a journey

Urgensi Gladi Bersih Asesmen Nasional

11 komentar
persiapan asesmen nasional

Ujian Nasional (UN) secara resmi telang dihilangkan oleh pemerintah via Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019. Sebagai ganti Ujian Nasional, kini pemerintah menerbitkan Asesmen Nasional pada sekolah atau madrasah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK.

Untuk tahun ajaran 2021/2022, Asesmen Nasional akan diadakan pada bulan September 2021. Menjelang bulan pelaksanaannya, sekolah dan madrasah telah melakukan serangkaian proses persiapan, mulai dari simulasi sampai gladi bersih Asesmen Nasional ini.

Pemerintah memandang bahwa Asesmen Nasional ini perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen Nasional dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki mutu belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. 

Diharapkan Asesmen Nasional dapat menghasilkan informasi untuk memantau:

  • Perkembangan kualitas pendidikan dari waktu ke waktu, dan 
  • Kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan, seperti kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu

Gladi Bersih Menjelang Pelaksanaan Asesmen Nasional

Salah satu Asesmen Nasional adalah untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Tujuan lain dari Asesmen Nasional juga untuk memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan, juga Kementerian Agama yang membidangi pendidikan madrasah agar dapat memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Asesmen Nasional sendiri berbeda dengan Ujian Nasional (UN), salah satunya dalam masalah waktu. Jika UN diadakan di akhir semester dua dengan peserta ujian dari kelas dua belas, Asesmen Nasional diadakan di pertengahan semester satu dengan peserta kelas sebelas. Hal lain yang membedakannya adalah dalam masalah nilai. Jika UN berpusat pada penilaian siswa, Asesmen Nasional ini fokusnya pada penilaian lembaga pendidikannya, yaitu sekolah atau madrasah.

Asesmen Nasional sendiri diartikan sebagai sebuah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar. Indikator penilaian mutu sekolah atau madrasah akan dinilai berdasarkan penilaian kepada siswa dalam hal literasi, numerasi, karakter, serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. 

literasi

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu:

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk mengukur literasi membaca dan literasi numerasi siswa
  • Survei Karakter untuk mengukur sikap, nilai, keyakinan dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa
  • Survei Lingkungan Belajar untuk mengukur kualitas berbagai aspek input maupun proses belajar mengajar di kelas maupun secara umum di sekolah atau madrasah

Setelah sempat tertunda pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akhirnya Asesmen Nasional kembali digulirkan pada tahun 2021, di awal tahun pelajaran. Pelaksanaan perdana Asesmen Nasional ini tidak serta merta langsung dilaksanakan pada bulan yang ditentukan, September. Tetapi pemerintah juga memberikan serangkaian jadwal untuk mempersiapkan menuju hari H pelaksanaan.

Dimulai dengan simulasi Asesmen Nasional yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan perangkat baik dari pihak sekolah atau madrasah maupun kesiapan server di pemerintah pusat. Simulasi ini sangat penting, karena asesmen nasional diadakan secara on line berbasis komputer (ANBK), sehingga dibutuhkan pengujian perangkat pendukung pelaksanaannya yang akan menjadi media penghubung antara sekolah atau madrasah dengan pemerintah pusat sebagai pengakomodir pelaksanaan Asesmen Nasional.

4 Alasan Pentingnya Gladi Bersih Asesmen Nasional

asesmen nasional
Gladi bersih Asesmen Nasional MA Al-Irfaniyah Kabupaten Sukabumi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Gladi bersih dimaknai sebagai pelatihan umum yang terakhir kali sebelum pelaksanaan atau pementasan pada acara sesungguhnya (penampilannya menyerupai pelaksanaan (pementasan) yang sesungguhnya).

Setelah melaksanakan simulasi Asesmen Nasional pada akhir bulan Agustus, sekolah atau madrasah kembali bersiap-siap untuk melaksanakan gladi bersih Asesmen Nasional sebagai persiapan akhir menjelang pelaksanaan dengan melakukan sinkronisasi terlebih dahulu perangkat komputer agar terhubung dengan server di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  

Sebagaimana maknanya dalam KBBI, gladi bersih ini memang sangatlah penting dilaksanakan sebelum pelaksanaan Asesmen Nasional pada 27-30 September nanti untuk tingkat SMA/MA. Beberapa yang menjadi alasan pentingnya Gladi bersih asesmen Nasional adalah

  1. Gladi bersih asesmen nasional bisa menjadi cerminan kesiapan pelaksanaan kegiatan pada hari H
  2. Mengantisipasi kesalahan yang akan terjadi pada pelaksanaan Asesmen Nasional dengan belajar dari pengalaman gladi bersih
  3. Gladi bersih bisa menjadi pengalaman yang akan menguatkan kesiapan baik siswa maupun sekolah yang menjadi panitia kegiatan Asesmen Nasional.
  4. Acuan untuk menilai diri pada kesiapan sekolah atau madrasah, serta mengetahui apakah server pusat dapat mengakomodir pelaksanaan Asemen Nasional secara optimal.

Penutup

Sebagai seorang pengajar, tentunya besar harapan dengan adanya Asesmen Nasional ini benar-benar menjadi ikhtiar untuk meningkatkan mutu pendidikan di bumi pertiwi Indonesia, agar tidak ada lagi sekat antara si miskin dan si kaya dalam mengakses pendidikan.

Pendidikan hakikatnya harus bersifat inklusif yang dapat diraih oleh seluruh anak bangsa dengan kualitas yang sama, baik di kota-kota besar maupun wilayah terluar Indonesia. Semoga setelah keluar out put dari Asesmen Nasional ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga Kementerian Agama yang membidangi pendidikan madrasah dapat mengambil langkah-langkah nyata untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

Related Posts

11 komentar

  1. Semakin kesini dunia pendidikan semakin besar tantangannya ya pak Yonal, semoga perjuangan pak yonal di lembaga pendidikan selalu mendapat kemudahan. Amin ya Allah.

    BalasHapus
  2. Semoga saja setelah ini, pendidikan Indonesia segera membaik πŸ₯ΊπŸ˜”

    BalasHapus
  3. Aku baru tau kalau UN beneran nggak ada pak, udah nggak ngikutin soalnya hehe
    Semoga cara baru ini bisa lebih baik ya pak

    BalasHapus
  4. Wah baru tahu kalau sekarang UN diganti jadi Asesmen Nasional, semoga bisa lebih bagus dampaknya bagi kualitas lulusan ya Pak.

    BalasHapus
  5. Semoga segera membaik dunia pendidikan anak-anak sudah kangen banget ke sekolah nih

    BalasHapus
  6. Beneran nggak ngerti bedanya UN dan AN, semoga saja beneran lebih bagus ya pelaksanaan dan dampaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah satu perbedaannya adalah, kalau UN untuk menilai siswa, kalau AN untuk menilai lembaga pendidikannya bu

      Hapus
  7. Poin ke dua tuh penting banget. Karena beberapa kali kejadian keterlambatan UN akibat belum siapnya fasilitas pendukung seperti server.

    Sukses ya pak Yo, kadang kangen balik ke sekolah dengan segala dinamikanya. Tapi udah tua, hehehhe

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah akhirnya mimpi adanya perubahan dalam penilaian jadi kenyataan. Seneng sekali meski sekarang sudah nggak ngajar lagi. Semoga semua berjalan lebih baik lagi.

    BalasHapus
  9. Gladi bersih penting banget agar saat hari H pelaksanaan bisa berjalan lancar tanpa masalah. Jadi anak bisa melaksanakan asesmen dengan nyaman dan hasil asesmen benar2 menggambarkan keadaan sekolah sehingga bisa dilakukan perbaikan

    BalasHapus
  10. Semoga hasil asesmennya murni, laporannya ke pihak berwenang transparan dan jujur. Jangan melapor yang enak-enaknya saja. Supaya hasilnya benar2 ngefek pada mutu pendidikan kita. Selamat sore ananda Regen.

    BalasHapus

Posting Komentar