BLANTERWISDOM101

Pesantren: Modern Atau Tradisional

Selasa, 29 September 2020

Pandemi korona yang berdampak pada perubahan pembelajaran pola pengajaran di sekolah, dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran on line membuat orang tua mencari alternatif sistem pendidikan lain dalam memenuhi hak anak-anaknya dalam masalah pendidikan. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang banyak berkontribusi pada dunia pendidikan di Indonesia akhirnya banyak dilirik oleh para orang tua sebagai salah satu alternatif lembaga pendidikan untuk putra-putri mereka.

Pondok pesantren yang mempunyai payung hukum surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, menjadi lembaga pendidikan yang mengadakan pembelajaran tatap muka disaat lembaga pendidikan lain masih berkutat dengan pendidikan on line. Dengan demikian, para orang tua merasa bebannya berkurang karena tidak harus mendampingi pembelajaran putra-putrinya.

Walaupun pesantren pada awalnya adalah lembaga pendidikan tradisional, namun seiring berkembangnya zaman, pesantren telah tumbuh dan berkembang dengan modifikasi dari segi kepengurusannya, sehingga akhir-akhir ini kita mengenal ada istilah pesantren modern.

Ragam jenis pesantren yang berbeda dalam masalah manajemen, juga mengharuskan orang tua selektif dalam memilih lembaga yang akan dituju. Sukabumi, sebagai salah satu daerah yang dijuluki sebagai kota santri pun memiliki berbagai pesantren yang memiliki latar belakang kepengurusan yang berbeda-beda, sehingga orang tua mempunyai berbagai alternatif pilihan.

Pesantren Modern.

Salah satu jenis pesantren yang sedang tren saat ini adalah pesantren modern, biasanya jenis pesantren ini menyatu dengan sekolah formal sehingga membentuk boarding school, pesantren ini juga biasanya mempunyai unggulan dalam masalah bahasa –Inggris dan Arab-, dan hapalan Qur’an, serta mempunyai disiplin yang baik. Tapi keunggulan program tersebut berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh para orang tua untuk biaya pendidikan putra-putrinya. Sebagai contoh, Pesantren Al-ma’tuq yang terletak di Gunung Jaya Cisaat Sukabumi, untuk biaya masuk pertamanya saja berkisar antara 20-25 juta, dan biaya bulanan antara 1-2 juta untuk pembiayaan seluruh pendidikan, termasuk makan dan laundry.

Pesantren Tradisional

Berbeda dengan pesantren modern, pesantren tradisional umumnya terfokus pada pendidikan agama saja, terlepas dari pendidikan formal. Pesantren tradisional berkonsentrasi pada pengkajian kitab kuning, biasanya para santri akan sangat akrab dengan ilmu nahwu shorof. Yang paling kontras adalah tidak adanya aturan tertulis yang tegas tentang tata tertib di asrama pesantren, seperti masalah rokok. Santri di pesantren tradisional sudah lumrah dengan rokok. Juga dengan rambut, tidak masalah dengan panjang pendek ataupun gaya potongan rambut, semuanya bebas. Bagaimana dengan masalah biaya?. Di pesantren tradisional biasanya tidak ada biaya yang dibebankan kepada santri dari awal masuk, hanya ‘biaya listrik’ seikhlasnya untuk tiap bulan.

Yang tak kalah menarik adalah, biasanya di pesantren tradisional masih mengharuskan para santrinya untuk belajar mandiri, seperti dalam menyiapkan makan, santri akan belajar memasak secara mandiri untuk kebutuhan makan sehari-hari, sehingga biasanya ada piket untuk penjadwalan masak perharinya. Pesantren Sirojul Huda yang berlokasi di Cidadap kadudampit, Kabupaten Sukabumi adalah salah satu pesantren tradisional yang masih bertahan.

Pesantren Salafi Modern (Semi Modern)

Diantara pesantren modern dan tradisional, ada pesantren pertengahan, yaitu pesantren yang mengkaji kitab-kitab kuning, namun mempunyai manajemen seperti halnya pesantren modern. Di pesantren jenis ini, kita bisa memilih takhosus, yaitu hanya mengaji kitab kuning, atau bisa mondok sembari belajar formal pada sekolah yang juga didirikan oleh yayasan yang senaungan dengan pesantren. Contoh pesantren jenis ini adalah Sunanul Huda yang berada di Cikaroya, Kabupaten Sukabumi. Biaya di pesantren ini tak semahal pesantren modern, namun juga tak bebas biaya sama sekali seperti halnya di pesantren tradisonal.

Program yang ditawarkan pun di pesantren ini lebih beragam. Selain pengkajian kitab kuning, para santri juga dibekali dengan pembelajaran bahasa asing dan juga program tahfidz qur’an seperti halnya pesantren modern.

***

Dengan banyaknya ragam pesantren yang dapat dipilih, para orang tua harus memikirkan dengan seksama beberapa hal sebelum memilih pesantren yang akan dituju. Beberapa hal berikut bisa dijadikan tips dan trik sebelum memilih pesantren.

Melihat Minat dan Bakat Anak

Pentingnya berdiskusi dengan anak tentang minat dan bakat yang mereka punya, sehingga dengan demikian orang tua bisa mengarahkan anaknya untuk menuju pesantren mana. Jangan pernah memaksakan kehendak dengan dalih untuk kebaikan anak. Tidak sedikit santri yang kabur dari pesantren karena merasa tidak nyaman, baik dengan lingkungan maupun kurikulum yang diselenggarakan oleh pesantren.

Kesepakatan antara orang tua dan anak tentang pesantren yang akan dituju, akan menjadikan anak lebih bertanggung jawab akan pilihan hasil musyawarah bersama. Sehingga diharapkan, ia akan menjadi lulusan yang baik, dengan segala ilmu yang dikajinya setelah lulus dari pesantren.

Pesantren modern cocok bagi yang mengharapkan menjadi lulusan dengan kapasitas global. Dengan santri yang dapat memahami bahasa asing, bisa menjadi modal untuk diterima di dunia internasional.

Pesantren tradisional juga banyak menghasilkan lulusan yang siap terjun di masyarakat. Karena terbiasa diajarkan untuk mandiri di asrama pesantren, seperti mengurus makanan sehari-hari, bahkan mencuci pakaian pribadi pun sudah tak asing.

Hitung Pembiayaan

Perbedaan manajemen pesantren berbanding lurus dengan biaya yang harus disiapkan. Orang tua yang sudah mengkalkulasikan segala biaya rumah tangga, termasuk biaya pendidikan untuk anak akan bisa menggambarkan level pesantren seperti apa yang bisa ter-cover biayanya.

Jika mampu dengan biaya setinggi apapun, selama pendidikannya dirasa pas untuk anak, orang tua dengan ekonomi atas tak akan menjadi masalah.

Untuk orang tua dengan pendapatan ekonomi menengah ke bawah, pesantren semi modern dan pesantren tradisional bisa menjadi pilihan alternatif untuk pendidikan putra-putrinya, karena pembiayaannya lebih terjangkau dibandingkan dengan pesantren modern.

***

Indonesia sangat butuh alumni-alumni pesantren dengan ilmu mumpuni untuk menjadi pemuka agama, karena sosok alim yang sebenarnya akan menjadi oase bagi masyarakat di tengah hausnya akan ilmu dan informasi seputar agama.

Semoga lulusan pesantren bisa menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri, yaitu pendidikan yang mencetak insan-insan yang beriman dan bertakwa. Lulusan yang dapat menjawab segala problematika masyarakat dengan solusi yang berlandaskan pada panduan Qur’an dan hadits nabi.

Semoga informasi tentang jenis pesantren dan tips-tips untuk memilih pesantren ini dapat bermanfaat, khususnya bagi yang akan mencari pesantren di kota santri, Sukabumi.

Share This :
Yonal Regen

Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak komentar. Semoga bermanfaat. Salam