a journey

Bingkisan di Ujung Bulan Kelahiran

Posting Komentar

Stupid Rena

Senang rasanya dapat bingkisan di ujung bulan kelahiran, Novel Stupid Rena langsung dari penulisnya kak Florensia Prihardini sebagai bentuk apresiasi kelulusan dari Ramadhan Writing Challenge yang diadakan ramadan 2020.

Bingkisan Tak Terduga

Dulu sekali, ada kebiasaan tak tertulis di antara sahabat-sahabat terdekat yang sangat tahu bahwa membaca adalah hobi yang sama diantara kami, jadilah hari kelahiran menjadi ajang untuk memberikan buku sebagai ungkapan selamat atas bertambahnya umur.

Kini Mei sudah di penghujung, bulan yang sakral hampir selesai. Ada tengah sampai ujung ramadhan, dan tentunya hari raya sebagai pamungkas. Juga, berpuluh tahun silam, seorang bayi, anak ketiga dari empat bersaudara dilahirkan bertepatan dengan hari buruh internasional.

Di dua hari menjelang akhir Mei, sore jum’at sebuah paket datang, dari bentuknya sudah terkira bahwa itu adalah sebuah buku. Dan ya, ‘stupid Rena’ beserta sepucuk kartu dari sang penulis yang membersamai, ada dalam bungkusan rapi berwarna biru itu.

Ada kebahagiaan yang terus mengalir selama bulan ini, kebersamaan keluarga selama #dirumahsaja, menikmati ramadhan dengan rekan-rekan baru di Kelas Menulis Perpustakaan , Ramadhan Writing Chalenge, dan idul fitri bersejarah karena ada silaturahmi virtual tercatat baru dalam istilah. Juga, diakhir pekan minggu terakhir bulan ini, kebahagiaan itu dilengkapi dengan bingkisan buah karya Florensia Prihardini.

Tentang Stupid Rena

Dari sampul, sepertinya buku ini memberi kesan bacaan yang cocok untuk remaja, cover dan judulnya sangat chic untuk kalangan muda. Namun setelah satu malam menghatamkan novel renyah ini, ternyata it’s more than a romance fiction, it’s such a perenting book for me. Buku yang layak dibaca bagi yang akan mempersiapkan diri untuk berkeluarga, juga ilmu bagi yang yang sudah menjadi orang tua, serta penguat hati bagi yang berjuang sebagai single parent dalam membesarkan buah cinta.

Penutup

Akhir kata, terima kasih keluarga besar komunitas One Day One Post (ODOP) yang telah memberikan apresiasi dan melengkapi rasa syukur di ujung bulan Mei. Terpilih menjadi yang terfavorit adalah suatu kebahagiaan, namun bisa mengenal dan bergabung bersama teman-teman penulis se-nusantara adalah suatu kebanggaan tersendiri yang tak terelakan.

Related Posts

Posting Komentar