Akhir Pekan Ala Bocah IPA

Posting Komentar

     Masih di tengah pandemi covid-19, dimana tidak ada toleransi kecuali di rumah saja. Tapi, tinggal di rumah bukan berarti mati gaya tanpa ada kegiatan bermakna sama sekali. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak-anak dalam masa pertumbuhan, perlu sekali berkreatifitas agar anak tidak bosan selama masa di rumah.
Bersyukur mempunyai pendamping hidup seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana beberapa praktek yang biasa dilaksanakan di sekolah, ternyata bisa diaplikasikan bersama anak-anak di rumah. Salah satunya adalah membuat es krim tanpa kulkas.
Setali tiga uang, sang bocah pun ternyata sangat tertarik dengan science. Jadilah kolaborasi orang tua-anak dalam mengisi akhir pekan, menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan.
Bahan yang di butuhkan adalah susu bubuk atau krim kental yang yang dicampur air, kemudian diaduk, dan di masukan kedalam kantong-kantong kecil ukuran untuk es loli. Siapkan juga es batu dan garam, es batu di tumbuk kecil-kecil kemudian di campur dengan garam dalam suatu wadah, bisa baskom atau kantong kresek besar.
Kemudian susu yang telah di kemas dalam kantong tadi di masukan kedalam wadah yang berisi es batu dan garam, jika wadah nya kantong kresek, jangan lupa tutup rapat kantongnya setelah susu dimasukan. Goyang-goyangkan selama lima sampai sepuluh menit, dan jadilah susu cair tadi mengental seperti es krim.
Rasanya tidak jauh berbeda dengan es krim yang biasa di jual, bahkan lebih istimewa, karena dibuat oleh tangan-tangan dalam sebuah keluarga. Jika es krim yang biasa dijual mempunyai varian rasa yang beragam, es krim hand made ini tak kalah luar biasa, karena ada rasa kebersamaan keluarga.
Praktek ini dasarnya adalah tentang pembelajaran titik beku, tapi jangan memaksakan menjelaskan hal tersebut jika anak-anak masih di bawah kelas empat sekolah dasar. Kecuali sang anak memang mempunyai ketertarikan yang lebih kepada IPA. Itupun perlu penjelasan secara perlahan, karena ada beberapa istilah dalam materi titik beku yang perlu menyesuaikan  dengan anak, yang mungkin baru bagi mereka.
Proses ini mengajarkan tentang kerja sama, karena akan ada kolaborasi orang tua dan anak selama kegiatan praktek. Harapannya akan tercipta bonding yang semakin harmonis, dan keluarga, khususnya anak akan merasakan tentang kebersamaan dan menikmati kedekatan dengan orang tua.
Selamat berakhir pekan, jangan lupa bahagia

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

Posting Komentar