Beberapa waktu diajak istri nonton ke bioskop, tapi katanya belum tahu nonton apa. Akhirnya kita periksa jadwal film yang tayang di web Movieplex Sukabumi dan memutuskan untuk nonton salah satu film perjuangan seorang ibu berjudul Jangan Buang Ibu yang dibintangi Nirina Zubir.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu
Film Jangan Buang Ibu bercerita tentang sosok ibu bernama Ristiana yang mempunyai 3 orang anak, 2 laki-laki, 1 perempuan. Ia mempunyai suami, namun sayang tak berperan sebagaimana mestinya baik sebagai suami maupun ayah bagi anak-anaknya.
Keluarga Fatherless
Ketika tak tahan dengan perlakuan suaminya yang toxic, Ristiana pergi dari suaminya dengan membawa serta ketiga anaknya yang masih duduk di sekolah dasar, bahkan si bungsu yang masih dalam kondisi bayi.
Mereka pindah ke kota, memulai kehidupan dari nol. Risti membuat donut dan menitipkannya di warung-warung terdekat, sebagian didagangkan putra sulungnya yang bernama Tama di sekolah tempat dia mengenyam pendidikan.
Ketika keadaan ekonomi Risti perlahan membaik, tiba-tiba suaminya datang. Entah dari mana ia mengetahui alamat baru Risti. Suaminya minta maaf dan Risti menerima kembali.
Namun sayang, tabiat buruk suaminya tak berubah. Ia masih menjadi sosok kurang ajar, bahkan anak sulungnya pun menjadi objek kemarahannya yang menggila.
Puncaknya suatu haru ketika Risti pulang dari menitipkan dagangan donutnya, ia mendapati rumahnya kehilangan surat tanah dan rumah, uang tabungan dan barang berharga lainnya. Bersamaan dengan itu menghilang juga suaminya. Risti menduga kuat, pelakunya adalah suaminya sendiri, seperti pernah kejadian-kejadian dulu juga.
Perjuangan Single Mother
Long Story Short, anak-anak Risti tumbuh dewasa dalam pengasuhan single mother. Risti bekerja keras menghidupi ketiga anaknya sampai mereka lulus kuliah.
Selain membuat donut, Risti menyambi kanan kiri demi pendidikan anak-anaknya.
Masalah datang ketika anak kedua yang bernama Dewi akan menikah. Ia butuh wali, which is ayahnya. Diskusi panjang terjadi di keluarga mereka tentang sosok ayah yang lama menghilang dan kini mereka butuhkan untuk wali nikah anak perempuan satu-satunya.
Dengan luka trauma yang masih menganga, Risti mencari sosok suaminya demi kebutuhan wali nikah anaknya. Lama ia mencari kesana kemari, namun nihil, sampai akhirnya Dewi dinikahkan menggunakan wali hakim.
Suami yang tiba-tiba Datang Kembali
Waktu berlalu dan keluarga Risti kembali beraktifitas seperti biasanya. Tiba-tiba di saat mereka berkumpul di rumah, ada yang mengetuk pintu.
Suami Risti datang dalam kondisi yang sudah tua renta dan tak berdaya. Anak-anak marah memandang sosok ayah yang selama ini tak mempedulikan mereka, mereka ingin mengusirnya. Tapi Risti tak tega, ia menerima suaminya yang sudah dalam kondisi yang berdaya ini.
Tak lama suami Risti yang sakit-sakitan itu meninggal. Dia datang di masa tuanya hanya untuk menumpang mati.
Yang tak terduga setelah kematiannya tiba-tiba datang debt collector yang menagih hutang almarhum suami Risti. Jumlahnya banyak sekali.
Bagaimana Masa Tua Ibu?
Risti bingung namun tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia merelakan rumah yang selama ini jadi saksi perjuangan mengurus ketiga anaknya harus disita bang akibat kelakuan suami durjananya.
Setelah rumahnya disita bank, Risti akan tinggal di mana? Karena ketiga anaknya ternyata kompak menyatakan tidak bisa menerimanya karena alasan kondisi perekonomian rumah tangga mereka yang belum stabil.
Kelebihan dan Kekurangan Film Jangan Buang Ibu
Kalau berbicara sosok ibu pastilah tak akan cukup diksi untuk menggambarkan sosok mulia ini. Makanya tema perjuangan seorang ibu ini rata-rata cukup sukses ketika diangkat ke layar lebar, pun dengan film Jangan Buang Ibu ini.
Film Jangan Buang Ibu didukung dengan akting yang mumpuni dari setiap karakternya. Di peran utama ada Nirina Zubir sebagai ibu, kemudian Adi Sasono sebagai suaminya. Untuk anak-anaknya berturut-turut diperankan Refal Hadi, Amanda Manopo dan Saputra Kori.
Namun ketika kita membicarakan kemuliaan hati seorang ibu di film yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu ini, kita juga bisa bisa melihat sosok Risti seperti terjebak dalam kebodohan. Ini terlihat dalam adegan saat ia menerima kembali suaminya, padahal ia telah disakiti bukan sekali dua kali, anak-anaknya pun menolak sosok ayah, tapi Risti tetap menerimanya karena alasan kemanusiaan.
sumber: trailer film Jangan Buang Ibu di saluran Youtube Leo Pictures
Ada juga adegan yang membuat tak nyaman bagi saya sendiri saat menonton film Jangan Buang Ibu ini, yaitu pas scene Adi Sasono memarahi dan menyiksa Tama kecil yang diperankan Jared Ali. Saat tama ditoyor kepalanya sangat menyakinkan dari sisi akting. Marahnya ayah dan nangisnya sang anak diperankan dengan epik. Tapi sungguh sangat tak nyaman sekali saat melihatnya.
Hikmah dari Film Jangan Buang Ibu
Ada kalimat bijak yang berbunyi:
Seorang ibu bisa mengurus 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa mengurus seorang ibu
Ini menunjukan betapa ketulusan seorang ibu memang luar biasa. Berapa pun jumlah anaknya, semuanya diusahakan terurus secara maksimal.
Namun di sisi lain ketika seorang ibu sudah lanjut usia, kondisi anak dengan segala dinamikanya banyak juga yang merasa tak mampu dan tak siap untuk bertanggung jawab dalam perawatan masa sepuh seorang ibu.
Dari film Jangan Buang Ibu kita bisa belajar bagaimana kita sejatinya mempersiapkan diri untuk siap menerima orang tua di masa tuanya, termasuk perawatannya.
Ibu dengan segala perjuangannya tak pantas dibuang di masa tuanya dengan alasan apapun. Ia yang telah menghadirkan dunia bagi anak-anaknya tak elok sama sekali dibalas dengan tuba di masa pensiunnya.
Itu kenapa Nabi pun berwasiat untuk selalu memuliakan sosok ibu
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: 'Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak aku pergauli dengan baik?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Kemudian ayahmu





Posting Komentar
Posting Komentar