a journey

Belajar Jujur Dari Omat Bonceh

8 komentar

 

belajar jujur

Alkisah pada akhir tahun 2015, PT KAI membeli gerbong kereta api dari Jepang. Setibanya di Indonesia, gerbong diperiksa oleh tim maintenance PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ), dimana salah satu pegawainya adalah Syahri Rochmat –alias Omat Bonceh-. Ketika Omat memeriksa gerbong kereta api, dia menemukan ponsel dan dompet di bawah bangku penumpang di salah satu gerbong. Ketika dibuka dompet tersebut, dia mendapati beberapa kartu dalam bahasa Jepang.


Syahri Rochmat Alias Omat Bonceh

Omat Bonceh membawa pulang ponsel dan dompet yang ia temukan, kemudian ia mencari informasi si empunya barang-barang tersebut. Media sosial adalah cara pertama yang ia gunakan untuk mencari identitas pemilik barang tersebut, bermodal kartu mahasiswa yang ada pada dompet temuannya, ia menggunakan twitter untuk mencari orang yang mempunyai data yang sama, kemudian ia juga menggunakan facebook untuk melacak pemilik barang temuannya. Akhirnya, di facebook lah ia menemukan foto profil orang yang mirip dengan kartu mahasiswa Universitas Yokohama yang ia temukan, orang tersebut bernama Shota Sinoda.

Facebok akhinya menjadi media penghubung antara Omat Bonceh dan Shota Sinoda, mereka terus berkomunikasi satu sama lain. Syahdan, pada Juli 2016 Shota Sinoda datang ke Indonesia untuk bertemu dengan Omat Bonceh, dan mengambil kembali barang-barang yang telah ditemukan oleh Omat. Karena keterbatasan bahasa, mereka menggunakan google translate untuk berkomunikasi satu sama lain. Dalam pertemuan pertama mereka, Shota mengemukakan rasa harunya atas kejujuran Omat yang dapat menjaga dan mengembalikan barang-barangnya dengan baik, tanpa kekurangan apapun.


Menjadi Sahabat

Pertemuan mereka tidak berakhir begitu saja, hikmah dari kejadian tersebut Shota Sinoda dan Omat Bonceh menjadi sahabat baik, bahkan suatu kali Omat beserta anak istrinya diundang ke Jepang, mereka ditemani oleh Shota untuk mengelilingi Kota Tokyo. Bahkan kisah kejujuran Omat Bonceh ini dijadikan film dokumenter oleh Fujitv, salah satu stasiun televisi Jepang.


Omat Bonceh dalam laman facebooknya mengharapkan kisahnya dapat menginspirasi semua orang untuk berbuat jujur kepada siapapun, tanpa mengenal siapa dia, dari mana, apa agamanya, dan latar belakang mereka.


Mari Belajar Jujur

Kejujuran saat ini sangat mahal, kita butuh sosok-sosok seperti Omat Bonceh yang memberi inspirasi luar biasa kepada masyarakat ditengah kejengahan dengan segala berita-berita ketidakjujuran yang ditontonkan, khususnya oleh para pejabat publik negeri ini.

Kita sudah bosan dengan mengguritanya korupsi di negeri ini, kita sudah bosan dengan kasus-kasus ketidakjujuran yang tak tuntas ditangani, hingga tak tahu rimbanya. Apa kabar kasus Harun Masiku?, Bagaimana pula dengan lanjutan kasus Djoko Tjandra?.

Korupsi adalah indikasi nyata banyaknya ketidakjujuran disekitar kita, sedang KPK sendiri yang seyogianya menjadi garda terdepan dalam memberangus orang-orang yang tak jujur dan berkhianat atas apa yang diembannya, kini disinyalir jatuh tersungkur atau disungkurkan. Beberapa pegawai KPK yang terkenal tegas dalam melaksanakan tugas, entah kenapa kini mulai berguguran di tengah jalan. Dalam empat tahun terakhir saja, 157 pegawai mengundurkan diri. Terakhir Febri Diansyah, mantan Juru Bicara KPK juga pamit dari lembaga anti rasuah tersebut.

Walaupun kejujuran menjadi barang mahal dan sulit, kita tak boleh berputus harap, setidaknya mari memulai  dari diri sendiri untuk terus belajar menjadi sosok yang jujur -walau kadang jujur itu menyakitkan-. Semoga dengan kejujuran pribadi, kita bisa membentuk keluarga-keluarga yang tumbuh dalam didikan kejujuran, dan terakhir menciptakan masyarakat yang jujur. Karena sosok Omat Bonceh pun tidak akan serta merta menjadi sosok jujur yang inspiratif, pastilah ia hasil didik orang-orang yang memiliki visi yang sama tentang mulianya kejujuran, setidaknya sosok itu adalah orang tua dan guru yang menjadi pendidik utama.

Terima kasih Omat Bonceh, telah mengajarkan dan menginspirasi dengan sifat jujurmu, yang membawa pada balasan terbaik: Persahabatan. Kelak, di hari pembalasan pastilah engkau memanen amal terbaikmu hari ini.

Menjadi jujur mungkin tidak membuat Anda memiliki banyak teman, tetapi itu akan selalu membuat Anda menjadi teman yang tepat.- John Lennon


Referensi:
1. nasional.kompas.com
2. money.kompas.com
3. Facebook Omat Bonceh 

Related Posts

8 komentar

  1. Tulisan pak guru yonal ini selalu menyentuuhhh ... Berkah barokah ilmunya ya kaaaak....

    BalasHapus
  2. baru tau ada film kejujuran terinspirasi dari orang Indonesia

    BalasHapus
  3. film kejujurann. hmmm menarik buat masuk list.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini link nya kang nando https://www.youtube.com/watch?v=TPlN10xwe24

      Hapus
  4. Omat Bonceh ... saya baru tau namanya.
    Hebat ya bisa sampai dikenal dengan kejujurannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama aslinya shahri Rohmat kak ren, Omat Bonceh nama panggilannya

      Hapus

Posting Komentar