a journey

Fogging: Ikhtiar Menghindari Demam Berdarah Dengue (DBD)

7 komentar
fogging

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merajalela di negeri kita, masih ada juga hal-hal lain yang patut diperhatikan dalam hal kesehatan masyarakat, di mana salah satunya adalah masih tingginya angka penderita demam berdarah dengue (DBD). Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pada periode Januari sampai Maret 2020 saja tercatat 16.000 kasus DBD, di mana lebih dari 100 jiwa meninggal karenanya.

Salah satu faktor yang mendukung banyaknya perkembangan nyamuk Aedes Aegyti sebagai penyeban DBD adalah masa pancaroba atau perubahan cuaca dari panas ke hujan ataupun sebaliknya. Hal lain yang juga mempengaruhi perkembangan nyamuk ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, terutama yang berhubungan dengan kebersihan air, baik di dalam tempat tinggal sendiri maupun di wilayah sekitar tempat tinggal.

Waspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) 

Demam berdarah Dengue atau yang lebih dikenal dengan DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti. Berbeda dengan nyamuk pada umumnya, nyamuk Aedes Aegypti ini biasanya menggigit pada waktu pagi dan sore hari. 

Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis adalah wilayah yang disenangi nyamuk jenis ini untuk tinggal dan berkembang biak. Hal lain yang juga mendukung banyak berkembangnya nyamuk Aedes ini adalah pola hidup masyarakat yang kurang memperhatikan masalah kebersihan yang berimbas pada kesehatan.

Nyamuk sangat senang hinggap di air yang tidak mengalir untuk berkembang biak. Maka, beberapa yang harus diperhatikan dalam menjaga kebersihan air supaya tidak menjadi media untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti adalah dengan menjalankan prinsip 3M. Prinsip 3M tersebut adalah:

  1. Menguras tempat penampungan air
  2. Menutup tempat penampungan air
  3. Mengubur atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi dapat menampung air

Jika kondisi kesehatan masyarakat tidak mendukung seperti beberapa wilayah Ibukota Jakarta yang mempunyai wilayah dengan padatnya perumahan dan sanitasi yang buruk, maka dibutuhkan kerja sama antar warga untuk melaksanakan prinsip 3M ini. Selain menguras, menutup, dan mengubur benda-benda yang dapat menampung air, alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan fogging.

Manfaat Fogging Sebagai Ikhtiar Mencegah DBD

Hal lain yang bisa diusahakan dalam mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ini adalah dengan melakukan fogging. Fogging adalah teknik pengendalian vektor penyakit, dengan membunuh nyamuk dewasa dan jentiknya dengan cara menyemprotkan racun serangga menggunakan mesin fogging.

Lalu, bagaimana jika wilayah kita ingin melakukan fogging?. Untuk menjawab hal itu, PT. Fumida Pestindo Jaya hadir sebagai perusahaan penyedia jasa fogging nyamuk yang mempunyai keunggulan dalam hal fogging, diantaranya:

  • Legalitas perusahaan jelas. PT Fumida Pestindo Jaya adalah perusahaan yang telah terdaftar di Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) dan juga PTSP Jakarta.
  • Tenaga fogging yang profesional. Tenaga yang akan melakukan fogging nantinya sudah paham benar seperti apa fogging yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti hot fogging untuk wilayah terbuka (outdoor) dan cold fogging untuk wilayah atau area tertutup (in door).
  • Menggunakan peralatan terbaik dan sangat lengkap. Dengan kelengkapannya, jasa dari Fumida sudah diakui dan menjadi langganan beberapa publik figure seperti Samuel Zylgwyn.
fumida
Proses fogging oleh tenaga profesional Fumida
Sumber gambar: https://fumida.co.id/jasa-fogging-nyamuk-di-jakarta/

Untuk teman-teman yang berdomisili di Jakarta, kantor operasional Fumida bisa dihubungi di Jalan Kebagusan Raya Nomor 69, Jagakarsa, Jakarta Selatan, atau kita bisa menghubungi beberapa kontak yang tersedia:

Nomor Telepon: 021 - 2904 9030
Nomor Whatsapp: 0822-1123-1123
Email: info@fumida.co.id

Lengkapkan?. Apabila teman-teman masih ada hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menghubungi nomor dan alamat di atas, dan pastinya bagian custumer service Fumida akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan fogging.

Related Posts

7 komentar

  1. DBD sampai saat ini masih jadi endemik didaerahku mas, alhamdulilah sering ada pemantauan DBD dari dinkes setempat

    BalasHapus
  2. Pernah ngerasain kena DBD dan nggak enak banget si, dulu awalnya dikira tipes ternyata ada DBDnya juga

    BalasHapus
  3. Nyamuk DBD ini emang pinter bikin jentik. Baju yang digantung, genangan air dispenser, tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, yang kadang kita sendiri nggak 'ngeh nyamuk bakal berkembang biak di situ. DBD itu sama mengerikannya sama covid.

    BalasHapus
  4. Bener banget deh mas Covid sama mas Debe mulai bersanding. Terlebih di daerahku hujan panas bergantian tiap hari. Masa yang pas si inang debe berkembang biak

    BalasHapus
  5. Jadi inget, waktu di Semarang sampe ada petugas jentik. Tiap Jum'at keliling ke rumah-rumah.

    Tapi kalau fogging biasanya pas ada kasus aja.

    BalasHapus
  6. Pemberantasan DBD ini ga sulit sebenarnya, tapi memang perlu kerjasama dari warga sekitar tempat tinggal

    BalasHapus
  7. Wah bener nih pak, endemik yg kasusnya sekarang juga tinggi. Mesti rajin2 bersih rumah nih ya

    BalasHapus

Posting Komentar