Bebeye

Posting Komentar

Lebaran sudah selesai, sebagian masyarakat sudah kembali ke rutinitas semula, seperti para aparatur sipil negara atau ASN yang sudah masuk kerja di hari ketiga, dan juga sektor-sektor vital lain untuk memenuhi hajat hidup orang banyak sudah pula beroperasi, sebagian lagi masih menikmati suasana di rumah saja, seperti para guru -dan juga muridnya- yang masih dalam suasana libur sampai akhir mei, disambut penilaian akhir tahun atau PAT di awal Juni.
Silaturahmi ke saudara terdekat, dan via virtual untuk handai taulan yang jauh pun selesai. Walau ada yang berbeda, physical distancing dalam bersilaturahmi atau hanya menatap layar gawai dalam persuaan on line, tak mengurangi makna idul fitri tahun ini.
Apa yang tersisa setelah hari raya?
Mungkin kue-kue kering yang dibuat keluarga atau yang dibeli dari kerabat masih tersisa beberapa stoples. Di dapur? Ada kehangatan disana. Ya, sisa-sisa daging, opor ayam dan makanan lain yang senantiasa dihangatkan setiap pagi menjadi sensasi tersendiri setelah idul fitri. Bebeye, demikian nama kuliner legenda yang selalu ada setelah hari raya.
Ditemani ‘ulen’ sebagai partner sejati, menjadikan bebeye sangat nikmat menemani pagi, teh hangat atau kopi pahit juga bisa menjadi alternatif.
Ternyata bebeye punya nama yang beragam di seantero Jawa Barat, orang Bandung biasa menyebutnya dengan Besengek, lain lagi dengan Indramayu yang menyebutnya Baren, singkatan dari ‘bekas kemaren’, kalau orang cianjur mengenalnya dengan Beleketek.
Masih banyak lagi sebutan Bebeye dengan kearifan lokal daetah masing-masing, ada kakaren, golendrang, tumis garing, rarawuan, totongseng, bacetrok, ulukutek, bodoheos, tumirun, belektrek, balakatineung.
Satu jenis makanan dengan banyak variasi nama, menjadi ikon lebaran agar makanan sisa tak terbuang begitu saja. Walau kadang sudah termasuk kategori basi, namun tetap mewangi di setiap pagi.
Mungkin itulah alasan kenapa setelah lebaran klinik tempat praktek para dokter lebih padat dengan para pasien, bisa jadi karena salah satunya mereka terindikasi pasien yang mabuk bebeye.
Ya demikian, pesona Indonesia.

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

Posting Komentar