a journey

Menggembleng Siswa Dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)

10 komentar
OSIS

Setelah melaksanakan pemilihan ketua OSIS di sekolah atau madrasah, biasanya kegiatan selanjutnya sebelum pelantikan OSIS adalah pelaksanaan program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau yang biasa dikenal dengan LDKS. Apa itu LDKS dan apa pula manfaatnya? Here They Are

Manfaat Latihan dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa adalah program yang dibuat dalam program kerja OSIS yang bertujuan agar setiap siswa, khususnya yang bergabung dengan OSIS dan MPK mempunyai kemampuan memimpin yang baik dan juga berkualitas.

Hal yang juga jadi tujuan diadakannya Latihan Dasar kepemimpinan Siswa adalah agar siswa mempunyai karakter yang kuat dalam personality-nya. Secara lebih spesifik, manfaat diadakannya LDKS adalah

  • Kepercayaan diri yang semakin terpupuk
  • Memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang organisasi
  • Terbentuknya karakter siswa yang mempunyai skill kepemimpinan
  • Belajar untuk menjadi pemimpin masa depan
  • Belajar untuk terus mengasah potensi yang dimiliki setiap siswa

LDKS OSIS & MPK MA Raudlotul Ulum Kadudampit

OSIS MA Raudlotul Ulum mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan untuk pengurus OSIS, MPK, Perwakilan setiap kelas, dan juga pengurus ekstrakurikuler yang akan segera dilantik untuk masa khidmat 2021/2022 pada Kamis, 4 November 2021 yang bertempat di lingkungan Madrasah Aliyah Raudlotul Ulum Kadudampit.

Dalam sambutannya, Kepala MA Raudlotul Ulum, H. Daden Iskandar menyampaikan bahwa momen LDKS ini sejatinya dijadikan pembelajaran dan modal bagi para siswa untuk menyerap ilmu tentang keorganisasian dan kepemimpinan, sehingga diharapkan nantinya para pengurus OSIS, MPK, perwakilan kelas, dan pengurus ekstrakurikuler di MA Raudlotul Ulum akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat di masa yang akan datang.

OSIS dan MPK

Ada beberapa materi yang diberikan pada acara LDKS yang mengambil tema membentuk kader-kader OSIS yang bertanggung jawab dan kompeten itu yang disampaikan oleh beberapa guru, baik dibidang akademik, kesiswaan, dan pembina OSIS-nya sendiri. Materi-materi tersebut antara lain:

Manajemen Organisasi

Materi manajemen organisasi dalam LDKS OSIS MA Raudlotul Ulum ini disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Akademik. Dalam pemaparan materinya, Wakamad Bidang Akademik menyampaikan bahwa setiap anggota yang bergabung dengan OSIS harus memahami pola manajemen dalam sebuah organisasi.

Mengelola sebuah organisasi berarti mengurus secara paripurna mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai pelaporan. Tidak boleh setiap anggota OSIS hanya menumpang nama di keorganisasian, tanpa mengambil peran salah satu atau seluruh dari tugas-tugas manajemen organisasi.

Dalam manajemen organisasi juga harus ada struktur yang jelas, mulai dari pengurus inti dan divisi-divisi yang dibentuk sesuai kebutuhan organisasi. Pembentukan divisi dalam organisasi sebagai pelaksana setiap program boleh disamakan dengan kepengurusan sebelumnya, ditambah, atau bahkan dikurangi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan menyesuaikan dengan visi misi yang diberlakukan selama masa pengabdian.

Peran OSIS Dalam Bersinergi Dengan Madrasah

Untuk Materi Sinergi OSIS dengan Madrasah disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ustaz Dikdik Dzulkarnaen. Dalam pemaparan materinya ia menyampaikan bahwa berkhidmat menjadi anggota OSIS berarti siap untuk bekerja sama dengan sekolah atau madrasah untuk melaksanakan visi misi yang sinkron antara OSIS dan Sekolah. 

Jika Sekolah dan OSIS tidak mempunyai tujuan yang sama, maka yang akan terjadi adalah ketidaksinkronan dalam membentuk kerja sama. Maka diperlukan sinergi yang apik agar sekolah dan OSIS selalu seiya dan sekata dalam menjalankan setiap program kerja yang telah dicanangkan.

Belajar Menjadi Maker Decission

Menjadi seorang pemimpin berarti belajar untuk menjadi seorang yang akan mengambil keputusan. To be Maker decission memang bukanlah perkara yang mudah, namun jika tidak yang berani sama sekali, akan jadi masa depan bangsa ini. Untuk itu diperlukan sosok-sosok pemimpin yang dapat mengambil keputusan yang tepat dan akurat dalam setiap masalah.

Dalam OSIS, belajar mengambil keputusan tentu saja akan melalui musyawarah mufakat dengan para pengurus lainnya. Ini menandakan bahwa kita adalah organisasi yang demokratis, bukan otoriter. Nantinya, kepurtusan yang diambil adalah keputusan bersama, sehingga apa pun risiko yang terjadi dikemudioan hari akan menjadi tanggung jawab bersama semua anggota organisasi.

Materi terakhir ini disampaikan oleh pembina OSIS di MA Raudlotul Ulum yaitu Ustaz Hilman Hamdani. Dalam penyampaian materi ini juga para calon pengurus OSIS diuji untuk mensimulasikan bagaimana cara mengambil keputusan dalam sebuah masalah dengan beberapa contoh ilustrasi kasus-kasus dalam organisasi. Tujuannya agar siswa langsung dapat belajar mempraktikkan materi sehingga dapat secara bertahap beradaptasi ketika nanti terjun ke lapangan secara langsung.

OSIS & MPK

Ikhtiar Madrasah Dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan

Sekolah atau madrasah sejatinya menjadi tempat setiap peserta didik untuk dapat mengeksplorasi setiap potensi yang mereka miliki. Setiap anak didik tentunya memiliki potensi dan bakat yang berbeda dan unik dan disinilah peran sekolah untuk dapat menjadi wadah untuk mereka.

Beberapa siswa yang mempunyai potensi dan skill di bidang organisasi dan kepemimpinan seyogianya dapat dikembangkan potensinya oleh sekolah. OSIS adalah salah satu wadah sekolah yang dapat dijadikan tempat untuk menggembleng dan mengembangkan potensi itu karena dalam OSIS itu sendiri ada program khusus yang diperuntukkan untuk memberikan informasi-informasi dan materi dasar tentang keorganisasian dan kepemimpinan, yaitu dalam program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Related Posts

10 komentar

  1. Aamiin, semoga para leader dan calon leader dari program LDKS ini juga amanah serta menebar manfaat untuk sekitar baik dari kalangan siswa, sekolah, bahkan nusa dan bangsa :D

    BalasHapus
  2. Senang ya kalau sudah diberikan pelatihan seperti ini sejak di sekolah. Jadi minimal setamat pendidikan 12 tahun anak-anak sudah dibekali dengan materi Dasar kepemimpinan.

    Ketika setamat sekolah anak-anak tidak langsung melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, minimal mereka sudah punya tekhnik kepemimpinan dasar. Sayang saya dulu ga aktif di OSIS, jd ikut pelatihan gini saat bekerja wkwk

    BalasHapus
  3. Jadi ingat saat-saat sekolah di SMA negeri 1 Sidoarjo. Dulu saya cupu banget, minder, gak pede. Jadi nyesel sekarang...

    BalasHapus
  4. Wah jadi inget ikut ini pas SMP, SMA gak ikut karena ikut beda kegiatan nggak osis lagi hihi. Btw, menurutku pntg bgt pelatihan spt ini. Karena pengalaman selama ini kegiatan osis & self development itu kepake bgt sih di dunia kerja dan building kepribadian saat berkarya di masyarakat

    BalasHapus
  5. waaah, langsung bernostalgia jaman MTs sama MA dulu, Pak. Memang penting banget sih buat ikut latihan dasar ini, apalagi sejak sekolah. Belajar berorganisasi, dan bergaul dengan banyak orang dengan berbagai tipe :D

    BalasHapus
  6. Tulisan kang Yonal selalu bikin kangen sama masa ngepsek dulu. LDKS ini salah satu kegiatan andalan di sekolah yang wajib diikuti seluruh siswa kecuali kelas 9.
    Suka takjub sama kreativitas Wakasek

    BalasHapus
  7. Pak guru banget ini mah, hehe..
    Jadi kangen masa-masa sekolah dulu

    BalasHapus
  8. masya allah reportase rasa curhat ni pak, tapi aku menikmati sekali dan nostalgia.

    LDKS ini merupkan budaya sekaligus kebutuhan yang perlu dilestraikan karena kepemimpinan tidak bisa idgantikan dengan teknologi appaun selain digembleng langsung ya tidak sih?

    BalasHapus
  9. Penting banget kegiatan seperti ini khususnya untuk masa depan.. Membantu kita juga untuk berorganisasi di masa depan.. Sayang banget dulu aku gak seaktif ini :(

    BalasHapus
  10. Penting banget kegiatan seperti ini memang ya pak .. aku dulu juga seneng dan aktif dalam kegiatan seperti ini.. hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar