Dinamika 10 Tahun Membina keluarga

2 komentar

dinamika 10 tahun dalam membina keluarga

Tak terasa tahun 2020 akan segera berakhir, banyak hal terjadi selama tahun ini, yang paling membawa dampak pada kehidupan adalah adanya pandemi corona yang hampir merata di seluruh dunia. Pun di keluarga kami, dari sekian hal yang akan menjadi kenangan di tahun ini adalah genapnya 10 tahun membina keluarga dan persiapan menyambut kelahiran putra ke empat yang akan menggenapi kebahagiaan keluarga.

10 tahun bersamamu

Jalan takdir Tuhan memang luar biasa ajaib, tak pernah terbayangkan sama sekali akan sampai pada titik seperti ini, merasakan tahun 2020 yang penuh dengan hal-hal yang luar biasa. Salah satu hal yang patut disyukuri adalah kebersamaan sepuluh tahun membina keluarga yang penuh dengan kejutan-kejutan hebat dari Sang maha Pembuat skenario hidup.

Sebenarnya jika dihitung dari awal mata kita beradu tatap, bukan angka 10 tahun dalam kebersamaan ini, karena engkau yang kukenal semenjak masih menggunakan seragam putih biru menjadi awal titik kita dipertemukan. Berawal dari pengalaman mondok di pesantren ketika menginjak usia kelas satu SMP, di sanalah engkau terlihat, putri pak Kyai di pesantren yang akan kutinggali sebagai salah satu tempatku menuntut ilmu.

Jalan kita berliku, bahkan ketika mengambil keputusan untuk merantau ke Ibu Kota setelah SMA, Jakarta telah menjadi penghalang geografis pertama, di tambah akses komunikasi belum semudah seperti ini, membuat komunikasi kita sangat lama tak pernah ada. Namun sekali lagi, keajaiban jalan Tuhan memang tak akan pernah ada yang bisa menebak, sampai akhirnya pertengahan tahun 2010 kembali mempertemukan, dan tak berselang lama akhirnya ikatan itu di sakralkan dalam sebuah janji pernikahan di ujung tahun.

Dalam satu dasawarsa kebersamaan ini, banyak hal telah kita lalui, belajar saling memahami, mendewasakan diri pada posisi kita sebagai suami dan istri, dan terus belajar untuk mengambil hikmah dari rahasia jalan Ilahi.

Menanti Kehamilan

Pada dasarnya setiap tahap kehidupan kita akan dibarengi dengan pertanyaan hidup baik dari diri sendiri maupun pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari lingkungan sekitar kita. Seperti halnya kepada orang-orang yang belum menemukan jodohnya, pasti sering mendengar pertanyaan baik bercanda maupun serius 'kapan menikah?'. Begitu pun dengan dengan pasangan yang sudah menikah, pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan berhenti, seperti selorohan 'sudah punya anak belum?' pastilah pernah menghiasi salah satu episode hidup dalam berkeluarga.


episode berkeluarga: hamil

Demikian dalam keluarga kami pada tahun pertama, pertanyaan itu sering sekali terdengar, bahkan beberapa bernada sindiran, sampai pada ghibah yang menjurus fitnah. Di sangka mengidap miom sampai yang paling pedas, kata mandul pernah mendarat di kuping. 

Pada akhirnya, ternyata inilah jalan Allah untuk menguji kesabaran, karena di tahun kedua pernikahan, kehamilan dirasakan sang istri, dan akhirnya seorang bayi laki-laki dilahirkan setelah perjuangan mengandung 9 bulan yang ekstra, karena dilalui dengan istri yang mengidap HEG (hiver emesis gravidarium), yaitu kondisi mual muntah hebat sampai dehidrasi yang membuatnya harus beberapa kali rawat inap di rumah sakit.

Menanti Kelahiran

Setelah pernah diberitakan miring akan susah mempunyai anak oleh orang-orang yang bahkan masih bertali saudara, Allah sama sekali tidak membiarkan tangis sedih sang istri sia-sia dalam setiap doanya atas sakit hatinya yang merasa di zalimi oleh omongan-omongan orang yang seakan-akan mendahului takdir.

Kini di usia pernikahan 10 tahun, Allah telah mengamanahkan dua putra dan satu putri dalam keluarga kami, dan kini di penghujung 2020 ini, insyaAllah kami sedang juga menanti kelahiran anak ke empat. Hasil USG memperkirakan janin yang dikandung sang istri adalah perempuan, sehingga jika benar, akan genaplah empat anak dengan formasi dua putra, dua putri. MasyaAllah, watabarokallah.

Terima Kasih Istriku

Di usia 10 tahun dalam membina keluarga ini sudah banyak usaha yang telah dilakukan agar perahu keluarga yang berlayar dalam lautan kehidupan ini tetap bisa ajeg. Terlebih posisi seorang istri yang memang sangat krusial posisinya dalam sebuah keluarga, ia adalah ratu, menteri dari segala menteri: perekonomian, keuangan, sampai urusan 'dalam negeri' terus dipelajari dan di aplikasikan dalam berkeluarga.


10 tahun berkeluarga

Terima kasih istriku, telah menjadikan 10 tahun ini begitu berdinamika. Berkeluarga ibarat kita menaiki roller coaster, kadang naik, tiba-tiba turun menukik, namun yang terpenting dalam menjalani keras perjalanan itu adalah siapa di samping kita yang akan menjadi penentu, menjadi support system yang positif atau bahkan destruktif.

Terima kasih karena engkau hadir untuk saling menguatkan, membantu lancarnya perekonomian keluarga, sampai mendidik putra-putri kita dengan didikan terbaik yang dapat kita berikan bersama-sama, karena tanpa kolaborasi kita, mengurus anak dengan hanya jeda tiga tahun di setiap kelahirannya memanglah tak mudah.

Semoga ini bukan satu dasawarsa pertama yang kita lalui, jika Allah memberi izin, semoga akan ada terus masa-masa yang akan kita lalui bersama, menyaksikan putra-putri kita tumbuh dewasa, menjadi wali atas pernikahan mereka, menanti kelahiran cucu, sampai menua bersama. Namun jika Allah menghendaki jalan cerita lain dalam keluarga, semisal salah satu di antara kita dijemput Izrail tanda tutup usia, semoga kita bisa menerimanya dengan legawa. Semoga kematian bukan menjadi akhir kisah kita, tapi berharap kisah abadi dapat tertulis bahagia bahkan sampai kehidupan setelahnya.

Untuk teman-teman, adik dan saudara yang sedang menunggu dijemput atau menjemput jodoh, semoga juga Allah berikan belahan jiwa terbaik versi-Nya dan versi kita, yang mempunyai visi yang sama dalam membangun rumah tangga, yang bercita-cita mulia untuk selalu mengharapkan kebersamaan dalam mengarungi hari-hari dalam bahagia.



Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

2 komentar

  1. tahniah ya sudah sedekad perkahwinan :)

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah Pak Yonal akan kedatangan anggota keluarga baru. Semoga dilancarkan.

    Membaca kisah ini, para jombs kudu kuat 🤭

    BalasHapus

Posting Komentar