Hati-hati Dengan Hati

16 komentar

Penyakit tak selalu berhubungan dengan masalah ragawi. Ada hal lain yang juga krusial, yaitu penyakit hati. Bahkan tak sedikit, penyakit hati akan merambah ke raga. Dunia medis menyebutnya psikosomatis. Kehidupan dunia yang hedonis, sadar tak sadar telah banyak memancing korban yang terjerumus pada kehidupan duniawi yang berlebihan. Segala sesuatu yang kita gunakan tak lagi hanya sebatas fungsi, tapi juga kepantasan atas nama estetika, namun akhirnya berujung riya’.


Riya

Salah satu penyakit hati di akhir zaman adalah pamer, agama menyebutnya dengan riya`, yaitu perbuatan -atau bahkan ibadah- untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah. Tujuan utama utama hidup yang sejatinya karena Allah, berubah menjadi bentuk ketidakikhlasan dalam beramal, hasrat ingin memamerkan pencapaian yang telah diraih, ingin mendapatkan pujian, sanjungan, dan pengakuan.

Walau tak diucapkan, riya` bisa bermula dari bisikan hati yang berubah menjadi niat tak ikhlas. Jika tak diobati segera, riya` akan berlanjut menjadi manifestasi perbuatan. Dari itu, kita bisa menyimpulkan bahwa bentuk riya' terbagi menjadi dua


Riya’ Dalam Niat

Segala amal perbuatan sejatinya kita niatkan karena Allah semata, namun setan dengan kelihaiannya akan menanamkan benih-benih ketidakikhlasan dalam hati. Jika kita tidak hati-hati dan terjerumus pada perbuatan yang tidak didasari karena Allah, maka akan sia-sialah amal perbuatan kita. Padahal kita tahu bahwa indikasi diterima atau tidaknya amal perbuatan kita, salah satunya berdasar pada niat. Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Sesungguhnya sahnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya”


Riya’ Dalam Perbuatan

Yang dimaksud dengan riya dalam perbuatan adalah ketika kita melakukan sesuatu dan berharap mendapatkan perhatian dari orang lain. Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan bahwa jika perbuatan kita sudah disisipi oleh riya’, maka perbuatan tersebut termasuk kategori menyekutukan Allah dalam skala kecil (syirik asgor). Seperti Hadist dari Imam Ahmad

“Rasullulah SAW bersabda: sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil. Sahabat bertanya: Apakah syirik kecil itu ya Rasullulah?. Rasullulah menjawab: Riya”.


Penyakit riya` akan bertambah kronis jika tujuan mendapatkan pujian tak tercapai, kita akan merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang telah dilakukan, kemudian akan muncul sikap kepura-puraan, gila pujian, dan gila hormat.

Maka tidak lain, mari kembali meluruskan niat, bahwa apapun yang kita lakukan hanya untuk Allah. Hindari sikap memamerkan sesuatu yang kita punya, karena pada dasarnya itu hanyalah titipan Allah semata. Terakhir, mari bersyukur dengan apapun yang Allah anugerahkan pada kita, serta mendekatkan diri pada-Nya, seraya berlindung dari hati yang riya`.

Related Posts

16 komentar

  1. Hal kecil, tapi sulit di cegah. Ah.

    BalasHapus
  2. Karena tak kasatmata, terkadamg kita lengah... Tulisan berjudul Hati-hati dengan Hati pagi ini, membuat kita semakin berhati-hati~

    BalasHapus
  3. Bismillah terus belajar meluruskan niat. Hati hati menjaga hati,,

    BalasHapus
  4. Bener banget. Semua hanya titipan

    BalasHapus
  5. Ternyata riya' termasuk syirik kecil ya mas, duh jadi reminder nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, itu dapet dari salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad

      Hapus
  6. Riya itu bahaya banget ya, Mas. Bahkan mungkin tanpa disadari, kita sering banget melakukan kesombongan kecil

    BalasHapus
  7. Penyakit riya` akan bertambah kronis jika tujuan mendapatkan pujian tak tercapai, kita akan merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang telah dilakukan, kemudian akan muncul sikap kepura-puraan, gila pujian, dan gila hormat...

    ini yang sering tidak terasa...karena seringnya hingga kita tak menyadarinya. Semoga kita selalu terhindar dari riya'

    BalasHapus
  8. Hati-hati dengan hati. Iya ya, terus belajar menata hati dan menjaga keikhlasan.

    BalasHapus
  9. Astagfirullah.. semoga kita tehindar dari penyakit hati bernama Riya.
    Jadi inget wejangan A Agym. Jagalah hati.

    BalasHapus
  10. Semoga Allah jauhkanku dari perbuatan semacam itu, Aamin...

    BalasHapus
  11. Ya Allah, ini paling susah dihindari, sekalipun berusaha tidak melakukan dengan ucapan, tapi benar kata kang yonal bahwa bisikan hati juga berpotensi untuk berbuat riya

    BalasHapus
  12. Terima kasih mas, artikel ini benar-benar menjadi pengingatku untuk selalu meluruskan niat.

    BalasHapus

Posting Komentar