Keputusanmu Masa Depanmu

2 komentar

   
    Setiap manusia pasti mengalami tahapan-tahapan kehidupan yang berdinamika dalam menjalaninya tanpa terkecuali, salah satu dinamika hidup adalah membuat keputusan (making decission).
       Itupula yang terjadi pada para pelajar kelas XII (dua belas) yang saat ini dalam detik-detik menunggu kelulusan, terlepas dari sebutan angkatan corona yang ditepikan pada mereka, tetap saja Life must go on, dan pada akhirnya mereka harus menimbang dengan seksama keputusan hidup mereka: apa yang akan dilakukan setelah lulus?.      
        Beberapa alternatif pilihannya seperti kuliah, bekerja, atau bahkan menikah (untuk pelajar putri), tapi ternyata memutuskan mana yang akan diambil terasa sulit untuk beberapa siswa.
     Kesulitan mengambil keputusan ini tidak serta merta terjadi begitu saja, beberapa pertimbangan mempengaruhi sikap para pelajar sehingga membentuk sikap yang beragam. Setidaknya ada beberapa yang bisa disimpulkan tentang sikap para pelajar dalam mengambil keputusan ini

·      Idealis
Tipe pelajar yang sudah mempunyai cita-cita tinggi, terpatri pada dirinya. Ketika lulus sudah mengidamkan langkahnya melaju, menuju harapan hidupnya, contohnya pelajar yang sudah tahu apa yang akan dilakukan setelah lulus sekolah, seperti kuliah, ketika memilih kuliah pun sudah jelas program dan jurusan yang ingin ditempuhnya.
Tipe idealis haruslah orang yang siap menghadapi segala kemungkinan, karena jika ternyata impiannya tidak sejalan dengan kenyataan, dan bahkan tidak mempunyai rencana cadangan, bisa-bisa tanpa menejemen stress yang baik, akan menjadi bumerang dalam kehidupannya.
·      Realis
Tipe pelajar yang (terlalu) sadar akan kondisi kehidupannya; ekonomi, kemampuan pikirannya, dukungan orang tua dan sekitarnya. Pelajar yang terkungkung tanpa support system yang baik seperti ini akan susah sekali mengambil keputusan, akan banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan sekalipun dia mempunyai cita-cita dan keinginan yang tinggi. Contohnya, banyak pelajar yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan, tapi kemudian menjadi terhambat karena harus memikirkan apakah akan mampu menjalani kuliah selama kurang lebih empat tahun? Mendukungkah orang tua dengan jurusan yang diambil? Atau bahkan mampukah perekonomian keluarga mendukung pendanaan kuliah?
·      Idealis-realis
Tipe pelajar yang mempunyai cita-cita yang tinggi dan tahu apa yang akan dilakukan setelah lulus, tapi tetap mempertimbangkan kondisi di sekitarnya, contohnya ketika ia ingin kuliah, ia memikirkan apakah jurusan nya sesuai dengan potensi dirinya, dan apakah ia akan mampu bertahan selama perkulian kurang lebih empat tahun, tipe pelajar realis-idealis akan sadar jika ada celah kemungkinan yang ia tak mampu, maka tindakan preventifnya adalah mempunyai rencana cadangan, sehingga dengan mempunyai rencana cadangan, akan mengurangi resiko kestressan.

     Kira-kira, dengan gambaran tiga tipe sikap diatas, anak muda khususnya para pelajar kelas dua belas sekarang cenderung ketipe yang mana? Atau bahkan ada yang mempunyai pemahaman sikap selain contoh diatas?

   Mudah-mudahan, apapun harapan yang yang jadi cita-cita setiap pelajar akan mampu diperjuangkan dalam menapaki episode kehidupannya, dan semoga keputusan yang diambil ketika lulus, apapun itu, telah melalui pertimbangan yang sangat matang dengan mempertimbangkan segala aspek.

Yonal Regen
Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

Related Posts

2 komentar

  1. Menurut saya pribadi agar kita terhindar dari orang yang akan berbuat licik kepada kita ... Yang lebih utama kita pun harus berusaha untuk tidak berbuat licik kepada orang lain , Mendekatkan diri kita agar lebih dekat dengan Allah SWT Dan ketika kita benar-benar tau bahwa teman kita akan berbuat licik misalkan kepada kita atau pun orang lain
    Beritahu lah orang tersebut agar tidak melakukan perbuatan licik tersebut agar dia tahu perbuatan yang dilakukanya itu tidak baik Maka dengan sendirinya orang tersebut akan merasa malu dengan perbuatan nya tersebut Dan kita sebagai teman nya ajak lah dia kejalan yang baik agar tidak berbuat jahat Kepada orang lain dan kita bantulah dengan doa yang baik��

    BalasHapus
  2. terima kasih euis untuk point of view nya :)

    BalasHapus

Posting Komentar