Belajar Sepanjang Hayat Dengan 6 Syarat

Posting Komentar

Belajar sebagaimana dimafhumi, adalah kewajiban sepanjang nyawa dikandung badan. Kewajibannya berlaku bagi semua manusia tanpa kecuali, laki-laki dan perempuan, yang kaya maupun papa.

Tentunya kita sebagai manusia pembelajar menginginkan bahwa proses yang dilalui dalam pembelajaran dapat menghasilkan ilmu yang mumpuni, agar waktu yang disiapkan untuk belajar tidak terbuang sia-sia.

Agar proses pembelajaran kita berhasil, ada beberapa tips yang bisa dilakukan dalam belajar, diantaranya:


1. Cerdas

Cerdas bisa diartikan sebagai padanan dari cerdik dan cermat, di dalamnya terdapat kepintaran. Cerdas tak hanya masalah pemikiran, tapi emosional dan spiritual juga sangat krusial dan dibutuhkan dalam proses belajar.


2. Sabar


Sabar berarti menahan dari segala bentuk kesulitan dan atau kesedihan. Sabar dalam menghadapi materi ajar, guru, dan lingkungan pembelajaran adalah salah satu bentuk adaptasi dengan lingkungan pembelajaran, karena tidak semuanya berjalan manis. Adakalanya kita dituntut bersabar dalam menghadapi segala sesuatu yang ada di sekitar dalam mencari ilmu.


3. Fokus


Fokus dapat didefinisikan sebagai kemampuan konsentrasi yang baik pada suatu objek, tanpa terhalang hal lain yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan konsentrasi. Ingat tujuan utama belajar kita, jangan sampai tergoda oleh hal-hal yang akan membuat buyar konsentrasi belajar

4. Mempunyai Modal


Materi diperlukan untuk bekal kita dalam mencari ilmu. Untuk institusi yang memberikan ilmu secara cuma-cuma pun, kita harus tetap memiliki modal, setidaknya alat tulis untuk kepentingan sendiri, atau kuota data untuk ilmu yang dibagikan secara virtual.

Tak selalu soal materi, modal tekad yang kuat untuk mencari ilmu juga sama pentingnya. Banyak orang-orang berguguran di tengah jalan dalam pencarian ilmu, karena tidak mempunyai modal tekad yang kuat.


5. Mempunyai Guru


Pilihlah satuan pendidikan dengan para pembimbing atau guru yang mempunyai rekam jejak yang baik, agar bisa menunjukkan dengan baik pula ilmu yang kita pelajari. Selanjutnya, jaga adab dengan baik terhadap guru, karena menghormati ilmu dan menghormati penyampai materi adalah juga kunci keberhasilan dalam mencari ilmu.


6. Konsisten


Tidak ada yang tiba-tiba, mi instan pun butuh proses dalam memasaknya. Apalagi mencari ilmu. Maka konsistenlah, karena ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tidaklah cukup 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, dan 4 tahun kuliah. Ilmu kita ibarat tetesan air di tengah birunya laut yang luasnya lebih besar dibanding daratan yang kita pijak. Maka teruslah merasa haus akan ilmu, karena ia akan memicu rasa konsisten untuk terus mencarinya.


Semoga kita terus berproses untuk menjadi insan pembelajar sepanjang hayat, agar terpenuhi salah satu kewajiban kita di dunia. Kelak, semoga kita dimasukan ke dalam golongan kaum yang ditinggikan derajatnya oleh Allah karena keimanan dan keilmuan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Mujadalah ayat 11:

“Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (iImu) beberapa derajat...”



Referensi: ta`lim muta`alim


Yonal Regen
I'm a Father of four, educator at Raudlotul Ulum School and author of Narasi Ayah Guru

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email