Lebaran Istimewa di Tengah Corona

Posting Komentar

Langkah menuju line finish ramadan tinggal selangkah, euforia momen kemenangan sudah di depan mata. Namun hari raya kali ini akan terasa berbeda, pertama dalam sejarah, Idul fitri tahun ini, umat muslim Indonesia dan hampir seluruh negara dibelahan dunia lain merayakannya dalam suasana wabah corona.
Kebijakan untuk tetap di rumah menjadikan idul fitri akan terasa janggal, senang sekaligus sedih menyatu. Bagaimana tidak, saat-saat berkumpul keluarga dengan personil lengkap biasanya hanya ada di hari raya. Namun kali ini, handai taulan yang berjarak secara geografis pastinya tidak akan bisa menyertai kebersamaan idul fitri.
Tetapi kondisi pandemi corona seyogyanya jangan menjadikan idul fitri kita tidak istimewa, ada banyak cara untuk mensyukuri nikmat Allah bahwa kita disampaikan umur pada lebaran kali ini. jikapun belum bisa berkumpul dengan keluarga besar secara lengkap, ada saudara-saudara dan tetangga dekat yang masih bisa kita datangi untuk silaturahmi, tapi jangan lupa untuk tetap berpedoman pada protokoler kesehatan, tetap gunakan masker, dan tetap physical distancing.
Untuk saudara-saudara nan jauh, yang tak bisa bersua secara langsung, gunakan teknologi komunikasi yang banyak ditawarkan berbagai platform media sosial. Sepakati dahulu bersama keluarga, jenis teleconference apa yang akan digunakan, sesuaikan dengan jumlah keluarga dan kapasitas aplikasi, karena setiap aplikasi sejenis video call ada yang bisa memuat beberapa orang saja, sampai seratusan pengguna.
Pepatah tak ada rotan akar pun jadi bisa menjadikan gambaran, bahwa dengan kreatifitas yang mumpuni, segala masalah pasti ada jalan keluarnya. Lebih dari itu, hikmah dari bersilaturahmi di rumah saja setidaknya akan memaksa kita untuk melek informasi, memahami bahwa perkembangan teknologi begitu pesat, seakan tak ada sekat yang membatasi kita secara geografis.
Jikapun perjumpaan secara langsung tak bisa tergantikan dengan teknologi, mari bersama memunajatkan do’a-do’a terbaik kita, agar kondisi dunia segera membaik, sehingga idul fitri selanjutnya bisa kira rasakan seperti biasa. Berkumpul dengan keluarga secara nyata, bukan virtual semata.

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

Posting Komentar