Jenis-jenis Puasa Wajib dan Sunnah yang Harus Kita Tahu

Posting Komentar
Jenis-jenis Puasa Wajib dan sunnah

Di momen Ramadan ini mari kita manfaatkan waktu semaksimal mungkin agar menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupan kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hal amaliah Ramadan, salah satunya bisa dengan belajar ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Ramadan itu sendiri, misalnya belajar tentang jenis-jenis puasa wajib dan sunnah.

Untuk itu, kali ini kita akan berbagi tentang pembahasan macam-macam puasa wajib dan juga sunnah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan untuk kita sama-sama belajar, ya. Aamiin.

Jenis-jenis Puasa Wajib dan Sunnah

Dalam agama Islam ada cabang ilmu yang disebut fikih. Fikih ini berfokus pada pembahasan tata cara beramal dalam kehidupan, termasuk perangkat hukumnya. 

Untuk hukum dalam Islam sendiri kita mengenal ada wajib, haram, sunnah, makruh, dan mubah. Dan untuk memutuskan hukum suatu amal itu tentu saja rujukannya adalah Al-Qur'an dan Hadis.

Pun dengan puasa, ada puasa yang hukumnya wajib, sunnah, dan bahkan haram. Nah, kali ini kita akan membahas dua diantaranya, yaitu jenis-jenis puasa wajib dan sunnah. Sila dibaca sampai selesai, ya.

Jenis-jenis Puasa Wajib

Puasa wajib berarti puasa yang hukumnya harus dilakukan. Karena keharusan ini datangnya dari Allah, maka akan mendatangkan pahala jika kita melaksanakannya dan akan menjadi dosa apabila ditinggalkan.

Ada banyak jenis dari puasa wajib ini. Kita akan bahas satu per satu.

Jenis-jenis Puasa Wajib

1. Puasa Ramadan

Salah satu jenis puasa wajib yang umum diketahui adalah puasa selama bulan Ramadan. Pelaksanaan puasa Ramadan pada umumnya sama dengan puasa-puasa lainnya, yaitu dengan menahan tidak makan dan minum dan juga hal-hal yang membatallkan lainnya mula dari subuh sampai maghrib.

2. Puasa Qadha

Puasa qadha adalah puasa wajib sebagai pengganti dari puasa Ramadan yang tertinggalkan karena halangan yang diperbolehkan syariat agama. Beberapa alasan yang memperbolehkan puasa wajib ditinggalkan dan diganti dengan qadha antara lain karena sakit atau sedang dalam perjalanan. Pada perempuan yang sedang mengalami masa haid dan nifas pun sama, tidak puasa dulu dan nanti di qadha.

Proses pelaksanaan puasa qadha tidak harus berurutan, tetapi boleh dicicil selama periode waktu 11 bulan di luar bulan Ramadan dan diusahakan sudah lunas atau selesai ketika Ramadan tahun berikutnya akan datang.

3. Puasa Nazar

Puasa nazar adalah puasa karena kita berjanji atau berniat melaksanakan puasa karena Allah jika kita meraih suatu pencapaian. Contohnya, jika kita lulus ujian sidang skripsi, maka sebagai bentuk syukur, kita akan puasa selama sepekan. Maka, jika hajatnya terpenuhi, jadi wajiblah niat untuk puasa itu dan puasa inilah yang disebut dengan puasa nazar. 

Jika tidak dilaksanakan puasa nazar ini maka menjadi dosa, karena ibaratnya kita menjadi berhutang pada Allah dengan janji yang kita buat sendiri. Untuk itu, kita memang harus berhati-hati dalam membuat sebuah nazar, harus diusahakan dengan sesuatu yang kita mampu.

4. Puasa Kafarat

Secara bahasa kafarat artinya denda. Jadi, puasa kafarat juga bisa diartikan sebagai puasa denda. Maksudnya adalah jika kita melanggar suatu aturan dalam Islam, maka ada beberapa kasus yang bentuk dendanya adalah dengan puasa kafarat.

Contohnya, suami istri yang berhubungan badan di siang hari pada bulan Ramadan maka akan dikenai dengan hukum kafarat dan bentuk dendanya ini adalah dengan melaksanakan puasa kafarat selama 60 hari berturut-turut di luar bulan Ramadan.

Kafarat ditetapkan dalam syariat agama Islam agar kita lebih berhati-hati dalam menjalankan aturan agama, tidak sembrono.

Jenis-jenis Puasa Sunnah

Jenis-jenis Puasa Sunnah dan waktunya

Selain puasa wajib, ada juga yang disebut puasa sunnah. Puasa sunnah adalah puasa yang boleh dilakukan dan mengandung pahala, namun juga tidak menjadi dosa jika kita tak melakukannya.

Puasa sunnah ini dalam riwayat adalah puasa-puasa yang sering dilakukan oleh Nabi di luar bulan puasa. Untuk pembahasan jenis puasa sunnah dan waktunya sebenarnya sudah ada pembahasan di artikel sebelumnya. Tapi rangkumannya akan kita ulas kembali di sini.

1. Puasa Senin dan Kamis

Puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis adalah salah satu puasa yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Untuk itu, kita sebagai umatnya memang sepatutnya mengikuti apa-apa yang beliau contohkan sebagai bentuk rasa cinta kita.

2. Puasa Daud

Selain puasa Senin dan Kamis, banyak juga riwayat yang menyebutkan Nabi melaksanakan puasa seperti puasanya Nabi Daud alaihissalam. Puasa Daud adalah puasa yang dilaksanakan dengan selang 1 hari. Misalnya kita melaksanakan saum pada hari kamis, maka Jumat jeda istirahat dan dilanjutkan pada hari Sabtu. Demikian seterusnya.

3. Puasa Syawal

Setelah puasa di bulan Ramadan, kita bisa melanjutkan ibadah puasa ini di bulan selanjutnya, yaitu di bulan Syawal. Puasa Syawal ini disunatkan selama 6 hari di awal bulan Syawal setelah pelaksanaan Idul fitri.

4. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah 3 hari di tengah bulan, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15. Tapi ingat, bulan yang menjadi patokan puasa AYyamul Bidh ini adalah bulan pada kalender hijriyah, bukan masehi.

5. Puasa Arafah dan Tarwiyah

Puasa Arafah dan Tarwiyah adalah puasa pada bulan Dzulhijjah atau bulan haji. Tanggal pelaksanaan puasa Arafah dan Tarwiyah ini berurutan di tanggal 8 dan 9. Tepatnya duia hari sebelu perayaan Iduladha.

Mari Istiqomah di Puasa Wajib dan Membiasakan Diri di Puasa Sunnah

Syariat atau aturan untuk berpuasa dalam agama Islam diturunkan bukan tanpa sebab pastinya. Akan banyak hikmah yang bisa kita rasakan apabila kita dengan ikhlas menjalankan ibadah ini hanya karena Allah semata.

Salah satu hikmah dari menjalankan puasa insyaAllah badan akan terasa lebih sehat. Untuk tips puasa sehat dan berkualitas teman-teman bisa juga lihat informasinya di blog teman blogger Sukabumi, Teh Heni Hikmayani Fauzia. Coba tulis di bagian pencarian Puasa Sehat dan Berkualitas, di sana akan ada beberapa artikel yang membahasnya.

Then, mari belajar untuk istiqomah menjalan ibadah puasa wajib di bulan Ramadan dan belajar untuk mencontoh Nabi pada puasa-puasa sunnah di luar bulan puasa. Demikian sedikit ilmu tentang jenis-jenis puasa wajib dan sunnah. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar