a journey

Bahaya Narkoba Bagi Generasi Bangsa

4 komentar

bahaya narkoba bagi generasi bangsa


Indonesia sudah sangat dalam kondisi darurat jika membicarakan narkoba. Distribusi barang haram ini yang sudah memasuki segala kalangan dan juga berbagai level usia membuktikan bahwa penanganan tentang bahaya narkoba ini harus sangat serius, tidak hanya oleh pemerintah melalui dinas terkaitnya, namun juga seluruh lapisan masyarakat harus ikut andil.

Apa itu Narkoba?

Menurut undang-undang nomor. 22 tahun 1997 menyebutkan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis  maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Ada istilah lain yang tertuju pada pada obat-obatan terlarang ini, yaitu narkoba yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Psikotropika sendiri adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif  pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Di dunia medis, pada awalnya narkotik digunakan untuk keperluan medis di bawah pengawasan dari seorang dokter, namun oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab telah menyalahgunakan penggunaannya sehingga menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

Jenis-jenis Narkoba

Banyak sekali ragam jenis narkoba yang beredar di Indonesia, beberapa di antaranya sangat familier, seperti:

Ganja

Aceh merupakan wilayah yang terkenal di Indonesia sebagai wilayah yang banyak lahannya di pegunungan dijadikan tempat menanam ganja oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Ganja merupakan zat kimia yang dapat mempengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran. Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari ganja adalah hilangnya konsentrasi, meningkatnya denyut jantung, gelisah, panik, depresi, dan sering berhalusinasi. Oleh para pemakainya, ganja biasa dikonsumsi dengan cara dihisap seperti halnya tembakau.

Ekstasi

Ekstasi biasanya berbentuk tablet atau kapsul, dibuat secara ilegal oleh orang yang ingin merusak generasi bangsa kita. Efek sementara yang ditimbulkan dari mengkonsumsi ekstasi adalah merasa lebih berenergi dan lebih kuat dibandingkan biasanya, sedangkan dampak negatif yang ditimbulkannya adalah

  • Menyebabkan keringat berlebih
  • Merasakan haus hingga dehidrasi
  • Rasa sakit di perut sampai diare
  • Hiperaktif dan tak terkontrol
  • Sakit kepala yang hebat
  • Menggigil di seluruh badan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nafsu makan menjadi hilang

Sabu-sabu

Sabu-sabu mempunyai harga yang tinggi, biasanya digunakan oleh kalangan ekonomi tingkat atas, pengaruh negatifnya pun sangat kuat di bagian syaraf bagi pemakainya. Zat berbentuk kristal kecil ini dapat menimbulkan penurunan berat badan secara drastis, impotensi, sariawan akut, halusinasi, kerusakan ginjal, jantung, hati, dan stroke. 

Sabu-sabu biasanya dikonsumsi dengan cara dihisap dengan menggunakan alat yang disebut bong. 

Penyalahgunaan narkoba berpengaruh buruk baik kepada pengguna maupun masyarakat dan negara. Allah yang telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna tiba-tiba dirusak dengan mengkonsumsi narkoba, ia tidak hanya merusak raga, tetapi akan hilangnya keseimbangan dalam jiwa.

Semoga kita dapat membentengi diri dan keluarga kita dari bahaya narkoba, karena apabila kita tergiur walau hanya untuk mencoba, seakan berarti kita sudah siap menantang api neraka. Naudzubillah.


Related Posts

4 komentar

  1. Saya kira narkoba itu hanya satu macam. Ternyata banyak jenisnya. Mari perangi narkoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yang saya ulas baru tiga kak, aslinya masih banyak banget jenis narkoba yang beredar di sekitar kita

      Hapus
  2. Saya cukup heran jg sama pengguna narkoba ini, padahal penyuluhannya udah sering banget, bahkan tiap jenjang pendidikan pun sepertinya sudah ada, sayang sekali kalau generasi sekarang masih gak aware juga 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak indah, padahal hampir setiap tahun di sekolah saya pun selalu bekerja sama dengan kepolisian dan BNN untuk mensosialisasikan tentang narkoba

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email