Mengenal Jenis Puasa Sunnah dan Waktunya

Posting Komentar

Dalam agama Islam selain puasa wajib di bulan Ramadan dikenal juga puasa sunnah yang bisa dilakukan di bulan-bulan lainnya. Apa saja jenis puasa sunnah dan waktunya kapan saja? Yuk belajar bersama-sama lebih mengenal rukun Islam nomor 4 ini.

Jenis Puasa Sunnah dan Waktunya

Jenis Puasa Sunnah dan Waktunya

Dalam ilmu fikih ada beberapa hukum yang sering kita dengar, di antaranya adalah wajib dan sunnah. Wajib artinya sesuatu yang harus dikerjakan serta mengandung pahala. Apabila tidak dikerjakan, maka menjadi dosa. Sedangkan sunnah adalah sesuatu yang apabila dikerjakan akan bernilai ibadah dan diberi pahala oleh Allah, tapi jika tak dikerjakan pun tak apa-apa, tapi berarti kita tak mendapat pahala.

Pun dengan puasa. Ada puasa wajib yang umum dilaksanakan pada bulan Ramadan dan  ada pula puasa sunnah di 11 bulan sisanya. Tapi untuk puasa sunnah ini memang waktunya juga ditentukan dalam syariat agama Islam, sehingga kita tidak boleh sembarangan juga mengamalkannya.

Menjalankan puasa sunnah akan memiliki banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita rasakan. Salah satunya adalah pengelolaan hawa nafsu yang lebih terjaga dan juga badan tetap sehat saat puasa. Teman-teman yang sudah terbiasa melaksanakan puasa sunnah pasti sudah bisa merasakannya.

Lalu apa saja jenis puasa sunnah dan waktunya kapan saja? Berikut beberapa penjelasannya.

1. Puasa Senin Kamis

Puasa sunnah Senin dan Kamis pada umumnya sudah banyak diketahui oleh masyarakat muslim dan insyaAllah sudah banyak juga yang biasa melakukannya. Kedua jenis puasa ini banyak diriwayatkan dalam hadist bahwa Nabi sering mengamalkannya.

Salah satu keterangan yang menguatkan tentang saum pada hari Senin dan Kamis ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiallahu Anhu

Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.(HR. Muslim).

2. Puasa Daud

Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa atau saum Daud. Ini adalah puasa yang dalam sejarah disebutkan dilakukan pada zaman Nabi Daud alaihissalam.

Saum Daud dilakukan dengan berselang 1 hari. Misalkan kita memulai saum di hari Senin, maka di hari Selasa kita rehat dan dilanjutkan di hari Rabu. Begitu terus selanjutnya.

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan 3 hari di tengah-tengah bulan. Tapi bulan yang menjadi patokan adalah bulan dalam hitungan kalender hijriyah. Ini jadi PR juga untuk kita selaku umat Islam karena banyak yang tidak hafal dengan perhitungan kalender hijriyah. Puasa ayyamul bidh umum dilakukan setiap tangal 13, 14, dan 15.

4. Puasa Syawal

Selanjutnya ada jenis puasa sunah yang disebut dengan puasa Syawal. Puasa ini sesuai namanya, dilakukan di bulan Syawal, bulan setelah Ramadan. Pelaksanaannya selama 6 hari, dimulai dari tanggal 2 Syawal, sehari setelah perayaan Idulfitri.

Melaksanakan puasa sunnah di awal bulan Syawal adalah salah satu cara mengisi kegiatan di bulan Syawal, karena biasanya di bulan ini semangat kita beribadah masih terjaga setelah sebulan sebelumnya terlatih di bulan Ramadan.

Hadis yang menguatkan tentang Puasa Syawal ada beberapa yang bisa kita jadikan rujukan. Salah satunya adalah yang menjelaskan pahala Puasa Syawal

Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh. (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

5. Puasa Arafah dan Tarwiyah

Puasa sunnah Arafah dan Tarwiyah adalah puasa yang dilakukan berturut-turut pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Dzulhijjah ini adalah bulan kedua belas dalam kalender hijriyah, dikenal juga dengan nama  Bulan Haji oleh sebagian masyarakat muslim karena memang bertepatan pelaksanaan ibadah haji oleh sebagian umat Islam di Baitullah.

Kedua puasa ini adalah puasa sunnah yang dilaksanakan sebelum perayaan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. keistimewaan puasa arafah dan tarwiyah dijelaskan juga dalam salah satu hadis Nabi.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.(HR. Muslim no. 1162)

Amalkan Puasa Sunnah untuk Belajar Menjejaki Amal Nabi

jenis saum sunnah

Yuk kita amalkan puasa sunnah seperti yang dicontohkan oleh Nabi sebagai bukti bahwa kita mewarisi apa-apa yang ada dalam Al-Qur'an maupun hadist, termasuk dalam tuntunan ibadah saum sunnah. Tak perlu langsung semua jika kita belum terbiasa, tapi mulai bertahap semampu kita. Misalnya memulai saum sunnah Senin dan Kamis. InsyaAllah jika sudah terbiasa akan ada kemudahan untuk menjalankan saum-saum sunnah lainnya.

Akan ada banyak hikmah dan cerita ketika menjalankan puasa, baik puasa wajib atau pun puasa sunnah. Teman-teman bisa juga membaca perjalanan puasa dari teman blogger, Kak Ulfa Khairina di personal blog nya. Klik saja puasa di bagian pencariannya, maka akan muncul deretan kisah dan pengalaman puasa beliau, termasuk cerita puasa di Aceh sampai di Beijing.

Demikian sedikit ilmu tentang jenis puasa sunnah dan waktunya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk teman-teman dan semoga kita bisa mengamalkannya sedikit demi sedikit sampai bisa menjadi amal sunnah yang konsisten. Aamiin.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar