Deddy Corbuzier (dan Kita) Yang Semakin Kaya

4 komentar

Penusukan terhadap tokoh agama Islam, Syekh Ali jaber beberapa waktu lalu mengagetkan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Tak ayal kejadian tersebut menjadikannya ramai diperbincangkan dan trending di media sosial. 

Adalah pemilik podcast Close the Door, Dedy Corbuzier yang dapat mengambil kesempatan emas peristiwa tersebut, yaitu dengan mengundang korban penusukan, Syekh Ali Jaber ke siniarnya. Bagai bebek beranak sembilan, dalam hitungan jam saja pengunjung saluran youtubenya telah melampaui angka enam digit.

Kelebihan podcast Dedi Corbuzier memang terletak pada ragam bintang tamu yang dihadirkan, dibandingkan dengan podcast-podcast lain yang menjamur di youtube. Bagaimana tidak, dari bintang tamu artis, pejabat pemerintah, bahkan seorang Siti Fadilah Supari -Menteri Kesehatan era SBY- yang notabene sedang berada di dalam tahanan bisa berada di siaran web tanalirnya. Dan kini, Syekh Ali Jaber seorang ulama karismatik hadir di podcast Close the Door, di dampingi salah satu sahabatnya, Gus Miftah. That was Amazing!.

Perpaduan kepiawaiannya dalam memandu acara dan bintang tamu yang out of the box menjadikan Deddy Corbuzier mengalahkan Baim Wong sebagai youtuber dengan penghasilan tertinggi di Indonesia. Menurut data dari Social Blade, pada Agustus 2020 saja, penghasilan Deddy Corbuzier berkisar antara 400 juta sampai 6 miliar.

Kini , dengan datangnya Syekh Ali Jaber tak hanya membuatnya menambah pundi-pundi rupiah yang akan ia dapat, tetapi lebih dari itu kini ia bertambah kaya dengan pengetahuannya tentang Islam. Dengan posisinya sebagai mualaf (seorang yang baru masuk Islam), Syekh Ali banyak sekali memberikan pelajaran tentang Islam secara tidak langsung. Pembawaan Syekh Ali yang sangat lurus layak disebut sebagai seorang muslim yang merepresentasikan agama yang di anutnya, sehingga dapat memberikan contoh yang baik, terlebih bagi sang pemandu podcast yang sedang banyak belajar tentang Islam.

Masyarakat yang saat ini tidak terlepas dari gadged membuatnya secara perlahan juga berpindah dari kebiasaan-kebiasaan lama, seperti budaya menonton televisi yang kini tergantikan dengan youtube. Ragam acara yang lebih variatif menjadikan youtube menjadi alternatif tontonan pilihan yang bisa di akses kapan saja, di mana saja. Namun idealnya, setiap rupiah yang kita sumbangkan untuk para content creator tidak hanya berbuah pada sebuah hiburan semata. Setiap kuota yang kita habiskan untuk memperkaya para pemilik saluran di youtube, alangkah eloknya jika itu menjadikan ikatan simbiosis mutualisme, dengan memilih dan memilah program-program yang dapat membuat kita kaya. Kaya dengan informasi dan ilmu pengetahuan.

So, Many folks thinks they aren’t good at earning money, when what they don’t know is how to use it – Frank A. Clark

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

4 komentar

  1. Setuju kang... Kita pun turut membuatnya kaya dengan menontonnya. Yang terpenting ibrah yang dapat kita cerna dari tiap tontonannya.

    BalasHapus
  2. Menurut saya, sejauh ini podcast terbaik Om Deddy ketika mengundang Syaikh Ali Jaber di acaranya..
    Belio betul2 gamblang menjelaskan bagaimana penerapan Islam yg sesungguhnya, dan semoga apa2 yg belio sampaikan dapat menginspirasi banyak masyarakat dan menjadi penyejuk di tengah oase

    BalasHapus
  3. Aamiin, setuju bang. semoga semakin banyak tontonan yang dapat menjadi tuntunan untuk kita.

    BalasHapus

Posting Komentar