Budget Minimalis Untuk Pernikahan? Bisa!

17 komentar
tips menganggarkan budget minimalis untuk pernikahan


Bulan-bulan hujan di akhir tahun biasa disebut bulan pernikahan. Faktanya undangan menghadiri resepsi pernikahan memang mulai mengantri dalam daftar family planning di banyak keluarga Indonesia. Di luar itu, di antara banyaknya agenda pernikahan muda-mudi saat ini, sebagian yang lain masih kebingungan memikirkan budget minimalis untuk pernikahan. Memang perlu strategi untuk mengatur anggaran dengan anggapan besarnya biaya yang dibutuhkan dalam persiapan acara untuk menjadi raja dan ratu sehari itu.

Sehari Untuk Selamanya

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, banyak yang ingin menjadikannya momen yang tak akan terlupakan seumur hidup. Namun di sisi lain, menjadikan pernikahan sebagai hari yang istimewa selalu dianggap berbanding lurus dengan biaya yang tidak sedikit untuk mewujudkannya. Padahal istimewa tidak selalu berafiliasi dengan kata mewah, kita bisa tetap menciptakan suasana khidmat dan sakral dalam resepsi pernikahan tanpa harus menghambur-hamburkan biaya di luar batas kemampuan.

Perlu beberapa strategi untuk menciptakan acara resepsi pernikahan jika calon pengantin mempunyai dana terbatas untuk biaya acara. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum melaksanakan pernikahan.

Komunikasi Dari Hati ke hati

komunikasi dari hati ke hati

Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi dua keluarga besar. Berkomunikasi dua kepala saja kadang kepala banyak sekali onak dan duri dalam membicarakan hal krusial pernikahan, apalagi jika keluarga ikut terlibat di dalamnya. Maka, sebisa mungkin jika sudah memasuki tahapan serius untuk membangun rumah tangga, hal yang perlu dikomunikasikan jauh-jauh hari, salah satunya adalah masalah biaya.

Jangan menutupi gengsi jika memang tak mampu untuk menggelar sebuah acara resepsi yang wah, jangan sampai masuk kategori bahan gosip masyarakat dengan tema 'resepsi ala kerajaan, tapi sesudahnya tinggal di kontrakan'. Lebih baik jujur kepada pasangan dan keluarganya tentang keterbatasan dana dan hanya bisa menggelar acara resepsi yang sederhana jika memang seluruh keuangan resepsi ditanggungkan kepada pihak laki-laki.

Dengan adanya komunikasi yang baik jauh sebelum pelaksanaan pernikahan, pastinya akan banyak alternatif solusi dan masukan dari keluarga. Contohnya, ada keluarga yang memahami keterbatasan dana dari pihak calon pengantin laki-laki dan dengan legawa pihak calon pengantin perempuan siap urunan dana untuk merealisasikan cita-cita pernikahan.

Bagaimana jika salah satu pihak tidak bisa menerima kondisi dan keras kepala dengan pendiriannya?. Ini adalah indikasi yang sangat membutuhkan kepala dingin untuk berkomunikasi dari hati ke hati, karena jika tidak terselesaikan, hal tersebut akan menjadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga. Bayangkan apa yang akan terjadi setelah pernikahan jika dimulai dengan suatu masalah yang tidak terselesaikan. Orang Sunda menyebutnya 'awet rajet'.

Seorang kenalan pernah memilih mundur ketika disodori proposal anggaran biaya pernikahan yang ia tak bisa mengabulkannya. Ia berpikir logis, jika untuk sebuah resepsi pernikahan saja permintaannya sudah tidak masuk akal dan tak memandang kemampuan perekonomiannya, bagaimana nanti setelah menikah?.

Kreatif Dalam Merencanakan Sebuah Resepsi

Menjadi sosok yang kreatif sangat dibutuhkan dalam mengelola biaya minimalis dalam untuk menghadapi acara resepsi pernikahan. Beberapa yang bisa  disiasati dengan kreativitas mumpuni dalam menyiapkan resepsi seperti:

1. Undangan

  • Baik untuk dipahami bahwa seelok dan semahal apapun bentuk undangan, pada akhirnya ia akan berakhir di tempat sampah. Maka pilihlah bentuk undangan yang murah, dengan harga 1.500-2.000 rupiah saja persatu buah undangan, calon pengantin sebenarnya sudah bisa menghemat, tinggal memilih tema undangan yang sesuai yang disediakan oleh percetakan.
    contoh undangan pernikahan
    contoh undangan pernikahan

  • Jika undangan konvensional masih dianggap memakan biaya, undangan on line bisa jadi alternatif selanjutnya. Dengan membuat video singkat yang berisi undangan dan di bagikan di media sosial dengan menandai orang-orang yang akan kita undang. Undangan done.
    contoh video undangan
  • Tidak bisa membuat undangan dalam bentuk video?. Coba buat desain undangan secara otodidak dengan canva.com, ada banyak contoh jenis undangan yang bisa dimodifikasi dengan mudah di dalamnya. Tinggal tulis 'undangan' di menu pencarian, dan puluhan contoh undangan akan muncul siap untuk di desain ulang dengan kreativitas kita. 
    contoh undangan dari canva
    contoh undangan dari canva.com yang bisa diedit dan dimodifikasi

  • Masih belum bisa juga?. Gunakan jurus terakhir. Langsung buat susunan kalimat undangan, bagikan di media sosial, tag orang-orang yang akan diundang. Beres.

2. Berdayakan Relasi

Pentingnya sebuah relasi akan sangat terasa jika kita dalam kondisi membutuhkan banyak sentuhan tangan-tangan kreatif dalam membantu masalah. Dengan memiliki banyak saudara, teman, atau siapapun yang berelasi baik dengan kita akan sangat bermanfaat ketika menyiapkan acara dengan budget minimalis untuk pernikahan. Contohnya dalam hal undangan, jika calon pengantin tidak bisa membuat undangan dalam bentuk video atau dengan desain Canva, bantuan teman yang mumpuni dibidangnya akan sangat membantu meringankan beban.

3. Bijak Dalam Memilih Suvenir

Mulai dengan harga 1.000 rupiah per buah, suvenir pernikahan banyak dijajakan para vendor. Contohnya di Liman Huda, toko yang juga melayani pernak-pernik pernikahan ini menawarkan buah tangan untuk para tamu undangan dengan harga yang hemat di kantong. Beberapa contoh suvenir dengan harga terjangkau namun tetap memberikan kemanfaatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari seperti:

  • Tasbih
  • Bros
  • Gelas hias
  • Gunting kuku
  • Kipas
  • Gantungan kunci
    suvenir murah untuk pernikahan
    Contoh suvenir pernikahan murah meriah

4. Pilih Paket Vendor Pernikahan Yang Sesuai Anggaran

Saat ini banyak vendor pernikahan yang menyediakan paket lengkap yang terdiri dari dekorasi, rias pengantin, baju pengantin, sampai masalah catering dengan ragam biaya yang bisa menyesuaikan dengan kemampuan calon pengantin. 

Memilih vendor dalam bentuk paket akan lebih menghemat biaya dan juga waktu untuk berkoordinasi dengan penanggung jawab dibandingkan dengan memilih vendor pernikahan satuan. Namun tetap, bijak dalam menentukan pilihan adalah kunci untuk bisa mengontrol biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai mendapatkan harga murah dan murahan. Tanyakan kepada saudara atau teman yang telah mempunyai pengalaman berurusan dengan vendor pernikahan. Testimoni dari relasi setidaknya bisa menjadi gambaran tentang kualitas vendor yang akan kita gunakan dalam resepsi.

Perhatikan pula masalah vendor riasan/make up pengantin. Banyak yang menyesal dengan hasil riasan dari seorang MUA (make up artist) karena belum mengetahui rekam jejak sebelumnya. Alhasil banyak calon pengantin yang aslinya cantik, berubah menjadi tak dikenali (dalam arti negatif) karena salah make up. Tipsnya, mintalah riasan minimalis agar tidak menghilangkan aura sang pengantin.


5. Hilangkan List Yang Tidak Urgen

Bila kondisi anggaran biaya yang tidak memungkinkan, calon pengantin bisa meniadakan beberapa item yang tidak dianggap masuk kategori prioritas. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk dieliminasi dalam acara resepsi pernikahan seperti:

  • Prewedding
  • Seragam Keluarga
  • Hiburan

Pernikahan adalah awal dari kehidupan berumah tangga. Banyak yang ingin menjadikannya sebagai hari istimewa, namun jika sampai menumpuk hutang demi merealisasikannya, bisa jadi akan menjadi malapetaka baru dalam episode kehidupan berumah tangga.

Semoga pernikahan menjadi gerbang awal untuk menjalin kehidupan yang baik bersama orang yang di kasihi, seperti bait-bait doa pernikahan



بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ


Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagimu. Dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Demikian beberapa hal yang dapat menjadi rujukan dalam manajemen budget minimalis untuk pernikahan. Semoga bermanfaat untuk para calon pengantin yang akan mempersiapkan hari istimewa. Bagi para jomlo yang masih menunggu belahan jiwanya mengikrarkan diri untuk serius menjalin rumah tangga: jangan berputus asa, tetap berikhtiar, berdoa, dan memantaskan diri untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai kriteria.



Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

17 komentar

  1. Waaa lengkap banget Kang.. Iya betul, bagian prewed bukan masuk prioritas, meski sekarang menjadi trend hehehe

    BalasHapus
  2. Setuju pak agar tidak berhutang khususnya untuk pernikahan. Karena pernikahan merupakan gerbang awal memulai masa depan. So mulai dengan hal yang sesuai dengan budget kita saja, menurut saya "akad nikah" itulah yang paling utama dan paling bijak untuk diprioritaskan di banding pernak pernik lainnya..

    BalasHapus
  3. Ia nih pengeluaran sebenarnya lebih banyak untuk ceremonynya aja akhirnya banyak yang menunda pernikahan

    BalasHapus
  4. Sepaham dengan Pak Yonal. Miris juga kalo sehari di kerajaan, selamanya di kontrakan. Malu.

    BalasHapus
  5. Baca ini jadi tertampar he. Memang blum ada rencana nikah sekarang2.
    Tapi udah ngebayangin aja gimana nanti pernikahan ku.
    Dan egoisnya, mau serba sempurna.wkwk

    BalasHapus
  6. Baca artikel ini, jadi teringat pernikahan bunda 22 tahun silam :)
    Punya budget minimalis, alhamdulillah malah banyak vendor kasih gratis. Keluar dana hanya utk konsumsi, rezeki anak pak Saleh.

    BalasHapus
  7. wah bener2 simpel deh

    cocok nih bagi singelillah wkwkwk

    BalasHapus
  8. Bermanfaat sekali tipsnya, pandemi juga memberikan hikmah setidaknya tradisi berlebihan dalam membuat acara terminimalisir.

    BalasHapus
  9. Mantab...cocok untuk yang mau nikah rapi ribet dengan biaya ini itu, padahal cukup diukur dengan kemampuan saja ya pak

    BalasHapus
  10. mantul..jalankan sunnah nabi ini dgn tulus tanpa harus mewah dlm resepsi :)

    BalasHapus
  11. kalau di drama, pernikahan itu adalah sebuah akhir yang bahagia. padahal sebenarnya pernikahan adalah awal dari perjalanan ibadah terpanjang yang tentuuu perlu perbekalan. jadi jangan habis di resepsi ya pak 😁

    BalasHapus
  12. Keren kang Yonal isi tulisannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Tipsnya sangat bermanfaat, jadi bedain mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.

    BalasHapus
  14. Resepsi pernikahan gak perlu mewah, yang penting bermakna

    BalasHapus
  15. Waaa maa syaa Allah terimakasih pak Regen di bookmarks dah biar aku tahu besok kalau sudah saatnya mikirin itu bakal mampir kemana hehe

    BalasHapus
  16. Buat para single macam aku nih, langsung melek liat artikel beginian. Hihihi. Setuju banget perihal budget minimalis pernikahan, yang ditekankan adalah maknanya, bukan mewahnya. Apalagi dalam hal memilih souvenir, konsep prewed dan hal2 lain yang hanya sebagai pemanis. Makasiii inspirasinya!

    BalasHapus
  17. cocok banget di masa pandemi ini juga gak perlu terlalu mewah untuk biaya pernikahan karena undangannya gak banyak orang

    BalasHapus

Posting Komentar