Fakta Pendidikan di Jepang yang Bisa Kita Adaptasi

1 komentar
fakta pendidikan di jepang

Jepang termasuk negara yang memiliki kurikulum pendidikan yang baik sehingga dikenal dapat mendidik siswa yang mempunyai karakter yang disiplin. Selain dikenal dengan siswanya yang disiplin, masih banyak fakta pendidikan di Jepang yang dapat kita ambil hikmahnya untuk kita contoh dan adaptasi dalam pendidikan anak-anak kita.

Fakta Pendidikan di Jepang

Membaca buku dengan judul Amazing Japan! Membangun Karakter Dari Sekolah karya Weedy Koshino benar-benar membuka mata betapa Jepang bisa menjadi negara yang memiliki warga disiplin karena pendidikan di sana sangat kuat dalam membentuk karakter para siswa sehingga terbawa dan terbiasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak sekali fakta pendidikan di Jepang yang dijelaskan dalam buku terbitan Penerbit Buku Kompas ini yang bisa kita ambil pelajaran untuk bisa kita contoh dalam pendidikan anak-anak kita di Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki kurikulum tersendiri yang jelas berbeda dengan Jepang, tetapi setidaknya apa-apa yang kita anggap baik bisa kita coba di lingkungan rumah dengan bimbingan dari setiap orang tua.

kurikulum pendidikan di jepang

Berikut beberapa fakta pendidikan di Jepang yang bisa kita contoh dan adaptasi

1. Kurikulum Pendidikan Jepang Sangat Memperhatikan Kesehatan Siswa

Setiap awal tahun pelajaran kepala sekolah akan memberikan pidato yang mana isi dari pesan pidato itu salah satunya adalah ajakan kepada setiap orang tua untuk memperhatikan pola hidup siswa demi kesehatan mereka. Ajakan pola hidup sehat yang digariskan dalam kurikulum pendidikan di jepang ini meliputi 3 hal yaitu:

  • HayaNe atau cepat tidur
  • HayaOki atau cepat bangun
  • AsaGohan atau sarapan

2. Kurikulum Pendidikan Jepang juga Concern Terhadap Masalah Lingkungan

Selain memperhatikan masalah kesehatan siswa, kurikulum pendidikan di Jepang juga terkenal dengan memperhatikan aspek lingkungan. Bahkan dalam hal pemeliharaan lingkungan ini Jepang memiliki lembaga nir laba yang berkonsentrasi dalam menunjang pemeliharaan lingkungan yang bernama Oisca, di mana Oisca ini mempunyai cabang di beberapa negara termasuk di Sukabumi, Indonesia.

Hadirnya Oisca di luar Jepang termasuk Oisca Sukabumi, Indonesia adalah untuk mengajak para generasi muda di belahan negara lain untuk bekerja sama dalam hal penjagaan lingkungan. Bahkan perwakilan dari delegasi setiap negara setiap tahunnya diundang ke Jepang untuk berkolaborasi dalam menjaga alam.

Ihwal pemeliharaan lingkungan ini kita benar-benar bisa mengadaptasi dalam kurikulum pendidikan kita dan beruntungnya di Indonesia pun kita memiliki Pendidikan Lingkungan Hidup atau atau PLH dalam kurikulum pendidikan walaupun baru sebatas pendidikan tambahan atau mulok.

3. Kurikulum Pendidikan Jepang Sangat Memperhatikan Keamanan Murid-murid

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan, kurikulum pendidikan di Jepang membuat beberapa regulasi yang mengatur agar siswa terjaga keamanannya. Dalam buku Amazing Japan! yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2018 dijelaskan beberapa regulasi sebagai upaya pihak lembga pendidikan dalam menjaga keamanan murid-murid.

  • Ransel para murid memiliki alarm yang diberikan gratis dari sekolah sebagai alat untuk meminta pertolongan dalam kondisi darurat. Selain ada alarm, ransel siswa juga memiliki peluit yang berfungsi sama dengan alarm sebagai alat alternatif untuk meminta tolong.
  • Orang tua siswa memiliki tugas patroli di jalan-jalan yang dilalui untuk berangkat dan pulang para siswa. Siswa di Jepang harus berangkat dan pulang sekolah tanpa orang tua, mereka akan berangkat per kelompok sesuai wilayah masing-masing dengan rute yang telah ditentukan sekolah. Walaupun tanpa disertai orang tua, para orang tua ini diberikan tugas piket secara bergantian untuk mengawasi perjalanan siswa ini agar tetap aman
  • Adanya sistem Faircast atau di Jepang disebut dengan Komi. Jadi para orang tua menyampaikan nomor mereka ke pihak operator sekolah, kemudian sekolah akan selalu meng-update setiap informasi siswa yang berhubungan dengan keamanan mereka. Contoh informasi yang diberikan seperti informasi bencana alam, atau juga informasi untuk orang tua agar lebih hati-hati menjaga anaknya karena ada beberapa kasus kejahatan yang menargetkan anak-anak sekolah.

Sistem Pendidikan di Jepang Apakah Bisa Diadaptasi di Indonesia?

perbedaan pendidikan jepang dan Indonesia

Setiap negara mempunyai sistem pendidikan masing-masing yang disusun sesuai dengan kebutuhan pada negara tersebut. Indonesia dan Jepang adalah dua negara yang berbeda dan juga memiliki kurikulum pendidikan yang jelas tidak sama.

Pada dasarnya sistem pendidikan di Jepang menggunakan sistem tutor sebaya atau juga dikenal dengan peer learning. Kemudian sistem pendidikan ini diperkuat dengan hal-hal penunjang seperti masalah kesehatan, keamanan, dan juga kepedulian terhadap lingkungan dalam menjalankan proses pendidikannya.

Pertanyaanya, apakah kurikulum Jepang ini bisa diadaptasi di Indonesia? Secara garis besar memang tidak bisa serta merta diadaptasi karena sistem atau kurikulum di Indonesia pun disusun sedemikian rupa oleh Kementerian Pendidikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengajaran di Indonesia.

Tetapi sebagai orang tua, kita bisa mempelajari kurikulum di Jepang ini untuk bisa dipelajari dan aplikasikan di lingkungan rumah untuk mendukung pendidikan anak. Orang tua sejatinya memang harus memperhatikan kesehatan, keamanan, dan juga memperhatikan masalah lingkungan seperti yang ada dalam fakta-fakta pendidikan di Jepang.

Related Posts

1 komentar

  1. Masih berharap bisa di adaptasi ke sini, sekecil peluit aja mereka pikirin loh.

    BalasHapus

Posting Komentar