a journey

Mengisi Bulan Syawal

21 komentar
puasa sunat bulan syawal

Ramadan telah dilalui, dan lebaran pun telah usai. Masyarakat kembali ke rutinitas semula setelah merayakan Idulfitri bersama keluarga dan handai taulan.

Setelah selesainya rangkaian bulan Ramadan, apa kabar dengan ibadah kita?. Tetap konsisten, atau menurun perlahan?. Kondisi kita di bulan Syawal, setelah Ramadan bisa menjadi indikasi bagaimana kualitas ibadah Ramadan kita.

Berlatih Konsisten di Bulan Syawal


Bulan Syawal adalah bulan yang istimewa, karena ia adalah bulan pertama setelah Ramadan untuk bisa bercermin pada diri sendiri tentang seberapa kualitas masa Ramadan yang telah dilalui. Maka sejatinya bulan Syawal bisa kita jadikan momen untuk terus berlatih konsisten dengan ibadah-ibadah kita kepada Allah. Konsisten sendiri dapat diartikan memantapkan hati dalam melakukan sesuatu hal secara terus menerus.

Beberapa aktivitas atau kegiatan ibadah yang bisa melatih konsistensi di bulan Syawal diantaranya adalah:

1. Puasa Sunah 6 hari

Hampir semua umat Islam pasti tahu bahwa disunahkan untuk melakukan saum atau puasa pada bulan Syawal. Tetapi ingat ya, jangan pas tanggal 1 Syawalnya, karena itu masih hari lebaran. Di hari kemenangan atau Idul Fitri, umat Islam dilarang untuk melakukan ibadah puasa. Sebab, salah satu alasannya adalah pada tanggal 1 Syawal umat Islam sedang merayakan hari kemenangan atas beberapa peperangan besar yang terjadi. Maka di tanggal itu pula umat Islam tidak boleh berpuasa sehingga hukumnya haram.

Yang dimaksud puasa 6 hari adalah umat Islam boleh melakukan puasa pada hari kedua di bulan Syawal. Tapi, sebagian orang kebanyakan melakukan pada minggu kedua bulan Syawal karena pada minggu pertama masih banyak yang merayakan Idul Fitri.

Mereka yang melakukan puasa ini sama saja dengan melakukan puasa setahun penuh. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.
(HR Muslim)

Dengan begitu, sama saja kita akan mendapatkan pahala puasa satu tahun penuh jika melakukannya. Tapi ingat pula, bagi yang punya hutang puasa yang harus di qada, utamakan saum qada dulu, karena itu hukumnya wajib. Jangan sampai mendahulukan yang sunah, menomorsekiankan kewajiban yang harus dibayar.


2. Bulan Silaturahmi

Silahturahmi bukanlah hal asing bagi semua orang. Ini bisa saja dilakukan kapan pun. Namun, khusus bulan Syawal tentu kegiatan bersilahturahmi memiliki keistimewaan tersendiri. Kita tahu kan, kalau bulan Syawal diawali dengan hari raya Idul Fitri?. Di mana semua orang saling bermaaf-maafan dan mengunjungi sanak saudara, tetangga, bahkan kerabat yang sudah lama tidak berjumpa.

Nah, di bulan inilah Allah SWT banyak memberikan keberkahan dan ampunan dengan silaturahmi dan maaf-maafan yang seluruh umat Islam melakukannya. Apalagi jika pernah mempunya masalah dengan seseorang sebelumnya, Syawal adalah waktu yang cocok untuk kita meminta maaf atau memaafkan atas segala kesalahan di masa lalu. Just move on.

Jangan sampai memaafkan hanya menjadi klise, pemanis hari raya belaka, lantas kembali dendam setelahnya. Naudzubillah.

puasa syawal

3. Bulan Nikah

Siapa nih yang lagi nunggu kepastian dihalalkan dalam ikatan pernikahan?. Syawal bisa sekali menjadi rekomendasi untuk melangsungkan akad suci ini.

Kenapa bulan Syawal adalah bulan baik untuk melangsungkan pernikahan?. Karena pada zaman dulu saat Allah SWT menurunkan wabah penyakit yang menyebabkan banyak pasangan pengantin meninggal, kaum Jahiliyah menjadikan itu sebuah malapetaka dan tidak memperbolehkan kaumnya untuk menikah di bulan Syawal. Maka dari itu, Islam mendobrak pemikiran tersebut.

Nabi Muhammad SAW pun menjadi bukti bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sesuatu yang baik. Buktinya, seperti dirangkum dari beberapa sumber, beliau menikahi Siti Aisyah dan Ummu Salamah di bulan Syawal. Untuk itu, Islam menolak keras tradisi Jahiliyah yang beranggapan bahwa menikah di bulan Syawal itu tidak baik.

Yo ayo, halalkan segera!. Kalau sudah mampu secara fisik dan psikis, tunggu apalagi?.

Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya. 
(HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya)

4. Iktikaf

Kan sudah beriktikaf di 10 hari terakhir Ramadan, kenapa harus iktikaf lagi?. karena memang iktikaf itu bukan monopoli milik bulan Ramadan saja. Kita bisa melaksanakannya kapan saja, termasuk di bulan Syawal.

Berdiam diri di masjid menjadi salah satu keistimewaan di bulan Syawal. Mereka yang beriktikaf dengan melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, serta membaca Alquran pada bulan Syawal adalah sebagai bentuk mengganti iktikaf yang tidak bisa dilakukan pada bulan Romadhon. Tetapi, bukan berarti iktikaf hanya dilakukan pada bulan Romadhon saja, ya. Kita tetap bisa melakukannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Beberapa aktivitas ibadah yang bisa dilakukan selama melaksanakan i'tikaf antara lain:
  1. Memperbanyak ibadah salat sunat, seperti salat tahiyatul masjid, salat lail dan lain-lain
  2. Mempelajari al-Quran dengan mentadaburinya
  3. Berdzikir dan berdo’a untuk mendekatkan diri kepada Allah
  4. Membaca buku-buku agama agar memperluas pengetahuan kita tentangnya.

5. Bulan Takwa

Keistimewaan lainnya yang terdapat pada bulan Syawal adalah sebagai bulan pembuktian takwa. Ini menjadi salah satu makna terpenting di bulan ini. Meski Romadhon telah usai, pada bulan Syawal inilah cara kita melakukan pembuktian berhasil atau tidak ibadah yang kita lakukan pada bulan Romadhon. Ini bertujuan untuk meraih derajat takwa.

Bagaimana cara membuktikannya? Yaitu dengan berusaha untuk tidak memutus ibadah dan amalan yang telah dilakukan pada bulan Romadhon agar tetap konsisten melakukan semua itu. Setidaknya, semua amalan dan ibadah kita di bulan Romadhon tidak akan menurun.

Semoga kita diberikan hati yang kuat untuk belajar konsistensi dalam beribadah kepada Allah sebagai kewajiban utama kita hidup di dunia. Ramadan ibarat bahan bakar yang akan membuat kita bersemangat untuk terus mendekatkan diri pada Allah, dan semoga semangat itu tidak padam, tetapi terus berlanjut pada Syawal dan bulan-bulan berikutnya, hingga sampai pada Ramadan di tahun depan. Semoga. 

Related Posts

21 komentar

  1. Ah sedih, biasanya syawal jadi bulan balas dendam, makan sepuas2nya lagi, ibadah dikendorin lagi krn hbs kenceng di Ramadhan, kok rasanya manusia jd transaksional banget gitu ya pak, mau habis2an kalau dijanjiin pahala gedhe. Btw, makasih pak Yonal udah ngingetin banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama bu Rita, ini juga pengingat untuk diri pribadi saya. Semoga kita menjadi insan yang lebih baik dan konsisten setelah dilatih di bulan Ramadan

      Hapus
  2. Jadi tahu kenapa Bulan Syawal banyak dipilih orang untuk menikah. Eh, kita belum lebaran ya, Pak Yo. Maaf lahir dan batin ya, Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Des. Mohon maaf lahir batin juga. Taqobalallahu minna wa minkum, siyaamana wasiyaamakum

      Hapus
  3. Kerasa banget si Ramadan berlomba-lomba ibadah, bulan syawal banyak yang balik lagi ke rutinitas sebelum Ramadan yang ibadahnya ya gitu gitu aja :")

    BalasHapus
  4. Saya baru sadar kalau ternyata itikaf itu bisa juga di bulan selain Ramadhan. Soalnya masjid sudah mulai sepi lagi. Padahal bulan Syawal harusnya bisa buat balas dendam melaksanakan ibadah yang waktu Ramadhan kemarin masih banyak kurangnya ya..

    BalasHapus
  5. di aku, kebanyakan menjadi bulan nikah pak, jadinya kondangan mulu, gatau kapan ngondangnya wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yu teh Yul, diantos uleman na. Segera... wkwkwkw

      Hapus
  6. Pas Ramadan semangat banget ibadah. Pas masuk Syawal mulai kendor. Emang tetasa banget perjuangan konsisten ibadah di luar Ramadan. Butuh usaha ekstraa

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali kak Feb. Yuk ah sama-sama saling mengingatkan untuk belajar konsisten

      Hapus
  7. Pak Yo aku fokusnya bulan nikah hihi
    Ya Allah semoga disegerakan di waktu yang sudah pas.

    BalasHapus
  8. pengen deh nikah di bulan syawal :D

    BalasHapus
  9. Habis lebaran malah jadi males-malesan lagi, mau shaum Syawal juga dibesok2in terus sampe ga ngeh udah mau akhir bulan. Pantes undangan nikahan banyak banget minggu-minggu ini, apalagi mungkin karena udah pada divaksin kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kang. Kondangan mulu nih bulan Syawal. Makan besar sambil silaturahmi, tapi tetep jaga protokoler kesehatan sih ya

      Hapus
  10. ternyata pernikahan Bulan SYawal itu salah satu peningalan Rasul, saya malah baru tahu, Pantesan kalau habis lebaran banyak orang pada nikah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap-siap pengeluaran tambahan untuk kondangan

      Hapus
  11. 2x ramadan tanpa keluarga di perantauan... 2 tahun ini terasa sedih sekali :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah merasakan di posisi itu sebagai seorang anak rantau. Semoga bisa segera berkumpul dengan keluarga kang

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email