Mendadak Guru

2 komentar

Kelas dua belas saat ini dalam detik-detik menunggu kelulusan, kelulusan tanpa Ujian Nasional. Namun tetap, tanpa Ujian Nasional pun mereka tetap melaksanakan rangkaian ujian sebelum program pembelajaran jarak jauh di gaung kan akibat wabah korona di Indonesia. Ujian Sekolah, Ujian Praktek, dan Ujian Madrasah Bertaraf Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tetap dilaksanakan.
Selama tiga tahun kebersamaan dengan angkatan dua ribu dua puluh ini pastilah banyak menyisakan kenangan yang luar biasa, salah satu nya adalah ketika mas Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem pada saat pidato hari pendidikan, merekomendasikan supaya murid di beri pengalaman mengajar, menjadi guru.
Istilah ini dikenal dengan ‘semua murid, semua guru’ di Komunitas Guru Belajar (KGB), dan seyogyanya ini tantangan yang luar biasa, patut di coba.
Ketika tantangan ini ditawarkan kepada para pelajar, beberapa mengangkat tangan tanda siap, beberapa masih ragu dengan kapasitas mereka. Tak ada paksaan, untuk gerakan awal, tantangan ini berlaku untuk mereka yang siap menerima tantangan.


Dan, mereka memang luar biasa, dengan segala bakat dan potensi yang dimiliki, mampu membuktikan bahwa mereka bisa.
Berdiri dihadapan kelas, memberikan materi ajar kepada teman-teman sekelas. Bahkan beberapa menyiapkan materi dengan well prepare, slide power point, ice breaking dan joke-joke yang tak terduga, membuat kelas mereka menjadi hidup.
Setiap pelajar mempunyai gaya yang berbeda dalam menyampaikan materi, kelas mempunyai auranya masing-masing untuk setiap pemateri, namun satu yang sama diantara mereka, semangat dan antusiame yang menggebu-gebu ala anak remaja.
Terima kasih anak-anakku, kalian telah mengajar dengan baik, tidak hanya untuk teman kelas mu, tapi guru mu menjadi murid mu, mengambil hikmah dari ilmu  yang kalian ajarkan, juga cara kalian men-share ilmu, sungguh luar biasa.
Mudah-mudahan momen luar biasa itu akan menjadi salah satu kenangan indah kalian selama belajar, dan suatu saat, ini tidak hanya akan menjadi cerita manis untuk anak cucu, tapi menjadi batu loncatan ketika  terjun di masyarakat, bagaimana attitude berbicara yang baik di hadapan audien.
Tahniah
Dan kami akan rindu kalian, angkatan corona.

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar