a journey

Ketupat: Seotentik Rasa dan Seindah Filosofinya

Posting Komentar

filosopi ketupat

Sebagai salah satu makanan ikon Idul fitri, ketupat biasanya selalu ada di meja hidangan di tengah keluarga yang sedang menikmati kebersamaan di hari kemenangan. Yuk kenalan lebih dekat lagi dengan makanan yang satu ini serta filosofi yang terkandung dalam satu buah ketupat.

Cita Rasa Ketupat

Ketupat -atau kupat dalam bahasa sunda-, adalah makanan yang biasanya tidak pernah absen saat hari raya, sangat ideal bersanding dengan opor ayam di meja makan. Namun bagi yang kebetulan tak bisa membuat opor, bukan berarti ketupat tak punya rekan, ada sayur labu siam kuah bumbu kuning yang tak kalah pamor. bahkan, tak hanya momen Idul fitri, ketupat sayur labu menjadi salah satu penganan harian bagi sebagian masyarakat, apabila tak sempat membuat masakan di rumah, cukup dengan sepuluh ribu rupiah untuk satu porsi, sarapan, makan siang sampai makan malam siap tergantikan.

Tak Bisa Buat Ketupat? Beli Saja

Yang unik dari ketupat adalah janur kelapa yang menjadi pembungkusnya, karena tidak semua orang bisa membuatnya. Butuh ketelatenan, kekompakan dua tangan, dan keseimbangan fokus otak kanan dan kiri. Bagi yang melambaikan bendera putih dalam merangkai cangkang ketupat, dari pada bertambah emosi karena bungkus yang tak jadi-jadi, pasar-pasar tradisional pun sudah banyak menjajakannya. Bahkan tidak hanya cangkangnya saja, ketupat jadi matang pun sudah banyak ditawarkan, memahami dan menyesuaikan pola masyarakat yang selalu ingin instant.

Filosofi Ketupat

Tak kalah menarik adalah filosofi ketupat itu sendiri, dari kata kupat yang berarti ‘ngaku lepat’, secara sederhana diartikan ‘mengaku salah’, di mana beras sebagai lambang hawa nafsu dibungkus daun kelapa sebagai gambaran hati nurani. Dapat disimpulkan, ketupat adalah penganan yang mewakili sosok dan sifat manusia sebagai tempat salah dan dosa, dan hari raya adalah momentum untuk kita tersadar betapa tak terhitung segala hilap itu, sehingga dengan tulus hati meminta keikhlasan untuk dimaafkan oleh handai taulan.

Lebaran dan Ketupat

Ketupat, dengan hangatnya opor ayam, gurihnya sayur labu siam atau dengan apa pun ia disandingkan akan selalu istimewa di hari lebaran. Ia akan jadi pelengkap rasa bahagia, membersamai kehangatan keluarga. Tetapi, tahun ini di tengah wabah corona, semoga ketupat tidak jadi objek gundah gulana, menjadi kambing hitam kesedihan, karena para penikmat setiap potongannya berkurang, anggota keluarga yang tak lengkap di meja makan, karena tak semua langsung bersilaturahmi, sebagian saudara tak bersua, mereka tetap di rumah saja dengan alasan untuk kebaikan semata.

Jika ketupat tak bisa semua disantap keluarga, waktunya menengok tetangga, jangan-jangan ada di antara mereka ada yang tak bisa menikmati hidangan khas ini. Maka ketupat bisa jadi ladang amal kebaikan, menjadikan kita tetap menjadi insan bersyukur, dengan berbagi di tengah pandemi.

Penutup

Jangan lupa makan ketupat
Makan ketupat dengan opor ayam
Kesalahan yang selalu kau umpat
Mohon dimaafkan dari hati terdalam

Tak ada opor sayur labu pun jadi
Membersamai ketupat di hari lebaran
Jangan bersedih di tengah pandemi
Waktunya kita amalkan kesabaran

Related Posts

Posting Komentar