Nasib Orang Tua di Masa Tua

4 komentar
orang tua
Kebaikan seorang ayah lebih tinggi dari gunung, dan kebaikan seorang ibu lebih dalam dari lautan.  ~ Japanese Proverb
Qoute atau kata mutiara dari Negeri Sakura itu sangat membekas di hati dan memang benar adanya. Jasa kedua orang tua, bagaimana pun tidak akan terbantahkan. Bahkan dalam Islam, derajat orang tua sangat diagungkan, terutama sosok ibu, yang Allah muliakan posisinya sebagai kunci surga seorang anak. Namun, di antara dinamika hubungan antara orang tua dan anak, sering kali masa tua dari setiap orang tua menjadi salah satu yang sering menjadi masalah. bagaimana Islam memandang hal ini?. Semoga tulisan  ini memberi sedikit gambaran dan pencerahan tentang bagaimana kita selayaknya memperlakukan orang tua di masa tua mereka.

Sudut Pandang Islam Dalam Memuliakan Orang Tua

Dalam Islam keadaan atau kondisi seseorang sampai ke jompo ada dua tahapan, pertama karena memang faktor usia kemudian setelahnya keluarga berkewajiban membantu, karena bagian dari ta’awun dan silaturrahim. Ta’awun dan silaturrahim sendiri merupakan sesuatu yang sakral, seorang muslim diwajibkan saling tolong menolong dalam kebaikan karena memang dibutuhkan, termasuk mengurus jompo atau lansia.

Siapa yang pertama kali memiliki kewajiban mengurus seorang jompo di saat kondisinya mulai melemah? Siapa lagi kalau bukan anak atau keluarga terdekat. Di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala menggandengkan Tauhid dan berbakti kepada kedua orang tua, termaktub dalam surat Al-Isra Ayat 23.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Keberadaan Panti Jompo Dalam Islam

Salah satu masalah yang dihadapi dalam hubungan orang tua dan anak adalah adanya beberapa sosok anak yang mengambil jalan pintas dalam hal perawatan kepada orang tua yang telah berusia yaitu dengan mengirimkannya ke panti jompo. Bagaimana untuk panti jompo itu sendiri? Sebenarnya tidak digambarkan atas keberadaan panti jompo itu sendiri, jika dilihat dari sisi agama. Adapun tanggung jawab pemerintah, maka harus memberikan kelayakan tempat tinggal dan santunan kepada para lansia, tidak kemudian dititipkan ke panti. Umpamanya, ada rumah khusus untuk mereka kemudian bekerja sama dengan warga sekitar untuk mengontrol mereka agar kondisi mereka terjaga dengan baik.
orang tua
Jika ada seorang anak yang sengaja menitipkan orang tuanya ke panti jompo, maka ini adalah bagian dari kedurhakaan. Justru kunci kesuksesan seorang anak adalah ketika ia berbakti kepada kedua orang tuanya, dan puncak berbakti kepada orang tua itu saat ia sudah lanjut usia. Kondisi orang tua yang telah jompo itu ada dua, pertama sudah mengalami pikun atau sering lupa, dan yang kedua kondisinya yang telah renta atau lemah, membuatnya sulit mengurus dirinya sendiri. Kedua kondisi ini tetap menjadi alasan kewajiban anak atau keluarga untuk berbakti kepada orang tua.

Kita dapatkan kisah-kisah orang saleh bagaimana bentuk bakti kecintaan mereka terhadap orang tua mereka, walaupun mereka dapati orang tuanya dalam keadaan lemah, stres, bahkan gila, namun mereka tetap melayani orang tua mereka sesempurna mungkin. Mereka tak menyoalkan kondisi orang tuanya, sampai semua kebutuhan orang tuanya mereka penuhi. Jadi sangat tidak pantas bagi seorang anak dengan sengaja menitipkan orang tuanya ke panti jompo. 

Kemudian bagaimana jika ditemui ada orang tua yang meminta kepada anaknya untuk dititipkan ke panti jompo, dengan alasan tidak ingin merepotkan anaknya? Maka ini harus dicermati ada apa pada diri anak tersebut sehingga orang tua memilih untuk dijauhkan dari anaknya. Boleh jadi ada perilaku buruk dari anak atau mungkin dari pasangan suami/istri bahkan bisa datang dari cucu-cucunya yang berperilaku tidak sopan, karenanya harus diperbaiki muamalah antara anak dan orang tua agar tidak berlarut hubungan tidak baik tersebut kepada anak cucunya ke depan. Jangan memiliki pikiran bahwa semua keinginan orang tua harus diikuti tanpa mengetahui sebab-sebabnya.

Yang menjadi tugas anak adalah membuat orang tuanya senyaman mungkin berada disisinya seperti dulu sewaktu kecil ia diurus oleh orang tuanya. Buatlah orang tua menjadi bangga kepada anak-anaknya karena budi pekerti luhur yang datang dari seorang anak. Kewajiban berbakti kepada orang tua juga dengan tegas Allah Ta’ala perintahkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 sebagai berikut:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.
Inilah bukti bahwa berbuat baik kepada orang tua disandingkan dengan Tauhid kepada Allah Ta’ala. Ada hak kita kepada Allah Ta’ala dan hak kita kepada orang tua. Inilah Islam, mendudukkan orang tua pada derajat yang sangat tinggi, yaitu dengan berbakti kepada kedua orang tua. Dan itu bagian dari silaturahim yang paling tinggi derajatnya setelah hak kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
Di Kaki gunung kita akan menemukan tanah yang subur. Di kaki langit kita akan melihat panorama indah, dan di Kaki ayah ibu kita akan temukan pintu menuju surga. ~ Anonim

Penutup

orang tua
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan, membuat sakit hati orang tua walaupun dengan berkata “ah” saja, itu adalah sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam. Fatwa para ulama mengatakan, andai kata ada ucapan yang lebih rendah dari “upp”, “ah”, “duh”, dan semisalnya, maka niscaya Allah Ta’ala akan menyebutkannya. Serendah-rendah ucapan yang membuat orang tua tersinggung, itu harus dihindarkan, termasuk sikap dan perilaku. 

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran baik dari setiap qoute ataupun firman-firman Allah dalam Al-Qur'an, dan semoga hikmah tersebut adalah dengan semakin yakinnya kita terhadap perintah Allah untuk berbakti kepada orang tua sampai masa tuanya, bukan menjadikannya sebagai beban, namun mereka adalah harta berharga yang sejatinya tetap kita jaga dengan penuh rasa kasih sayang, sehingga hari-hari kita sebagai seorang anak diliputi dengan semangat dalam mengabdikan diri kepada ayah ibu kita. Wallahu'alam.

Notes:
Faedah ini di intisarikan dari video Kajian Ustadz Muhamad HazimSeorang anak menitipkan ayahnya di panti jompo
Yonal Regen
a Father of four, Educator and Author of Narasi Ayah Guru

Related Posts

4 komentar

  1. Jika si anak tinggal di kota yang berbeda dengan orangtuanya bagaimana, Pak? Misal ikut suami atau bekerja di kota yang berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teman ada yang punya pengalaman seperti itu, ia meminta keridhoan pasangannya untuk membawa ibunya beserta mereka, karena ibunya hanya tinggal sendiri di kampung, dan alhamdulillah ibunya mau ikut beserta mereka

      Hapus
    2. Yang penting meminta keridhoan pasangan ya Pak

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email