Memaknai Tahu Bulat Digoreng Dadakan Sebagai Kekayaan Khasanah Kuliner Indonesia

4 komentar

Tahu bersanding dengan tempe menjadi makanan khas negeri kita, sebagai dua ikon makanan yang tinggi protein, dua penganan yang terbuat dari bahan dasar kacang kedelai ini mempunyai tempat khusus di hati para peminatnya yang tidak bisa dibilang sedikit.
Berbeda dengan tempe yang berbentuk persegi panjang, tahu pada mulanya berbentuk persegi. Namun ternyata pada perkembangannya, tahu mengalami modifikasi sedemikian rupa sampai berbentuk bulat, sedangkan tempe bertahan pada bentuk semula.
Tahu pada umumnya berwarna kuning dengan bentuk standar persegi, namun ada juga yang berwarna putih dan bentuknya lebih besar, bahkan dari segi struktur, ada tahu yang lebih halus yang disebut tahu sutera.
Dari segi kreasi masakan, tahu juga mengalami perkembangan yang luar biasa. Dan orang sunda sebagai suku di Jawa Barat terkenal sebagai orang-orang kreatif, termasuk dalam mengolah tahu. Contohnya ada tahu Sumedang yang sangat mashur di negeri ini, tahu goreng cruncy dipadu dengan cabe rawit mentah memang tiada duanya,  ada pula tahu gejrot yang berasal dari cirebon, tahu goreng yang diulek dengan bumbu kacang khusus, nikmat pisaaan.
Di Sukabumi ada Gehu, singkatan dari tauge dan tahu. Tahu goreng yang diisi tauge kemudian dibalur tepung, lalu digoreng. Cocok untuk menjadi camilan, apalagi untuk buka puasa seperti Ramadhan ini. Dan yang terakhir, Tasikmalaya menjadi trending dengan tahu bulatnya yang ikonik, bentuknya yang anti-mainstream, tetiba bulat.  Keluar dari zona nyaman tahu pada umumnya.
Tidak hanya dari segi bentuk, pemasaran tahu bulat juga berbeda dengan tahu-tahu lain pada umumnya. Di goreng langsung di atas mobil, dengan wawar sepanjang perjalanan, tentu saja menarik perhatian masyarakat, dari anak-anak sampai orang dewasa. Sampai-sampai sebagian masyarakat sudah sangat hafal dengan jingle lirik yang tak pernah berhenti diputar di mobil tahu bulat.
Penjenamaan dan pemasaran ala tahu bulat digoreng dadakan dianggap berhasil, didukung harga murah meriah, menjadikan tahu bulat menjadi camilan merakyat yang digemari warga, terlebih ada kebebasan memilih bumbu tambahan, mulai dari bumbu gurih sampai bumbu pedas.
Akhirnya, tidak hanya tahu bulat digoreng dadakan, tetapi semua ragam jenis tahu, dari tahu Sumedang sampai tahu gejrot, bukan hanya milik sebagian orang atau pun suku, tetapi menjadi kekayaan khasanah kuliner Indonesia. Dengan penyesuaian di setiap wilayah, tahu berkembang dengan kearifan lokal masing-masing, menjadikannya sebagai salah satu masakan yang hampir selalu ada di list dapur para ibu Indonesia.

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

4 komentar

  1. Betul bangettt tahu jadi makanan Nusantara dengan kearifan lokal masing-masing. Kalau di sini tahu jadi bahan dasar rujak cingur. Kadang juga jadi cemilan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah baru tau, tahu buat bahan rujak cingur :)

      Hapus
  2. Keren kang... Abdi jam sakieu blm update hadeuuh

    BalasHapus

Posting Komentar