. Ia mengaku sebagai sosok yang introvert, sehingga mengalami masalah jika berkomunikasi langsung dengan orang, ia akan merasa terbata-bata, sampai keringat dingin. Namun berbeda ketika sudah berhadapan dengan blog, ia akan lancar selancar-lancarnya dalam mengeluarkan lantunan kata-kata. 

Selain kegiatan menulis, hal yang paling ia sukai ketika terjun ke dunia blogging adalah seringnya menghadiri gathering, karena dengan gathering, kebersamaan sesama blogger akan terjalin dengan baik, di mana akan banyak sekali ilmu dan informasi yang didapatkan selama gathering berlangsung. 

Dua Kacamata


Yang unik di blog miliknya, ia mempunyai project menulis bersama sang istri dengan menu ‘dua kacamata’ yang berkisah tentang keluarga dan pola asuh anak. Kenapa namanya ‘dua kacamata’?. Karena pasangan yang selalu tampak romantis ini, keduanya menggunakan kacamata. Tak hanya kacamata dalam artian harfiah, namun penggunaan kata tersebut digunakan sebagai padanan sudut pandang, karena mereka akan membahas tema yang sama dalam ‘dua kacamata’, namun dengan sudut pandang berbeda, tergantung dari sisi suami ataupun dari sisi sang istri. 

Demikian profil mas Martin Setiawan, seorang programmer, blogger dan juga Suami dari coach Marita Ningtyas. Semoga totalitasnya dalam mengabdikan diri pada bidang pekerjaan yang ia tekuni dapat kita teladani, juga sifat membimbing dan sabar dalam membina keluarga kecilnya dapat kita jadikan pelajaran dan teladan. 

Good luck Mas Bro

Baca Juga:
Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

6 komentar

  1. Aku selalu kagum sama programmer. Kerenlah. Dulu waktu kuliah juga pengen jadi programmer, tapi takdir menuntun tuk jadi guru

    BalasHapus
  2. Wah kisah hidupku jadi keren banget, terima kasih mas yonal

    BalasHapus
  3. Aah mas yonal nulisnya selalu rapi, ngiri aku tuh hahaha

    BalasHapus
  4. Kereenn, MasyaAllah.. Ini nggak kalah keren sama momblogger loh. Para ayah ini semangatnya juga patut diacungi jempol. Terimakasih Pak Yonal, sudah membantu mengenalkan Pak Martin lebih banyak. Kalian partner debest :)

    BalasHapus

Posting Komentar