a journey

Jadilah Guru, Berkahlah Hidupmu

Posting Komentar
Guru

Jika ditanya, apa salah satu pekerjaan impian dalam hidup?. Jawabannya adalah guru. Kenapa guru? karena ia profesi yang penuh keberkahan, membuat hidup tidak hanya sekedar hidup, tetapi hidup yang akan penuh dengan dinamika.

Guru Sebagai Profesi Impian

Guru secara bahasa berarti 'berat' yang berasal dari Bahasa Sansekerta. Secara umum guru dapat diartikan sebagai pendidik profesional yang mempunyai tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai para siswanya. Sebagaimana definisi awalnya sebagai pendidik profesional, saat ini pemerintah telah melakukan sertifikasi kepada guru-guru di Indonesia sebagai salah satu usaha untuk mencapai kelaikan dalam hal mengajar. Proses sertifikasi ini selanjutnya akan pula ditunjang dengan tunjangan per bulan dari pemerintah yang akan diterima langsung oleh rekening setiap guru.

Guru Pembelajar = Belajar dan Mengajar

Tugas guru tidaklah sedikit, dari definisi guru, kita bisa mendapati bahwa tugas guru itu banyak sekali, tidak hanya mentransfer ilmu semata, tetapi juga membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai. Jika seorang guru hanya memberikan materi saja tanpa mau mengikuti perubahan zaman, sehingga tidak beradaptasi dengan segala sesuatu tentang keguruan seperti metode pembelajaran ataupun media pembelajaran yang digunakan dalam mengajar, maka bisa jadi ia akan menjadi guru yang sangat membosankan di kelas.

Mau tak mau, seorang guru yang walaupun tugasnya adalah mengajar, seorang guru harus tetap belajar, belajar tentang hal-hal baru dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan tidaklah stagnan, ia terus berubah, pun dengan karakter setiap siswanya.

Banyak lembaga-lembaga yang saat ini concern dalam membantu karier protean guru, meningkatkan skill dalam mengajar, menguasai metode-metode baru, bahkan sampai pelatihan guru menulis pun tersedia. Tinggal menyisihkan waktu dan ada kemauan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan siap menjadi guru penggerak.

Guru Honorer

Kebahagiaan Menjadi Seorang Guru

Di antara sekian banyaknya tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai seorang guru, tetaplah tak mengurangi rasa bahagianya menjalani hari-hari sebagai seorang guru. Kenapa? ini dia alasan-alasannya.

1. Pekerjaan Yang Tak Membosankan

Alasan yang membuat pekerjaan ini tidak membosankan adalah karena kita sebagai guru berhadapan langsung dengan sosok para pejuang ilmu, tunas muda harapan bangsa yang sedang meniti menuju impiannya. 

Setiap tahun, sebagian siswa mutasi keluar, tergantikan oleh sekelompok siswa yang mutasi masuk. Setiap periode guru selalu merefresh diri, bertemu dengan siswa-siswi baru, bertemu dengan karakter-karakter baru, dan anak-anak yang menggantungkan sebagian cita-citanya pada sosok guru.

2. Banyak Anak Banyak Rezeki

Menjadi orang tua yang mengurus 2 sampai 3 anak di rumah saja sudah sungguh luar  biasa dinamika yang dirasakan. Bagaimana dengan guru yang mengajar puluhan bahkan ratusan siswa di sekolah?. Satu rombongan belajar (rombel) yang rata-rata berisi 30 siswa dalam satu kelas, dengan ragam karakter dari setiap individunya, sungguhlah luar biasa.

Bagi seorang guru, mengurus banyak anak dengan keunikannya masing-masing adalah sebuah tantangan tersendiri, dan bagi guru, anak-anak didik adalah rezeki. Harus dipahami terlebih dahulu bahwa rezeki tak selalu soal materi, tapi mereka yang membuat kita tersenyum dengan prestasinya masing-masing dan adab terhadap guru yang dijunjung tinggi adalah sebuah keberkahan tersendiri yang dirasakan seorang guru.

Momen-momen seperti hari raya, Idul Fitri contohnya, dikunjungi alumni-alumni sekolah tempat mengajar, anak-anak yang pernah kita didik soan ke rumah, kemudian bercerita tentang perjalanan hidup mereka terus memperjuangkan mimpi yang mereka inginkan adalah salah satu kebahagiaan tak terkira bagi seorang guru.

Melihat anak didik yang terus berkembang dengan prestasinya masing-masing, berubah ke arah yang lebih baik hari demi harinya adalah juga pengobat lara yang luar biasa, itu mungkin kenapa guru sering dianggap awet muda, ya bisa jadi karena setiap hari selalu bertemu dengan tunas-tunas muda harapan ibu pertiwi yang penuh optimisme dalam setiap langkahnya, sehingga vibe-nya dapat pula dirasakan oleh seorang guru.

3. Keberkahan Ilmu, Keberkahan Hidup

Jika ditanya, berapa gaji guru?. Apalagi guru honorer, akan sangat jauh api dari panggang, tak sepadan antara tanggung jawab dengan imbalan yang diterima. Tapi menjadi guru bukan soal mengejar materi, karena keberkahan dari mengajarkan ilmu akan terasa pada seluruh sendi kehidupan seorang guru.

Tak logis memang jika dihitung dengan matematika empiris dan perhitungan akuntansi, tapi memang banyak sekali guru-guru yang bijak dalam hidupnya dan tahu betul konsekuensi menjadi seorang guru jika menghitung-hitung soal honor yang diterima. Tapi keadaan seperti ini bukan pembenaran kepada pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab akan  nasib guru untuk melakukan pembiaran akan realitas yang ada, memang pemerintah sudah melakukan sertifikasi guru secara bertahap, namun jumlah guru yang sangat banyak jumlahnya di negeri ini masih menyisakan PR besar bagi mereka yang belum juga tersertifikasi guru.

Penutup

Jadi guru tak selalu harus berseragam rapi di depan kelas ruang sekolah, dalam artian jika kita tidak ditakdirkan menjadi guru dalam definisi formal, kita tetap akan menjadi guru. Setiap orang tua adalah guru utama untuk anak-anaknya, setiap kakak adalah guru teladan bagi adik-adiknya, bahkan setiap kita adalah guru untuk diri kita sendiri.




Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email