a journey

Indahnya Desa Citamiang

12 komentar

Indahnya Citamiang

Citamiang adalah sebuah desa yang berada di kawasan Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Desa ini berada di ujung kecamatan, sehingga berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisaat. Banyak hal istimewa di desa ini, salah satunya adalah keindahan pemandangan ala desa yang masih alami yang akan membuat kita tetap betah berada di desa ini.

Foto di atas adalah salah satu pemandangan indah pesawahan yang ada di jalan menuju Kampung Bobojong, Desa Citamiang. Di kanan kiri sepanjang jalan, kita akan disuguhi hijaunya pemandangan tanaman padi yang ditanam oleh para pahlawan pangan, petani. Dari kejauhan tampak gagah menjulang, potret dari Gunung Gede. 

Keindahan Kampung Kelahiran: Citamiang

Lahir dan dibesarkan di sebuah desa akan menjadikan momen-momen terkenang, terlebih bagi para perantau, kampung kelahiran semacam magnet yang akan membuat kita kembali ke kampung halaman. Ada banyak hal yang akan membuat kita selalu betah tinggal di pedesaan, atau rindu untuk kembali ketika kita mencoba peruntungan ke wilayah lain.

Citamiang adalah sebuah desa yang dengan segala kearifannya akan membekas di setiap penduduknya. Langit biru, hamparan sawah dan ladang, udara yang sejuk, dan airnya yang jernih akan selalu menjadi hal yang menemani hari-hari ketika tinggal di sini.

Udara Yang Segar

Gunung gede, Desa Citamiang

Menjadi salah satu desa yang berada di bawah kaki Gunung Gede menjadikan udara di Desa Citamiang sangat sejuk. Untuk para pendatang baru, sering kali merasakan ketika menyentuh air, serasa menyentuh air es. Jadi, untuk para pendatang ke Desa Citamiang ini sebaiknya membawa baju tebal seperti jaket atau sweater untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sejuk dan dingin.

Keindahan Gunung Gede dapat dengan jelas terlihat di wilayah Citamiang. Gagahnya Gunung Gede yang menjulang menjadi penampakan luar biasa yang bisa dinikmati setiap hari di sini, bisa menjadi momen-momen untuk terus bersyukur atas segala kenikmatan tinggal di daerah yang masih alami seperti ini.

Dalam foto di atas tampak juga Masjid Jami Uswatun Hasanah yang menjadi ikon masjid besar di Desa Citamiang. Foto tersebut diambil dari lantai 2 gedung Madrasah Aliyah Raudlotul Ulum Citamiang. Jadi, siswa-siswi yang bersekolah di sana setiap harinya akan disuguhi lukisan alam yang begitu indahnya. So blessed.

Hamparan Hijau Pesawahan dan Biru Cerahnya Langit

Desa Citamiang

Mayoritas penduduk di Desa Citamiang adalah petani, sehingga masih banyak bisa kita temui aktivitas pertanian di desa ini. Padi adalah tanaman yang banyak di budidayakan, sehingga hamparan sawah yang menghijau dapat kita saksikan keindahannya di banyak kampung-kampung di Desa Citamiang.

Suasana pedesaan yang belum terlalu banyak mobilitas dengan transportasi kendaraan mesin dibandingkan wilayah kota, menjadikan Citamiang mempunyai udara yang segar dan sedikitnya polusi udara, sehingga birunya langit yang cerah masih dapat kita saksikan keindahannya dengan mata telanjang.

Spot-spot alami nan instagramable seperti ini cocok juga untuk tempat-tempat pemotretan dengan tema pedesaan, seperti untuk pemotretan pre atau after wedding misalnya. 

Kalau potret di atas bukan pre atau after wedding ya. Tetapi itu sedang proses shooting teman-teman dari RU.TV, chanel Youtube-nya MA Raudlotul Ulum.

Awet Muda Dengan Pasokan Sayuran Dari Ladang Perkebunan

Desa Citamiang

Banyak yang berkata kalau orang Sunda itu cantik (dan ganteng) rupawan. Bisa jadi salah satu rahasianya adalah karena orang sunda banyak mengonsumsi sayuran, baik diolah maupun dimakan langsung mentah atau dijadikan lalapan. Dedaunan pada sayuran yang banyak mengandung serat sangat baik untuk pencernaan pada metabolisme tubuh, juga untuk kulit. 

Di Desa Citamiang, selain padi, penduduk juga banyak yang bertani dengan membudidayakan tanaman-tanaman lain darei jenis sayuran. Tanaman yang bisa dibudidayakan adalah sawi, karena masa tanamnya yang tidak terlalu lama dan harganya lumayan stabil. Banyak juga jenis sayur-sayuran lain yang ditanam di daerah ini seperti pokcoy, mentimun, terong, dan lainnya.

Foto terakhir diambil di Kampung Cisarua. Cisarua ini adalah kampung pertama sebelah timur Desa Citamiang, makanya di kampung ini terdapat Gapura selamat datang di Desa Citamiang. Warga di sini banyak yang menanam sawi dan sayuran lainnya.

Pemandangan perkebunan yang luas di desa ini menjadi daya tarik sendiri untuk dinikmati. Menjadi hiburan mata melihat hamparan perkebunan yang menghijau dengan langitnya yang cerah, dan udaranya yang sejuk.

Tertarik untuk berkunjung ke desa ini?.

Let's challenge your adrenaline, and get the best experience here

Related Posts

12 komentar

  1. Pasti sangat mengesankan bisa melihat langsung apa yang Mas Yonal tuliskan ini. Subhanallah....

    BalasHapus
  2. Itu foto siapa pak, yang cantik berjilbab hijau. Salamin ya pak, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu putri saya bu yang umur 6 tahun

      Waalaikumsalam.:)

      Hapus
  3. Sejukmya lihat pemandangan serba hijau dan biru. Adem bikin hati tenang. Kayak saya yang suka makan lalap, jadi awet muda terus #kagaknyambung 😁

    BalasHapus
  4. Waaah jadi rahasia orang sunda awet muda tuh karena suka makan sayur ya pak? Aku suka si beberapa dan harus direbus minimal pak :D

    BalasHapus
  5. MasyaAllah.. Hidup di desa itu memang menyehatkan ya Pak. Jadi rindu main-main di sawah semasa kecil.

    BalasHapus
  6. Banyak yang berkata kalau orang Sunda itu cantik (dan ganteng) rupawan. Bisa jadi salah satu rahasianya adalah karena orang sunda banyak mengonsumsi sayuran, baik diolah maupun dimakan langsung mentah atau dijadikan lalapan. --- soal ini, katanya bener adanya ya Pak?

    Tapi emang rata-rata orang Sunda geulis2 yaks, kulitnya juga halus2... nggak kalah ama Unnie2 dan Oppa2 Korea, wkwk.

    Ini sih indah banget pemandangannya, pasti betah ya tinggal di desa ini. Udah gitu pasti ide2 menulis langsung berloncatan keluar. hehe.

    BalasHapus
  7. Segernya alam pedesaan. Nggak bosan mata memandang. Kalau lagi suntuk atau cari inspirasi asyik juga ke tempat-tempat kayak gini.

    BalasHapus
  8. Waahh asik yaa kl rumah Deket sawah² gituu, adem bangettt.. Bikin betahh wkwkwkwk

    BalasHapus
  9. Inget dulu zaman mondok di Solo, kata Ustaz, enak punya istri orang Sunda, lepas aja di kebon...
    Sebagai orang Sunda, bingung awalnya, kenapa?
    Rupanya gara2 makannya harus selalu ada dedaunan😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu
      kayanya ada yang kurang kalau makan ga ada unsur daun-daun lalapan plus sambelnya

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email