a journey

Belajar Memahami Anak Intuitive

3 komentar
anak intuitive

Beberapa waktu lalu, putri kedua yang sedang bersekolah di Taman kanak-kanak mengikuti tes psikologis yang diadakan oleh lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan salah satu lembaga psikologi. Sebelum diadakan psikotes, kepala sekolah TK tempat sang putri belajar telah memaparkan bahwa kegiatan psikotes ini bertujuan tidak hanya untuk mengetahui IQ anak saja, tetapi lebih jauh, agar guru dan orang tua lebih memahami karakter setiap anak.

Setelah tes psikologis selesai, beberapa waktu kemudian, kami sebagai orang tua dipanggil untuk mengkomunikasikan hasil dari tes tersebut dengan konselor dari lembaga psikologi. Dari hasil psikotes tersebut, putri kami disebutkan memiliki pola kepribadian intuitive. 

Mengetahui kepribadian anak berdasarkan hasil psikotes adalah sesuatu yang baru bagi saya sebagai orang tua, dan dari pemaparan konselor, saya kembali belajar bagaimana sebaiknya memperlakukan seorang anak perempuan yang memiliki pola kepribadian intuitive.

Secara etimologi, intuitive sendiri bermakna intuisi dalam Bahasa Indonesia, yang bermakna  daya atau kemampuan mengetahui atau berusaha memahami sesuatu tanpa dipikirkan ataupun dipelajari yang hadir melalui bisikan hati atau gerak hati.

Kelebihan dan Kekurangan Anak Dengan Pola Kepribadian Intuitive

Salah satu tujuan diadakannya psikotes adalah untuk memudahkan kerja sama antar guru dan orang tua dalam menangani anak, khususnya dalam masalah belajar di sekolah. Selain untuk keperluan pembelajaran di sekolah, dengan mengetahui karakter anak, orang tua juga dapat lebih memahami bagaimana memperlakukan anak di rumah dalam bersosialisasi dengan keluarga dan berinteraksi dengan teman-teman sepermainannya.

Dari konselor lembaga psikologi yang mengetes, kami diberi informasi bahwa anak dengan pola kepribadian intuitive mempunyai kelebihan dan kekurangan. Respon orang tua sejatinya mengapresiasi kelebihan dan menjadi support sistem yang baik dalam menghadapi kekurangan dari karakter anak.

Anak dengan pola kepribadian Intuitive diartikan sebagai anak yang mempunyai karakter yang sangat sensitif atau peka, bahkan cenderung berlebihan dalam merespon suatu masalah. Jika tidak tertangani dengan baik, anak intuitive akan mengalami krisis kepercayaan diri, bahkan mudah curiga terhadap lingkungan sekitarnya.

ciri-ciri anak intuitive

Beberapa kelebihan anak dengan pola kepribadian intuitive diantaranya adalah sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya, simpati dan empatinya sangat tinggi, serta perhatian yang luar biasa.

Sifat-sifat yang termasuk kategori kekurangan dari anak intuitive adalah sensitif dan emosional. Sebenarnya, sifat sensitif bisa berkategori positif atau negatif, tergantung pada kadar sentitivitas setiap anak. Sensitif yang terkontrol berarti kepekaan terhadap sesuatu yang tertuju pada empati dan simpati. Namun jika sensitif berlebihan, yang terjadi adalah emosi dan kecurigaan akan segala sesuatu disekitarnya, and that's not good.

Sikap Orang Tua Dalam Menghadapi Anak Intuitive

Dari komunikasi dengan konselor, salah satu ilmu yang didapat adalah bagaimana sebaiknya orang tua dalam menangani anak dengan kepribadian intuitive. Beberapa pesan dari konselor, anak intuitive sebaiknya mempunyai sosok orang tua yang :

  • Sabar dalam merespon ketika berkomunikasi dengan anak secara intuitif dan alami
  • Sering memeluk sang anak sembari memberikan kata-kata sugesti penyemangat, agar anak tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, cerdas, serta sehat jiwa dan raganya.
  • Berkata dengan lemah lembut dengan inner parenting voice, yaitu memberikan pemahaman mana yang baik dan mana yang tidak untuk mereka
  • Menjadi sumber kasih sayang yang utama bagi anak, sehingga menjadi figur orang tua yang ideal bagi anaknya.

Secara garis besar, orang tua yang mempunyai anak dengan pola kepribadian intuitive akan lebih cocok jika menggunakan pendekatan intuitive parenting dalam pola pengasuhan terhadap anak. Intuitive parenting adalah pengasuhan yang lebih menitik beratkan pada kepekaan orang tua terhadap segala sesuatu yang dibutuhkan oleh anak.

Goal utama dari pola pengasuhan intuitive parenting adalah agar anak bisa tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, tangguh dan gigih, serta tidak mudah putus asa dengan segala fenomena yang terjadi disekitarnya. 

Kesimpulan

intuitive

Setiap anak adalah amanah dari Allah yang sejatinya harus dijaga dengan sebaik-baiknya oleh setiap orang tua. Orang tua bertanggung jawab akan seperti apakah anak dalam tumbuh kembangnya.

Anak dilahirkan dengan genetik dari kedua orang tuanya yang kemudian dipengaruhi oleh lingkungan. Orang tua berkewajiban berikhtiar agar setiap keturunannya diberi sifat pewarisan yang baik dan juga diberikan lingkungan yang kondusif dalam tumbuh kembangnya agar menjadi sosok yang ideal seperti harapan positif orang tua.

Menjadi seorang ayah yang mempunyai anak perempuan, berarti kembali belajar bagaimana memahami karakter perempuan, yang pada dasarnya setiap perempuan memang mempunyai sifat sensitif, terlebih anak perempuan yang memiliki pola kepribadian intuitive.

Salah satu kata kunci untuk orang tua adalah peka dalam pengasuhan terhadap anak. Satu kata sederhana, namun harus terus dipelajari dan dibiasakan, khususnya oleh sosok ayah yang terbiasa bekerja dengan dominasi pikiran, harus benar-benar berusaha untuk meraih rasa dan hati anak perempuannya, sehingga sosok ayah benar-benar akan menjadi first love sang anak dengan figur idealnya.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

3 komentar

  1. Sepertinya saya sudah terlanjur ke arah negative

    BalasHapus
  2. Saya belum menikah sih, tapi kayaknya memang harus super paham tentang karakter anak. Jangan sampai dia merengut terus karena kita gak peka sebagai orang tua.

    BalasHapus
  3. saya baru mengerti tentang anak intuitive, dan sepertinya saya pernah bertemu anak seperti ini dimana orangtuanya sangat care dan aware dengan semua sikap dan ucapan mereka. Awalnya kami anggap berlebihan, namun setelah satu dua kejadian ternyata benar anak ini ternyata sangat sensitif. Dengan pendekatan yang benar, pembawaannya itu bisa dikembangkan menjadi ciri dirinya yang menonjol dan tentunya anak menjadi lebih percaya diri akan kelebihannya.

    BalasHapus

Posting Komentar