Hati-hati Scam di Sekitar Masjidil Haram Mekah

Posting Komentar
Scam di Sekitar Masjidil Haram Mekah

Sepulang umroh Syawal kemarin ada beberapa saudara dan teman-teman yang bertanya seputar pengalaman saat menjalankan ibadah umroh kemarin. Alhamdulliah karena semua kegiatan umroh berjalan lancar, jadi ceritanya pun semua baik-baik saja, walau waktu itu kondisi geopolitik Timur Tengah sedang panas-panasnya akibat perseteruan antara Iran versus Amerika dan Israel.

Di antara teman pengajar ada yang menanyakan, apakah mengalami kejadian seperti scam atau penipuan saat berada di sekitar Masjidil Haram. Jawabannya alhamdulillah tidak sama sekali. 

Di luar prediksi, ternyata teman pengajar yang sudah melaksanakan umroh sebelumnya ini bercerita kalau ia mengalami scamming saat akan thowaf di Masjidil Haram sewaktu menjalankan ibadah umroh.

Memang seberani itukah orang sampai ada yang melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji di sekitar Masjidil Haram? Jawabannya ada. Bahkan modusnya beragam ternyata.

Apa saja jenis scam yang ada di sekitar Masjid Haram? Kita akan membahasnya pada tulisan kali ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk teman-teman.

Scam di Sekitar Masjidil Haram

Di tulisan hikmah seputar umrah ini sebelumnya sudah dibahas tentang cara mendapatkan buku dan Qur'an gratis di Masjid Nabawi. Nah, kali ini kita akan teruskan dengan ulasan tentang scam yang sering terjadi di sekitar Masjidil Haram, Mekah.

Saat manasik sebelum keberangkatan umroh alhamdulillah pemateri dari travel menginformasikan sekilas tentang Mekah dan Madinah. Dari penuturannya menyebutkan kalau Mekah dan Madinah itu vibe-nya sangat berbeda.

Scam di Sekitar Masjidl Haram

Mekah adalah kota perjuangan. Dalam sejarah kita tahu bagaimana Nabi mendakwahkan Islam dengan penuh tekanan dari kaum Quraisy yang menentangnya, bahkan sampai pada ancaman nyawa. Yang paling miris, di antara sekian penentang itu ada dari kerabat-kerabat dekat Nabi seperti Abu Lahab, sang paman.

Demikianlah sampai sekarang. Sosok-sosok seperti Abu Jahal dan Abu Lahab masih ada dalam versi modern.

Biasanya sindikat scammer di sekitar Masjidil Haram ini dikenal dengan BIP di kalangan jamaah umroh atau haji yang sudah mengetahuinya. BIP sendiri adalah singkatan dari Bangladesh, India dan Pakistan.

Namun sayangnya, ternyata ada juga scammer yang berasal dari Indonesia, dari sebuah pulau yang lumayan terkenal juga. Lagi-lagi miris, dan ini yang terjadi di teman pengajar yang tertipu oleh sesama warga Indonesia di Mekah.

Berikut beberapa jenis scam yang banyak terjadi di sekitar Masjidil Haram

1. Jasa Mencium Hajar Aswad

Teman pengajar yang bercerita terkena tipu ini bercerita ketika ia berjalan dari hotel menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thowaf, di tengah perjalanan berkenalan dengan orang yang mengaku jemaah umroh dari Indonesia juga.

Dari logatnya ia tahu kalau orang ini berasal dari sebuah pulau penghasil garam di Indonesia.

Awalnya tidak ada rasa curiga sama sekali. Yang ada malah senang karena bisa bertemu dan berkenalan dengan sesama warga Indonesia.

Selanjutnya si scammer ini bertanya, apakah teman saya sudah pernah memegang hajar aswad di Ka'bah. Teman saya menjawab belum. Kemudian ia menawarkan diri untuk membantunya.

Siapa yang tidak senang ditawari untuk dibantu menuju Ka'bah dan memgang hajar aswad di tengah lautan manusia yang berdesak-desakan. 

Jasa Mencium Hajar Aswad di masjidil haram

Pendek cerita mereka berjalan bersama ke Masjidil Haram dan dibantulah memegang Ka'bah. Ternyata ketika akan memegang hajar aswad, ada temannya lagi yang sudah stand by di sana dan siap membantu. Jadi ada total ada 3 orang.

Selesai memegang hajar aswad dan menepi ke samping masjid, apa yang terjadi? 3 orang ini meminta upah bayaran karena sudah membantu memegang hajar aswad. Uang yang diminta tak tanggung-tanggung, 1,5 juta.

Teman saya kaget. Orang-orang itu mendesak, sampai akan menggeradah tas. Sungguh tak sopan. Ia yang yang tak membawa uang sebanyak yang diminta itu akhirnya membayar Rp. 500.000 seadanya di tas.

Ia pulang ke hotel dengan lemas, kaget dan tak menyangka ditipu mentah-mentah oleh saudara setanah air.

2. Jasa Gunting untuk Tahalul

Ibadah umroh dilaksanakan mulai dari mengambil miqot, thowaf, sa'i dan diakhiri dengan tahalul. Tahalul sendiri adalah proses memotong rambut tanda selesainya rangkaian ibadah umroh.

Untuk tahalul ini rambut yang dipotongnya bisa sebagian atau sampai dibotak untuk laki-laki.

Makanya salah satu barang yang akan dibawa umroh ketika packing adalah gunting kecil untuk tahalul ini. Tapi kemarin alhamdulilah Muthowif pun menyediakan. Jadi untuk jamaah umroh yang tak membawa gunting, tak masalah sama sekali.

Sayangnya ada juga jamaah umroh yang lupa tak membawa gunting dan pengurus travel pun tak menyediakan. Di sini lah kalau tak tahu solusinya bisa-bisa kita tergiur dengan orang-orang yang banyak menawarkan gunting di sekitar ka'bah untuk tahalul.

Padahal pengelola Masjidil Haram sudah menyediakan petugas tahalul untuk memotong rambut di sekitar pelataran Masjidl Haram, tapi memang mengantri untuk dapat pelayanan ini. Alternatif lainnya adalah mengunjungi tukang cukur yang banyak di sekitar hotel-hotel dekat Masjidil Haram. Harganya rata-rata 10 SAR lebih kurang 40-50 ribu.

Kalau menggunakan gunting yang banyak ditawarkan di pelataran Masjidil Haram? Siap-siap saja dimintai uang dengan nominal yang tak masuk akal. Sayangnya mereka tak sungkan memaksa bahkan sampai mengejar kita ke hotel.

3. Jasa Kursi Roda

Kondisi Mekah yang sangat berbeda dengan Indonesia, terutama dalam hal cuaca yang membuat sebagian orang mengalami sakit, terutama jamaah lansia.Tentu saja kondisi seperti ini akan menghambat kegiatan umroh selama di Mekah.

Kursi Roda di masjidil haram

Tapi luar biasanya semangat para jamaah ini terlihat dari keteguhan hati untuk tetap melaksanakan umroh walau harus menggunakan kursi roda. Untuk layanan penggunaan kursi roda bagi jamaah yang membutuhkan ada di lantai dua Masjidil Haram. Di sana ada petugas resmi untuk pendaftaran dan juga petugas untuk mendorongnya.

Sayangnya banyak yang belum tahu juga tempat resmi untuk jasa kursi roda dan ini banyak digunakan oleh oknum-oknum yang menawarkan kursi roda di sekitar pelataran masjid tanpa ijab qabul yang jelas atau menawarkan dengan harga yang tinggi, kisaran 1,5-2 juta.

Tips Menghindari Scam di Sekitar Masjidl Haram

Tak semua jamaah membawa bekal yang banyak ketika melaksanakan umroh. Pun kalau ternyata cukup, rasanya sayang uang kita tergunakan untuk hal-hal di luar prediksi, apalagi dengan nominal yang tak sedikit.

Untuk itu perlu diwaspadai dan antisipasi dengan hal-hal yang tak kita inginkan selama menjalankan umroh atau pun berhaji, termasuk terhindar dari para scammer ini.

Sedikit tips dari pengalaman pribadi yang bisa juga teman-teman lakukan untuk menghindari scam, jebakan atau penipuan di sekitar Masjidil Haram

  • banyak-banyaklah mencari informasi sebelum berangkat umroh atau haji baik dari orang-orang yang sudah berangkat ke sana maupun dari media sosial atau media online
  • berdoa kepada Allah, minta dipertemukan dengan orang-orang baik dan dijauhkan dari orang-orang jahat selama menjalankan ibadah umroh atau haji
  • pilih travel yang bagus, yang provide dengan kebutuhan jamaahnya seperti gunting untuk tahalul atau kursi roda untuk yang sakit. Alhamdulillah kemarin dapat travel yang amanah. Jadinya gunting tahalul sudah disiapkan dan ada dua jamaah yang sakit pun disiapkan kursi roda untuk dibawa ke klinik
  • tetap waspada dan eling selama menjalankan umroh. Jangan lengah, apalagi jamaah Indonesia yang terkenal ramah dan people pleaser banyak disalahgunakan dan dijadikan kesempatan oleh sebagian orang untuk jadi mangsa empuk
Beragam jenis scam banyak terjadi pada jamaah umroh maupun haji, tapi insyaAllah, Allah akan lancarkan segala proses kita untuk menuju Baitullah dari awal sampai akhir jika kita teatp menjafga kewarasan dan terus berpegang pada niat yang lurus, hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Related Posts

Posting Komentar