a journey

Tahfidz Camp: Kemahnya Para Penghafal Quran

6 komentar
hafidz quran

Setiap lembaga tahfidz Quran pastinya akan mencari banyak alternatif agar setiap siswa yang sedang belajar menghafal Quran dapat dengan antusias menjalani prosesnya. Dalam mendidik para siswa di program tahfidz Quran, yang diajarkan bukan hanya tentang menghafalnya juga, tetapi lebih dari itu, karena cakupan ilmu Quran itu memang luas -sepeti halnya tentang tajwid, cara pengucapan setiap huruf, sifat-sifat huruf, asbabun nujul, sampai tafsir Quran itu sendiri, memang harus dipahami oleh setiap muslim, terlebih para penghafal Quran.

Program Tahfidz Camp adalah salah satu agenda yang digunakan oleh para lembaga tahfidz Quran dalam mengajarkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Quran. Tahfidz Camp sendiri adalah acara berkemah di alam terbuka, di mana acara tersebut diramu dengan penyampaian-penyampaian materi yang berhubungan dengan ilmu Quran, sembari mengenalkan para peserta didik dengan alam ciptaan Tuhan untuk ditafakuri bersama.

Tahfidz Camp Lentera MA Raudlotul Ulum

MA Raudlotul Ulum sebagai salah satu madrasah yang ada di Kabupaten Sukabumi telah berkomitmen dalam memberikan pengajaran yang maksimal kepada seluruh peserta didik, baik dalam program pengajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Salah satu ikhtiar yang dilakukan madrasah adalah dengan mengadakan ekstrakurikuler tahfidz Quran untuk memberikan hak-hak pengajaran para siswa yang tertarik untuk menjadi hafidz atau penghafal Quran.

Lentera yang berarti Lembaga Tahfidz Raudlotul Ulum adalah ekstrakurikuler yang dibentuk oleh MA Raudlotul Ulum untuk menjadi wadah para siswa dalam belajar Quran yang berfokus pada menghafalnya. Dibina oleh seorang hafidz Quran 30 Juz, Ustaz Iyus Rusmawan, Lentera tumbuh berkembang menjadi lembaga yang terus berinovasi untuk melahirkan siswa-siswi penghafal Quran.

Tahfidz Camp adalah salah satu agenda tahunan yang biasa dilaksanakan pada awal-awal tahun pelajaran. Tujuannya adalah agar para siswa yang tergabung dengan ekstrakurikuler Lentera dapat mengetahui bahwa proses menghafal Quran itu tidaklah sulit, tapi sebaliknya it's so fun, asal memegang teguh syarat-syaratnya. Menurut pembina Lentera, syarat untuk menjadi seorang hafidz Quran adalah Semangat, Konsisten, dan disiplin.

Untuk mensosialisasikan tentang program-program dalam ekstrakurikuler Lentera, tentang menghafal yang tidak membosankan, syarat-syarat menjadi seorang penghafal Quran, dan ilmu-ilmu yang terkait dengan Quran, maka dibuatlah Tahfidz Camp. Program Tahfidz Camp dibuat selain untuk mengenalkan lebih dekat tentang program-program ekstrakurikuler lentera, juga untuk mengenalkan siswa terhadap alam, belajar survival, dan mentafakuri alam ciptaan Allah SWT.

Dengan mengusung tema Al-Quran solusi menyelamatkan generasi, Tahfidz Camp untuk tahun ini adalah kedua kalinya kegiatan yang diadakan oleh Lentera MA Raudlotul Ulum setelah kegiatan perdananya pada tahun 2019. Untuk Tahun 2020 lalu, program ini tidak dilaksanakan karena terhalang oleh pandemi Covid-19.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tahfidz Camp

Danau Situ Gunung Kadudampit Sukabumi
Danau Situ Gunung Kadudampit Sukabumi

Program Tahfidz Camp kedua Lentera MA Raudlotul Ulum dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad, tanggal 25 dan 26 September 2021. Tempat yang dipilih adalah area danau Situ Gunung Kadudampit, Sukabumi.

Pemilihan area Danau Situ Gunung Kadudampit untuk tempat tahfidz Camp ini karena tempatnya yang sangat indah, terdapat area untuk kemah, dan tempatnya yang tidak jauh dari madrasah, karena masih berada di kecamatan yang sama dengan MA Raudlotul Ulum, yaitu Kecamatan Kadudampit.

Hikmah mengadakan Tahfidz Camp di tempat yang tidak jauh dan juga bertujuan untuk pendidikan adalah panitia mendapat diskon untuk masuk ke area Situ Gunung. Hal ini setelah panitia menemui Kepala Resort Situ Gunung Kadudampit, menjelaskan tujuan diadakannya Tahfidz Camp dan memperlihatkan proposal kegiatan.

Materi dan Narasumber Tahfidz Camp

Narasumber yang diundang untuk mengisi materi di acara Tahfidz Camp Lentera MA Raudlotul Ulum adalah narasumber dari internal madrasah dan juga narasumber luar yang sengaja diundang oleh panitia. Untuk pemilihan materi-materi yang akan disampaikan adalah hasil komunikasi antara Pembina Lentera dengan para siswa pengurus ekstrakurikuler.

Hafidz Quran
Materi dari Ustadz Rizki Ramdani

Materi dan Narasumber yang dijadwalkan oleh panitia adalah

  • Mengenal Ilmu Tajwid dan Macam-macam Waqof oleh Ustazah Zakiah. Ustazah Zakiah adalah salah satu pengurus dan pengajar dari pondok pesantren Raudlotul Ulum Citamiang Kadudampit
  • Al-Quran dan Pengaruhnya terhadap pembentukan pribadi yang berakhlakul karimah. Materi ini diamanahkan kepada saya sendiri
  • Makhroj dan Sifatul Huruf oleh Ustazah Lilik. Narasumber untuk materi ini adalah pengajar di Pondok Pesantren Sirojul Huda Cidadap, Kadudampit
  • Metode Master kauni, Menghafal Quran Semudah Tersenyum oleh Ustazah Noni Dayanti Althafunnisa. Beliau adalah salah seorang pengajar di MA Raudlotul Ulum
  • Sosiologi Dalam Perspektif Quran Dalam Mengatasi Masalah Remaja oleh Ustadz Hamdan Najaruddin. Beliau adalah salah satu pengajar di MA Radlotul Ulum
  • Indahnya Hidup Dengan Al-Quran oleh Ustadz Rizki Ramdani. Beliau adalah seorang motivator Hijrah di Kota Sukabumi dan pendiri Rumah Quran Al-fatih Sukabumi

Dari keenam materi yang dijadwalkan, dua materi awal tidak bisa dilaksanakan karena pada waktu yang bersamaan wilayah Kadudampit diguyur hujan yang sangat deras, sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pemberian materi. Dua materi di awal tersebut adalah materi yang seharusnya dibawakan oleh Ustazah Zakiah dan saya sendiri.

Alhamdulillah untuk materi-materi lainnya dapat dilaksanakan dengan lancar selama dua hari pelaksanaan Tahfidz Camp di Situ Gunung ini. Selain acara pemberian materi, kemah ini juga diisi dengan acara menonton film religi pada malam ahadnya, acara hiking pada hari ahad, dan juga selingan games edukasi yang berhubungan dengan Quran.

tahfidz camp
Game Edukasi para peserta tahfidz camp

Yuk Ajarkan Quran Pada Anak-anak Kita 

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

Hadist Riwayat Bukhari di atas mengingatkan kita pentingnya dalam hal mempelajari Quran dan juga mengamalkan setiap ilmu yang kita dapatkan darinya. Seyogianya hadist tersebut juga dapat mengingatkan kita, sudah seberapa jauh kita mengenal ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Quran dan juga sudahkan belajar mengamalkannya?.

Orang tua sejatinya adalah madrasah utama bagi anak-anaknya, sehingga kewajiban orang tua adalah memenuhi hak-hak anak dalam hal pendidikan, termasuk ilmu Quran. Namun dengan terbatasnya ilmu dan waktu pada setiap orang tua, jangan menjadikan alasan untuk tidak memberikan pendidikan tentang Quran kepada anak. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh para orang tua adalah menitipkan pengajaran anak-anak tentang Al-Quran kepada orang atau lembaga yang kompeten untuk mengajarkannya.

Patut disyukuri bahwa saat ini lembaga pengajaran Al-Quran banyak dijumpai. Kewajiban orang tua selanjutnya adalah memilihkan yang terbaik untuk tempat pengajaran sang anak belajar ilmu Quran. beberapa indikator yang dapat dijadikan pertimbangan orang tua dalam memilih tempat pengajaran Al-Quran adalah tentang sosok pengajar dan juga sistem atau kurikulum yang digunakan dalam pengajaran. kemudian pilih yang sesuai dengan kriteria atas kesepakatan anak dan orang tua.

Setiap lembaga pengajaran Quran pastinya akan memberikan yang terbaik dalam hal pengajarannya, terlebih program tahfidz Quran di lembaga pengajaran Quran oleh sebagian masyarakat masih dianggap memberatkan anak. Pastinya setiap lembaga mempunyai alternatif metode pengajaran Quran yang akan membuat anak nyaman dalam menjalankan prosesnya. Seperti yang disampaikan oleh salah satu Narasumber di Tahfidz Camp Lentera MA Raudlotul Ulum, Ustadz Hamdan Nazaruddin bahwa mengenalkan ilmu Quran saat ini harus dengan cara yang berbeda, menciptakan inovasi-inovasi pengajaran, sehingga ilmunya bisa didapatkan, tetapi juga keseruan ala generasi saat ini dalam proses pengajarannya juga tak terlewatkan.

Related Posts

6 komentar

  1. sukses dan sehat selalu ya ka :D

    BalasHapus
  2. kegiatannya sangat bermanfaat ya Mas Yonal. Sekalian agar bisa mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan dalam Alquran dalam kehidupan sehari hari. Tempat camptnya pun mendukung. Kelihatannya adem. Tapi yang penting ga hujan ya ^^

    BalasHapus
  3. Kalau di aku namanya dauroh pak, sama saja kemah cuma gak pake tenda cuma pindah kamar aja hihi.
    Acaranya berlangsung 1 bulan, semua peserta dauroh libur sekolah alias gak masuk kelas, fokus mengahafal dan memurojaah alquran

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, pemberian materi dalam suasana yang berbeda akan membekas dalam ingatan mereka. Selalu menciptakan inovasi baru dalam tehnik belajar mengajar, untuk meningkatkan semangat dan prestasi

    BalasHapus
  5. Aku penasaran sama metode menghafalanya pak yonal? Menghafal Al-Qur'an semudah tersenyum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu memakai metode master kauni. Kata pematerinya, kalau penasaran, boleh kontek beliau

      Hapus

Posting Komentar