a journey

Spirit of Monday

Posting Komentar
               

Awal pekan kembali menyapa, saatnya kita kembali bekerja. Bekerja untuk bekal di dunia, dan juga niatkan menjadi amal saleh untuk bekal ke surga. Bekerja bukan soal materi semata, tapi niatkan untuk menafkahi keluarga: bekal pendidikan, bekal masa depan, dan yang paling utama adalah untuk bekal ibadah.

Semangat Senin

Mari kita terus menjaga semangat, agar hari-hari terus terawat. Tidak hanya ihwal Senin, tapi setiap hari adalah masa yang harus kita sugestikan sebagai hari-hari penuh makna. Mari juga menjaga profesionalitas dalam berkarya, demi senyum orang-orang terkasih di rumah yang menanti kita tiba kembali dengan selamat sentosa.

Mempunyai pekerjaan adalah anugerah di tengah masih banyak orang-orang yang berjuang mencarinya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri pada Februari 2020, jumlah pengangguran di Indonesia naik pada angka 6,88 juta. Maka tidak lain, bersyukur adalah cara kita mengapresiasi diri di lingkungan pekerjaan.

Semoga pekerjaan kita laksana indahnya bertamasya. Dinikmati dengan sepenuh hati setiap proses yang menjadi kewajiban dalam tugas. Kemudian kita bisa berkomitmen untuk terus bersemangat, menjaga profesionalitas, dan juga demi senyum keluarga. Bersyukurlah jika kita mendapatkan pekerjaan dengan kondisi tim yang kompak. Dunia pekerjaan ideal seperti itu akan menjadi keluarga kedua kita, rekan kerja hebat yang akan menjadi tim kolaborator, bukan kompetitor.

Adakalanya lingkungan tempat kita bekerja tak selalu memberikan rasa nyaman, kita harus memahami memang tak selamanya kondisi ideal selalu ada. Setidaknya, dalam lingkungan yang baik pun ada saja satu dua orang yang berbeda pandangan dengan kita, sehingga membuat jarak dalam bekerja. Asal jangan sampai ada 75% -apalagi 99%- yang berbeda visi dan misi dalam tim pekerjaan kita, pastilah situasi seperti itu toxic sekali. Menjadi tim minoritas dalam tim pekerjaan akan membuat kita tidak nyaman, jika sekiranya tidak bisa dipertahankan, maka alternatif solusinya lebih baik mundur alon-alon, mencari pekerjaan lain.

Mencari pekerjaan saat ini, terlebih di tengah pandemi corona yang belum usai ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Alternatif yang bisa kita coba adalah menciptakan dunia kerja versi kita sendiri, atau dengan kata lain kita bisa belajar berwirausaha.

Penutup

Tak ada alasan untuk terus mengeluh, yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan juga selalu peka pada setiap kesempatan untuk kita terus berkarya. Tak masalah kita menjadi orang yang di gaji atau menggaji orang lain, yang paling utama adalah kontribusi kita terhadap bidang pekerjaan yang kita geluti.

Related Posts

Posting Komentar