Hidup di zaman serba digital tak bisa kita elakkan, kita harus beradaptasi dengan cepat agar tak 'ketinggalan kereta'. Namun di sisi lain digitalisasi ini ibarat pisau, bisa bermanfaat, atau bahkan menimbulkan mudarat.
Tak hanya pada orang tua, segala hal yang berbau digital juga sudah merambah pada dunia anak-anak. Bayangkan, seorang anak yang diberi mainan pisau. Apa tak berbahaya?
Untuk itu penting sekali memberikan pemahaman seperti apa itu dunia digital yang aman pada anak-anak kita agar mereka paham benar batasannya. Namun juga harus dipahami bahwa menjelaskan dunia digital yang berat ini harus bisa menyesuaikan dengan umur anak-anak agar mereka paham dengan setiap penjelasan.
Playdate Cerdas Literasi Digital untuk Anak-anak
Bersyukur sekali ada acara playdate Cerdas Literasi Digital untuk anak-anak yang bertempat di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi pada awal Juni kemarin. Informasinya saya dapatkan dari grup WA Taman Baca Masyarakat (TBM) yang saya ikuti.
Saya tawarkan pada anak-anak dan mereka tertarik untuk mengikutinya. Alhamdulillah setelah mendaftar di tautan link yang disebarkan di grup WA TBM, ketiga kakak beradik semua diterima untuk bisa mengikuti acara ini.
Acara playdate Cerdas Literasi Digital ini adalah hasil kerjasama teman-teman dari Read Aloud Sukabumi dengan Dinas Asip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi dan juga Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan). Kolaborasi ini akhirnya membuat acara jadi lebih bersinergi dan menyenangkan.
Susunan Acara Playdate Cerdas Literasi Digital
Sejatinya acara playdate memang harus menyenangkan, ya, karena mereka akan bertemu dengan teman-teman sebayanya. Itu kenapa panitia sepertinya sudah menyusun sematang mungkin agar anak-anak usia TK dan SD yang mengikuti acara ini bisa fun selama lebih kurang 2 jam.
Acara playdate Cerdas Literasi Digital sendiri bertempat di ruang audio visual Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Dengan ruang yang cukup luas dan nyaman, lebih kurang 100 anak terlihat happy duduk di atas karpet tebal di ruang itu.
Susunan acara Laydate Cerdas literasi Digital yang diadakan setelah dzuhur ini terdiri dari:
- registrasi ulang di depan ruang audio visual dengan mengisi daftar hadir
- tepat jam 1 siang acara dibuka oleh MC
- tak lupa ada sambutan atas nama Diarpus Kabupaten Sukabumi
- materi pertama dari Diskominfosan
- setelah materi, acara dijeda pemutaran video tentang literasi digital. Anak-anak terlihat antusias menyaksikan video yang menarik
- sebelum lanjut ke acara selanjutnya ada ice breaking dari MC
- read aloud dari Komunitas Sukabumi Read Aloud
- penampilan drama tentang literasi digital
- belajar membuat konten literasi digital
- bookish play membuat robot-robotan dari bahan-bahan sederhana
- foto bersama dan penutupan
Untuk bookish play membuat robot-robotan, para peserta diminta panitia untuk membawa alat-alat yang dibutuhkan untuk membuatnya seperti bekas botol Yakult, tutup botol bekas air mineral, lem kertas, dan kertas origami.
Karena informasi untuk membawa alat-alat ini di-share beberapa jam sebelum acara dimulai, jadinya kita baru mencari beberapa item di toko ATK saat berangkat menuju lokasi acara dan mampir dulu untuk membelinya. Tapi alhamdulillah semua lengkap terbawa.
Tak terasa waktu 2 jam berlalu serasa dengan cepatnya sampai MC menginformasikan kalau acara sudah selesai. Anak-anak keluar ruangan dengan wajah sumringah dan ekspresi bahagia.
Ketika ditanya tanggapan mereka ikut acara playdate Cerdas Literasi Digital ini dengan semangat mereka bilang 'seruuu'. Ah, senangnya kalau mereka bahagia.
Anak-anak Playdate, Orang tuanya pun Sama
Selagi acara anak-anak berlangsung, para orang tuanya juga diberi asupan informasi tentang literasi digital di ruang yang berbeda, yaitu di Cafe Ngejat yang berada di samping ruang audio visual. Ini biar ilmu dan infonya berimbang, agar anak dan orang tua jadi paham tentang literasi digital.
Untuk narasumber sesi orang tua ini dihadirkan dari Diskominfosan. Acara berlangsung dengan hangat, karena selain pemberian materi, ada juga sesi tanya jawab dan pembagian doorprize buku.
Tapi berbeda dengan acara anak-anak yang hampir 2 jam, acara para orang tua hanya 1 jam. Maklum, konsentrasi dan fokus orang tua dan anak-anak berbeda, ya. Faktor usia :)
Setelah acara untuk sesi orang tua selesai, kita menunggu acara anak-anak beres. Saya sendiri menunggu anak-anak di ruang baca Perpustakaan Kabupaten Sukabumi dengan membaca buku. Setelah mencari-cari buku, mata ini tertarik dengan bukua dari Achi TM yang berjudul Kisah Murid Paling Bahagia.
Alhamdulillah buku Kisah Murid Paling Bahagia bisa selesai dalam 1 kali duduk karena memang bukunya tak terlalu tebal, hanya 112 halaman. Isinya tentang 12 kisah anak remaja usia SMA dengan segala dinamikanya, namun syarat dengan hikmah dan pelajaran hidup.
Simpulan
Beradaptasi dengan cepatnya perkembangan dunia digital adalah keharusan, agar kita tahu batasan, mana yang positif dan mana yang memberikan dampak negatif. Informasi dan literasi digital ini sejatinya juga tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak pun akan sangat baik diberi informasi sedini mungkin agar mereka cerdas dalam memahami literasi digital dari awal.
Terima kasih teman-teman dari Komunitas Sukabumi Read Aloud, Diarpus dan juga Diskominfosan Kabupaten Sukabumi yang telah menghadirkan acara playdate Cerdas Literasi Digital. Mudah-mudahan anak-anak belajar memahami kalau masuk dunia digital itu menyenangkan kalau tahu batasan.
Semoga kedepannya makin banyak acara-acara semisal playdate ini agar generasi mendatang makin matang menghadapi perkembangan pesat dunia digital dengan bijak. Karena pada dasarnya digitalisasi akan memberikan manfaat maksimal di tangan orang-orang yang tepat.







Saat ngajar, mengenalkan literasi saya juga sering menggunakan IFP ini. Selain memudahkan, bisa juga kasih contoh yang riil ke anak-anak berhubungan dengan literasi (ayah ugi)
BalasHapus