Soal Branding dan Potret Blog

20 komentar

tips cara branding blog via media sosial dan foto atau potret sebagai penunjang konten blog

Senin (26/10/2020) growthing.id kembali mengadakan webinar Marathon Coaching via zoom, kali ini tema yang diusung adalah tentang Branding di Media Sosial dan Memancing Interaksi yang dibawakan oleh narasumber Ilham Sadli, seorang selebtwit @pengagumrahasiamu di twitter dan juga CEO dari growthing.id. Materi yang kedua dalam Marathon Coaching dibawakan oleh narasumber Gilang Maulani dengan tema Tips Mengabadikan Objek Dengan Kamera Smartphone, intinya tema kedua ini membicarakan potret sebagai penunjang konten blog. Gilang Maulani adalah seorang blogger kelahiran Bandung tahun 1993 yang hobi membaca novel dan juga senang blogwalking.

Nah, untuk yang ketinggalan Marathon Coaching kemarin, resume materi dari kedua narasumber bisa dibaca di sini ya. Check these out.

Marathon coaching hari ke 2 tentang branding di media sosial dan potret atau foto sebagai penunjang konten blog

Branding di Media Sosial

Awal tahun 2000-an masyarakat mengenal friendster.com sebagai salah satu media sosial yang digunakan untuk bersosialisasi di dunia maya, menghubungkan kembali pertemanan dengan orang-orang yang jauh secara geografis, dan pengobat rindu bagi sosok-sosok yang tak bisa bertatap langsung karena masalah jarak. Kini friendster telah tiada, tapi ibarat pepatah mati satu tumbuh seribu, media sosial kini sangat beragam. Mulai dari fecebook sampai instagram, masyarakat dengan bebasnya memilih dan mengunduh aplikasi favoritnya.


Manfaat Media Sosial


Jadi, sebenarnya apa manfaat media sosial itu sampai banyak orang yang tak bisa lepas darinya?. Apakah hanya menjadi pelarian kejenuhan saat otak mumet dengan segala kegiatan?. Ternyata tidak demikian, ada banyak manfaat media sosial yang bisa kita dapatkan darinya. Beberapa diantaranya adalah:

Menjaga Silaturahmi 

Bagaimana kabar teman-teman sewaktu sekolah?, bagaimana pula keadaan konco-konco kuliah?. Kita tak bisa menjamin akan selalu bersama dengan orang-orang terkasih selamanya di dekat kita. Maka, media sosial bisa menjadi jalan untuk kita agar tetap terhubung dan menjaga persahabatan supaya tak lekang. Walau hanya sebatas di dunia maya, silaturahmi kita bisa tetap terjaga.

Memperbanyak Koneksi 

Media Sosial sangat memungkinkan kita untuk bertemu dengan pelbagai lapisan masyarakat. Di sini kita bisa memaksimalkan media sosial yang kita miliki untuk memperluas koneksi kita di dunia maya, agar kita menjadi figur yang fleksibel, bergaul tanpa memandang bulu, dan mempergunakan kemanfaatannya dalam kehidupan kita secara positif.

Branding 

Sebagai apa kita ingin dikenal, media sosial bisa sangat membantu dalam hal branding atau image kita. Menjadi seorang guru, blogger, atau apapun, bisa ter-branding melalui status, feed, atau twiit yang kita share di media sosial.

Media Promosi 

Bagi seorang blogger, media sosial bisa membantu kita selain untuk branding, juga bisa sebagai media untuk mempromosikan konten-konten yang ada dalam blog kita dengan cara membuat link building antara beberapa media sosial yang kita miliki.

Apa Media Sosial Paling Populer?

Media sosial apa yang teman-teman punya?. Hmm... pasti beragam ya. Ada yang cukup memiliki satu jenis media sosial saja, ada yang memiliki beberapa akun, atau ada juga yang memiliki semua jenis media sosial yang populer di masyarakat.

Beberapa media sosial yang populer di masyarakat diantaranya adalah

  • Facebook: Bisa dikatakan facebook adalah medsos-nya sejuta umat. Sebagai media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat, facebook telah berhasil merambah penggunanya di segala level masyarakat dari berbagai usia dan berbagai latar belakang.

  • Instagram: bagi yang senang dengan kegiatan memotret, instagram sangat cocok untuk menyimpan semua dokumentasi foto-foto indah yang dihasilkan dari jepretan penggunanya.

  • Twitter: sangat cocok untuk yang senang berceloteh. twitter, sesuai namanya adalah platform untuk menjadi aspirasi penggunanya untuk mencuit.

  • Youtube: bagi yang senang membuat audio visual, youtube sangat cocok menjadi wadah media sosialnya. so, welcome vlogger. 

  • Linked in: cocok bagi para profesional yang ingin menguatkan koneksi dalam bidangnya.

  • Tiktok: media sosial buatan cina sangat digandrungi akhir-akhir ini khususnya oleh kalangan usia remaja. kontennya yang memadukan audio visual, efek, dance, memang sangat cocok untuk kawula muda.

Tips Untuk Branding di Media Sosial

Dari banyaknya media sosial di dunia maya, manakah yang cocok digunakan untuk branding seorang blogger?. Apakah penting pula seorang blogger branding di media sosial?. Jawabannya, ya penting sekali, karena media sosial dengan blogger adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Media sosial akan menjadi sarana para blogger untuk mempromosikan konten, juga untuk branding dirinya sebagai seorang blogger.

Beberapa tips untuk branding di media sosial bisa dengan beberapa tahap, diantaranya:

  • Tentukan audience berdasarkan usia, pendidikan, kebiasaan, gaya hidup, hingga hal yang disukai.

  • Mau dikenal sebagai apa dan siapa?

  • Mempunyai ciri khas yang dapat membedakan akun kita dengan akun yang lain. Ciri khas bisa dibuat dengan membuat sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain dalam hal caption, foto, bahasan, atau sudut pandang.

  • Tentukan arah akun dengan membuat sapaan dengan teman atau follower. Perhatikan juga gaya bahasa dan penggunaan kosa kata.

  • Konsisten untuk sering posting, tetap humble, dan jaga interaksi.

Waktu Yang tepat Untuk Posting


Setiap media sosial mempunyai pengguna dengan latar yang berbeda, juga waktu untuk membuka aplikasi media sosial yang berbeda pula. Maka, agar postingan banyak terbuka oleh pengguna media sosial, baiknya perhatikan pula waktu yang cocok dalam mem-posting.

Twitter 

Twitter banyak dibuka sepanjang hari kerja, Senin sampai Jumat, dan waktu yang paling banyak digunakan oleh pengguna twitter adalah waktu makan siang, di antara kisaran jam 12 sampai jam 1 siang.

Youtube 

You tube banyak dibuka pada hari kerja Kamis dan Jumat, sedangkan akhir pekan, Sabtu dan Minggu penggunanya lebuh banyak lagi. Pada hari kerja, youtube banyak dibuka pada jam 12 siang sampai jam 4 sore. Sedangkan pada akhir pekan, youtube bayak dinikmati penggunanya pada jam 9 pagi sampai jam 11 siang.

Instagram 

Instagram mayoritas dibuka penggunanya pada hari Senin, Rabu, dan Kamis, dengan Rabu sebagai hari yang paling banyak dibuka. Sedangkan minggu adalah hari yang paling sedikit pengunjung untuk instagram. Untuk waktu mem-posting, jam makan siang dan sepulang kerja adalah waktu terbaik.

Demikian beberapa hal yang didapatkan dari materi sesi 1 tentang branding di media sosial. Di akhir sesi, Ilham Sadli sebagai narasumber menutup dengan kata-kata mutiara dari founder dan CEO Amazon: 

Brand kita adalah apa yang orang katakan ketika kita tidak ada dalam ruangan.

Selanjutnya materi kedua tentang tips membuat foto untuk mendukung keindahan, baik di media sosial ataupun blog kita. Walau pemberian materi kedua Marathon Coaching ini kurang lancar karena terkendala jaringan yang tidak stabil dikarenakan kondisi sedang hujan, tapi secara keseluruhan materi dapat dipahami dengan baik.


Tips Mengabadikan Objek Dengan Smartphone

Sebelum dibagikan tips membuat foto yang ciamik, ada baiknya kita mengetahui juga manfaat dan sumber gambar yang bisa untuk kita sisipkan dalam blog.

manfaat, kelebihan, dan tips memotret dengan menggunakan smartphone

Manfaat Foto Dalam Blog

  • Melengkapi gambaran visual dari isi artikel yang sedang dibahas

  • Menarik Perhatian pengunjung

  • Sebagai pembatas antar beberapa paragraf agar tidak lelah saat membaca artikel yang panjang

  • Kemungkinan artikel di share ke media sosial oleh pengunjung akan lebih besar

Sumber Foto Yang Tersedia Secara Gratis

  • Dari situs penyedia gambar gratis seperti pixabay, pexels, unsplash, flickr, freeimage, dll.

  • Foto hasil jepretan sendiri

Untuk hasil foto hasil jepretan sendiri tentunya akan lebih berharga dibandingkan dengan menggunakan foto milik orang lain, karena kita tidak usah khawatir memikirkan copyright, lebih dipercaya saat mengulas suatu produk, dan gambar bisa dibuat seunik mungkin sesuai yang kita harapkan.

Untuk memiliki hasil gambar yang bagus tak selalu harus menggunakan kamera selevel DSLR. Smartphone yang sudah lumrah digunakan oleh masyarakat saat ini juga sudah banyak yang memiliki kamera dengan resolusi yang baik, dan dengan teknik yang mumpuni, menghasilkan gambar yang unik dari smartphone tidaklah mustahil.


Kelebihan Menggunakan Smartphone Untuk Memotret

  • Smarthphone hampir dimiliki oleh setiap orang

  • Mudah dibawa-bawa dan digunakan

  • Tidak susah untuk transfer file

  • Bisa diedit langsung

  • Layak digunakan di media sosial maupun di blog

Hal-hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memotret


Ponsel Kamera 

Ponsel kamera yang baik digunakan untuk memotret adalah yang memiliki resolusi minimal 12 megapixel. Atur pula menggunakan ‘high quality’ di menu kameranya.

Pencahayaan 

Untuk pencahayaan, kita bisa menggunakan baik cahaya alami dari matahari, maupun cahaya buatan dengan menggunakan lampu. Jangan berpikir susah mencari lampu khusus untuk memotret, lampu belajar pun bisa kita gunakan untuk membantu pencahayaan ketika memotret. So, be creatif.

Tema dan Konsep Foto 

Sesuaikan gambar dengan tema dan konsep foto yang akan digunakan. Contoh beberapa tema seperti modern, tradisional, makanan, kesehatan, anak-anak, dan lain-lainnya.

Nuansa dan Properti 

Nuansa yang baik adalah yang tidak terlalu mengandung warna mencolok, apalagi yang dapat mengalahkan objek utama. Demikianpun dengan properti, jangan sampai mengalahkan objek utamanya.

Angle 

Beberapa jenis angle yang dapat kita gunakan saat memotret diantaranya adalah: 
1.      Eye View – normal: Pengambilan gambar sejajar dengan objek
2.      Low Angle: Posisi kamera lebih rendah dari objek
3.      High Angle: Posisi kamera lebih tinggi dari objek 
4.      Flatlay: pengambilan gambar diambil dari atas dengan posisi lurus
Narasi ayah guru dalam high angle
contoh pengambilan gambar dengan high angle
Demikian hal-hal yang bisa di-share hasil dari Marathon Coaching hari kedua tentang tips branding di media sosial dan memotret untuk mendukung isi konten blog. Semoga bermanfaat. Oh ya, di akhir sesi, narasumber Gilang Maulani memberikan pesan agar kita yang baru belajar memotret tetap semangat


Sering-seringlah berlatih memotret objek, dengan begitu feeling serta kemampuan kita dalam memotret akan semakin terasah . Lalu, soal bagus atau tidaknya hasil memotret kita, semua kembali pada selera masing-masing.

Terima kasih kepada growthing.id yang telah mengadakan acara sekeren ini, semoga ilmu tentang branding di media sosial dan potret sebagai penunjang konten blog ini dapat dijadikan motivasi untuk terus belajar menjadi blogger yang baik, yang kontennya berkualitas dan inspiratif.


Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

20 komentar

  1. Tulisannya kerennn bapak, menginspirasi, jadi sudah dapat branding yang akan dibangun kah Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Ummi Maryama. kalau branding saya masih meraba-raba, maklum masih newbie juga :)

      Hapus
  2. Bagus banget pemaparannya, Pak. Komplet..

    BalasHapus
  3. Kok apik tow ... sippp bener harus seperti itu ... kalau mau ditekuni pasti berhasil... tapi aku juga masih berfikir untuk apa aku mnulis yang menurutku masih receh (tulisanku) ... semoga tambahan ilmu ini bisa menambah manfaat pada saya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih kak. Hayu semangat belajar bareng-bareng

      Hapus
  4. Ini nih yang ingin saya pelajari, seputar branding dan fotografi. Modal utama banget kalau mau jadi blogger :D

    BalasHapus
  5. Ya ampuun, friendster jaman aku smp pak hehe
    Terus pindah ke facebook, twitter, berujung ke instagram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... ketahuan umur kita, mantan anak friendster

      Hapus
  6. Saya sadar branding tuh penting, tapi masih susah banget buat nerapinnya. Menjenguk sosmed sesekali saja. 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kak susana, saya pun masih meraba-raba soal branding mah

      Hapus
  7. Kak, ini workshopnya keren bingit...kenapa ga bagi2 di WAG sih? Hehe..
    Tapi sudah baca resumenya yang super komplit jadi serasa ikuti acaranya. Makasih ya...

    BalasHapus
  8. kang Yonal artikelnya udah sesuai sama selera mbak marita nih kayaknya... hehehe
    kerennn

    BalasHapus
  9. Mantap banget nih, udah ditulis lagi materinya.

    Lebih keren lagi karena di akhir artikel ada photo buku sendiri.

    Semangat membangun brand yaa mas.

    BalasHapus
  10. Keren artikelnya, padat tapi lengkap. Aku juga kesulitan bikin branding, soalnya belum nemu niche dominan buat blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas Martin, masih banyak banget sebenarnya PR Saya juga

      Hapus

Posting Komentar